Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
1


__ADS_3

PRAANNGGG ...


" Bram !! Berhenti dengarkan penjelasan Mama dulu !! "


Sartika mengejar putranya yang baru berusia delapan belas tahun yang bernama Bramantyo Yudo Sadewo . Pemuda itu murka karena melihat dengan mata kepalanya sendiri jika papanya selingkuh di rumahnya , tepatnya di kamar milik papa dan mamanya .


Hari itu kebetulan Hardian Sadewo sedikit tidak enak badan hingga memutuskan untuk bekerja di rumah . Hardian meminta sekretarisnya untuk mengantarkan berkas yang berhubungan dengan semua pekerjaan ke rumah .


Pulang menjemput mamanya cek lokasi gedung yang akan digunakan pernikahan kliennya , Bram dan Sartika langsung menuju kamar utama . Dan apa yang dilihat Bram sungguh membuatnya sangat marah .


Dua tubuh tanpa busana sedang berbagi peluh , suara suara menjijikkan itu bahkan memenuhi ruang kamarnya . Kamar yang seharusnya hanya menjadi istana mamanya dikotori oleh dosa dua manusia bejat yang sungguh di bencinya .


" lkut Bram Mah !! Kita tinggalkan neraka ini , biarkan mereka puas bercinta di sini ... menjijikkan ! "


" Tapi ini rumah kita sayang , "


Sartika meraih lengan putranya agar tidak keluar rumah , sungguh ia terpaksa melakukan ini hanya untuk menjaga nama baik keluarganya .

__ADS_1


Jika semua orang tahu skandal ini bukan tak mungkin usaha Wedding Organizer ataupun perusahaan milik suaminya akan terganggu . Lagipula Sartika tak punya tempat lagi untuk lari karena dulu ia rela keluar dari rumah orang tuanya demi menikahi Hardian Sadewo . Sejak saat itu ia tidak berani menginjakkan kakinya di rumah kedua orang tuanya .


" Bajingan beraninya kalian menampakkan diri kalian di depanku !!! Pergi kau j*lang !! " teriak Bram ketika melihat papa dan sekretarisnya keluar dengan baju yang belum rapih .


Bram merangsek maju ingin memberi pelajaran pada papanya , otaknya sedang tak bisa berpikir jernih . Yang ia inginkan hanya melihat kehancuran pria yang sudah sangat menyakiti mamanya .


Dia tak peduli walau tangan Sartika sudah berusaha keras menahannya , dia benar benar ingin meremukkan pria parubaya yang berdiri di depannya tanpa raut bersalah sedikitpun . Wanita yang berdiri di sisi Hardian pun terlihat memandangnya remeh .


" Bram !! Berhenti ... Mama mohon ! "


Bram terdiam ketika mendengar tangis pilu wanita yang sudah melahirkannya di dunia ini . Hatinya ikut teriris ketika melihat Sartika beruraian air mata dengan dengan dua lutut yang sudah luruh di lantai .


Bram menghampiri Sartika dan duduk berjongkok untuk meraih tubuh yang bergetar karena menahan isakannya itu . Direngkuhnya erat tubuh sang mama agar setidaknya bisa menenangkannya .Tapi tatapan tajam matanya tidak lepas melihat dua manusia yang masih berdiri di depannya .


" Kami tidak berzinah Bram ! Rachel adalah istri siri Papa , dan pernikahan kami adalah seijin mamamu . Kami menikah dua tahun yang lalu . Papa tidak ingin membahas ini karena nanti mamamu yang akan menjelaskan "


" A-apa ??!! "

__ADS_1


Bagai disambar petir , penjelasan Hardian membuat Bram terpaku . Sebuah beton raksasa seperti baru saja menimpanya . Rasanya sangat sesak hingga Bram seperti kesulitan bernafas .


" Maaf Mas Bram , tapi saya sudah menikah dengan Pak Hardian . Kami bukan pasangan selingkuh , "


" Diam kau j*lang !!!! "


" Ra !! Kau pulang dulu diantar supir , kita akan bicara lagi besok . Sekarang aku ingin bicara dengan Bram ! " ujar Hardian yang sengaja mengeluarkan istri sirinya agar tidak terkena amukan Bram yang sedang menatap Rachel dengan penuh kebencian .


Wanita bernama Rachel itu seperti sedang mengukuhkan kedudukannya yang sama sama menjadi ' ratu ' untuk seorang Hardian . Dia tak peduli walau usianya terpaut cukup jauh dengan suami sirinya . Rachel baru berusia dua puluh dua tahun , terpaut enam belas tahun bukan halangan baginya untuk melayani pria yang menjadi atasannya . Yang terpenting baginya adalah hidupnya menjadi terjamin . Uang bulanan yang ia dapatkan dari suaminya lebih dari cukup untuk hidup sebagai sosialita .


Setelah istri sirinya sudah pergi , Hardian mendekati Sartika bermaksud membawanya untuk duduk di sofa agar lebih leluasa berbicara . Tapi suara geraman putranya menghentikannya , Bram tidak rela jika mamanya disentuh oleh pria yang dengan kurang ajarnya berani bercinta di tempat yang seharusnya tidak di jamah wanita selain Sartika .


" Jangan sentuh dia !! "


" Kita bicara sebagai laki laki Bram . Kau sudah dewasa , Papa yakin kau juga bisa bersikap dewasa . Aku akui aku salah , tidak seharusnya aku membawanya ke tempat ini . Tapi semua terjadi begitu saja . Sartika aku mohon maafkan aku "


Sartika perlahan bangkit di bantu oleh putranya . Dua tahun yang lalu ia tidak bisa melayani sang suami karena sebuah penyakit yang mengharuskannya untuk istirahat total di tempat tidur . Maaf kronis yang ia derita harus berakhir dengan operasi lambung .

__ADS_1


Bukan sok pahlawan , tapi Sartika tidak ingin. Hardian membuat dosa karena berselingkuh di belakangnya . Hingga ia membuat keputusan mengijinkan Hardian menikah lagi . Dan Rachel sang sekretaris yang ternyata menjadi pilihan sang suami .


__ADS_2