Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
98


__ADS_3

Cahaya tertawa kecil melihat Bram menyeret koper menuju ranjang mereka . Koper yang tadi sempat menyebabkan suaminya berpikir jika ia akan pergi dari rumah karena kemarahannya .


Jika ingin jujur maka Cahaya sangat marah dengan kejadian malam itu . Rasanya sangat tidak nyaman ketika bangun ditempat asing tanpa ada suami disisinya . Tapi kembali lagi pada keputusannya untuk pernikahan ini . Mereka belum lama saling mengenal dan Cahaya tahu akan ada banyak kerikil tajam yang akan ia lalui dalam perjalanan rumah tangganya . Walau begitu ia sangat yakin dengan cintanya atau cinta suaminya . Selama dia bisa bersabar maka ia yakin bisa melewati semua .


" Sayaaannggg ... nggak bisa !! " rengek Bram dengan meletakkan koper dengan isi amburadul itu dibatas ranjang .


Tadi setelah percintaan panas mereka di walk in closet dan di kamar mandi Cahaya menghukum sang suami untuk kembali menata isi koper yang sempat di buang oleh Bram .


" Nggak mau tahu , sudah capek capek aku siapkan semua untuk perjalanan bulan madu kita lusa Bee !! Ehhh malah kamu buang begitu saja . Kami pikir gampang menyiapkan itu semua !?? "


" Ya kan aku nggak tahu sayaaanngg .... Harusnya kamu bilang dulu kalau menyiapkan itu semua untuk bulan madu kita ! " sahut Bram belum mau kalah .


" Boro boro mau bilang , datang datang langsung kesetanan !! Aku tak bisa hidup tanpamu .... jangan pergi .... " cicit Cahaya menirukan gaya bicara suaminya tadi .

__ADS_1


Bram hanya menggaruk tengkuknya , tadi ia memang hampir kalut karena tak bisa membayangkan hidup tanpa istrinya . Tapi setidaknya ia bisa mengambil hikmahnya , dunia terasa sangat indah ketika mereka saling memaafkan . Percintaan mereka pun terasa menjadi lebih bersemangat ketika hatinya membuncah antara rasa lega dan bahagia . Bram menjadi belajar tentang arti kepercayaan dan arti saling memiliki .


" Tapi ajarin biar rapi .. " cicit Bram menurunkan satu persatu baju dalam koper , dan senyumnya mengembang ketika Cahaya mau menatanya lagi hingga semua tertata dengan rapi di dalam kopernya .


" Kok banyak baju hangatnya sih sayang ?? Banyakin koleksi lingerienya saja , apa mau di beliin lagi ?? Yang lebih tipis lagi ada ?? Buat gampang nariknya .... "


" Memangnya becak di tarik tarik , disana kan lagi musim dingin Bee ! ltu juga sengaja aku bawa sedikit biar kamu beliin banyak baju di sana . Aku dengar disana pusat fashion yang terkenal .... "


" Halahhhh modus ... kalau mau dikekepin terus mending di sini saja Bee , sama saja kan !! "


Bram hanya terkekeh mendengarnya , tubuh Cahaya adalah candunya . Jangankan satu hari, satu detik pun dia tidak bisa mengusir bayangan istri cantiknya dari pikirannya .


*

__ADS_1


Gisel kadang tertawa kecil ketika melihat satu persatu pesan yang dikirim Gibran padanya . Pesan pesan yang dari sore tadi memenuhi notif pesan di ponselnya .


*Hai selamat sore , bagaimana kabar anak kita


Hai , apa dia sudah makan ?


Hai , apakah sakit jika dia sedang bergerak ??


Jangan tidur terlalu malam , itu tidak bagus untuknya*


Sebenarnya ada rasa bahagia ketika Gibran memberikan perhatiannya , jika dia bisa menyingkirkan rasa gengsinya maka ia ingin sekali seperti wanita wanita hamil lainnya . Yang selalu didampingi oleh suaminya , yang akan dibelikan apapun permintaannya karena efek ' ngidam ' yang umum di alami pada kehamilan awal . Gisel ingin bisa berkeluh kesah , bermanja manja ... tapi sepertinya dia tidak akan bisa mengalaminya .


Dia sendiri yang membangun tembok tinggi agar Gibran tidak masuk dalam hidupnya . Dia sendiri yang meminta pria itu untuk tidak lagi menemuinya .Sakit hatinya yang menyebabkan dia tidak mau terlihat lemah di depan ayah dari bayinya . Selamanya dia tidak akan pernah bisa melupakan penolakan pria itu .

__ADS_1


__ADS_2