Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
114


__ADS_3

" Bee ... ini Ken tadi aku .... "


Bram tampak tak begitu menghiraukan kata kata Cahaya , dia meraih kerah pria yang sedari tadi menatap kagum istrinya . Sesama pria Bram tahu benar apa arti tatapan itu .


" Jangan pernah berani menatap istriku seperti itu b*ngsat !! " geram Bram , satu orang pelayan kafe tampak datang dan memegang bahunya seakan meminta Bram untuk mengendalikan dirinya .


" Calm down man .... kami tidak sengaja bertemu , dan kami hanya sedang berbasa basi . Dia tadi mengatakan jika datang ketempat ini untuk bulan madu . Apa kau suaminya ??? " ujar Ken tanpa berusaha melepas tangan Bram yang ada di kerah bajunya , dia terlihat sangat tenang menghadapi kemarahan Bram .


" Bee ... sudah ya . Kita kembali ke kamar , jika ingin marah maka marahlah padaku karena aku yang salah sudah tidak mematuhimu " lirih Cahaya dengan satu tangan melingkar di perut sang suami dan dengan sangat lembut mencoba menarik mundur tubuh kekar itu .


Bram yang sadar sudah menjadi pusat perhatian para pengunjung kafe dan para pejalan kaki yang kebetulan lewat kemudian melepaskan tangannya . Tapi tatapannya masih tajam terarah pada pria di depannya .


" Aku bunuh kau jika sekali lagi berani memandang istriku dengan tatapan menjijikkan itu !! " geramnya sekali lagi sebelum melangkah pergi dengan meraih pinggang istrinya .


Sampai di kamar Bram langsung melepaskan rengkuhannya , dia tak mempedulikan panggilan dari sang istri yang memintanya untuk minum teh jahe yang tadi di bawanya dari kafe .


" Bee ... tidak apa apa jika kamu masih marah , tapi minum tehnya dulu sebelum dingin . Maaf tapi aku tidak tega jika melihatmu sakit seperti itu terus ! "


" Tidak masalah jika aku sakit sekalipun tapi jangan sekali kali melanggar kata kataku . Aku suamimu dan aku bertanggung jawab penuh atas dirimu . Bagaimana jika pria tadi berniat kurang ajar padamu ?? Bagaimana jika tadi terjadi apa apa padamu !!! Seharusnya kau berpikir dulu sebelum berbuat !! " ketus Bram masih terbakar emosi mengingat sorot memuja pria itu pada istrinya .

__ADS_1


" Aku minta maaf dan aku tidak akan mengulanginya lagi .... "


Amarah Bram mereda ketika merasakan sang istri memeluknya dari belakang . Dia tahu niat baik istrinya tapi diluar sana terlalu banyak pria yang yang selalu jatuh pada pesona istrinya . Dan dia tidak akan pernah mentolerir hal itu apapun alasannya . Dunia harus tahu jika Cahaya hanya miliknya ....


" Mana tehnya ??! "


Cahaya melepas pelukannya dan mengambil secangkir teh yang tadi sudah dia siapkan .


" Minum selagi panas , itu baik untuk mengatasi rasa mual yang kamu rasakan Bee !! Dan ini roti pandan , sepertinya rasanya tidak beda jauh dari kue cubit yang tadi kamu inginkan, " ujar Cahaya menyendok kue agar Bram bisa mencicipinya .


" Enak ?? "


" He em tapi jangan menyuapiku dengan sendok , aku lebih suka disuapi dengan tanganmu ... "


" Apa aku menakutkan !? "


Cahaya tertawa kecil tapi dia mengangguk pelan , dia memang tidak suka melihat Bram yang selalu saja hilang kendali jika menyangkut pria lain . Tapi ia juga paham jika itu adalah salah satu wujud rasa cinta suaminya . Perlu kesabaran untuk mengubah sifat over posesif suaminya .


" Maafkan aku , tapi aku tahu b*ngsat itu punya niat tidak baik padamu . Lain kali jangan terlalu baik jika menghadapi pria asing yang tidak kau kenal . Kita ada di negara asing sayang , kau harus lebih bisa membawa dirimu sendiri . Aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri jika sesuatu yang buruk terjadi padamu .... "

__ADS_1


" Aku tahu Bee , aku juga minta maaf tadi sudah pergi tanpa ijin darimu. "


" Sayang .... " lirih Bram ketika dengan nakalnya sang istri sudah memainkan lidahnya di telinganya . Tapi sepertinya Cahaya tidak mendengarnya , ia suka mendengar geraman lirih sang suami yang terdengar merdu di telinganya .


" Sayaaanngg .... "


Tiba tiba Bram mengakar tubuh sintal istrinya agar turun dari pangkuannya , pria itu berlari cepat ke kamar mandi ....


HOOEEEKKKK .... HOEEEKKKK


*


Sementara Vina yang masih kalut tiba disebuah kawasan kos yang tidak jauh dari kampusnya . Kemarin Martin pernah menunjukkan jalan rumah kosnya ketika mereka sedang makan di warung nasi uduk . Ketika dia yakin berada di nomor rumah yang tepat gadis itu segera mengetuk pintunya .


TOKKK ... TOOKKKK


Vina langsung menubruk tubuh Martin ketika pria itu terlihat membuka pintunya , walau sedikit terkejut tapi pria itu membalas pelukan itu dengan erat .


" Heiii .... ada apa ?? " tanya Martin sambil sesekali mencium pucuk kepala gadisnya .

__ADS_1


" Kak , cium aku !!! "


" A- apaaa ?!! "


__ADS_2