Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
123


__ADS_3

Pagi itu Cahaya membawa suaminya ke rumah sakit , terpaksa dia lakukan karena mual yang dirasakan Bram setiap pagi masih saja mengganggu pikirannya . Overprotektif pria itupun juga tumbuh berkali kali lipat hingga membuatnya kewalahan .


Dia mengikuti saran seorang teman yang merekomendasikan dokter dari lndonesia yang bertugas di rumah sakit Swiss itu . Untung saja praktek dokter yang di rekomendasikan itu tidak terlalu ramai antriannya . Sebentar saja nama Bram sudah terdengar dipanggil oleh suster pendamping dokter .


" Tuan Bramantyo Yudho Sadewo.... "


Cahaya dan suaminya bangkit menuju ruang periksa , dan mata Bram memicing karena seperti tidak asing dengan wajah dokter di depannya .


" Kita bertemu lagi Tuan dan Nyonya Bramantyo, " sapa pria tinggi besar itu sangat ramah .


" Jadi Dokter Kendrick Herbert itu kau , sepertinya dunia memang sesempit itu hingga aku harus bertemu denganmu lagi, " gerutu Bram kesal karena harus bertemu lagi dengan pria yang jelas jelas memuja istrinya .


" Bee ... dia dokter yang akan memeriksamu , maafkan dia Ken ! "


Ken meminta salah satu susternya mengukur tekanan darah Bram terlebih dahulu , setelah mendapat laporannya mereka kembali duduk berhadapan di meja kerja dokter .


" Apa keluhan anda Tuan Bram ?? "


Cahaya hanya geleng geleng kepala ketika suaminya hanya menjawabnya dengan pandangan sinis pada dokter tampan itu . Bram memang bukan tipe pria yang bisa menyembunyikan perasaannya .


" Setiap pagi suami saya akan merasa mual dan anehnya itu hanya terjadi pada pagi hari . Dia terpaksa tidak sarapan agar tidak muntah . Tapi untuk siang dan malam dia bisa makan seperti biasa, " jawab Cahaya mewakili suaminya .


" Apa suami anda punya riwayat maag kronis !? "

__ADS_1


" Tidak ... saya rasa dia sangat sehat ! "


Dokter Ken tampak diam dan berpikir , pria itu meraih tangan Bram untuk memeriksa denyut nadi . Mungkin Dokter itu ingin memastikan sesuatu .


" Kondisi suami anda baik baik saja , mumpung kalian masih ada di rumah sakit ini . Saya sarankan untuk memeriksakan kondisi kesehatan anda juga Nyonya Bram ! Apa bulan ini anda sudah mendapat period anda ??! "


BRAAKKKKK ...


" B*ngsat !! Cara licik apa lagi yang akan kau lakukan untuk mendekati istriku hahhh !! " geram Bram sudah berdiri dan meraih kerah baju Dokter Ken .


" Bee !! " pekik Cahaya panik sekaligus kaget .


Dokter Ken mengangkat satu tangannya ketika suster pendampingnya ingin menelpon petugas keamanan . Seakan mengatakan jika dia masih bisa mengatasinya seorang diri . Dokter Ken juga mengangguk pelan pada Cahaya karena melihat sorot khawatir wanita cantik itu .


" Dokter Obgyn ??? "


" Dokter kandungan , saya rasa yang anda rasakan adalah sindrom cauvade atau disebut juga kehamilan simpatik . Mungkin saja istri anda hamil tapi anda sebagai suami yang merasakan gejala awalnya . Jika di lndonesia mereka menyebutnya sebagai masa ngidam ! " kata Ken menjelaskan , dan hal itu langsung membuat Bram melepaskan cengkeramannya .


Dengan tatapan tak percaya ia melihat ke arah istrinya .


" Sayang .... " lirihnya mengelus lembut perut yang masih datar itu .


" Sekarang duduk dan dengar penjelasan Dokter Ken dulu Bee , jika diperlukan seperti kata Ken ... aku bisa melakukan pemeriksaan di rumah sakit ini sekalian . Soal hasil kita serahkan saja pada yang di atas . Tidak akan hilang jika itu sudah menjadi rejeki kita, " ujar Cahaya yang sebenarnya sedang gundah . Ada rasa bahagia sekaligus khawatir , dia khawatir jika hal ini seperti kejadian yang lalu saat pernikahan pertamanya . Hasil pemeriksaan selalu tidak seperti yang ia harapkan .

__ADS_1


" Hei jangan begini , bukankah kau sendiri yang bilang untuk menyerahkan semua padaNya ?? Kita masih muda , kita masih punya waktu panjang untuk terus berusaha ! " kata Bram yang tahu isi hati istrinya .


Akhirnya mereka memeriksa kesehatan Cahaya sesuai pada dokter yang telah di rekomendasikan oleh Dokter Ken .


" Nyonya Cahaya silahkan masuk ! "


Sekarang Cahaya dan Bram berhadapan dengan seorang dokter wanita . Dokter itu terlihat tersenyum ramah pada mereka .


" Saya Dokter Anne ... saya akan memeriksa tekanan darah Anda terlebih dahulu ! "


Bram terus memperhatikan istrinya yang melakukan serangkaian pemeriksaan . Sampai akhirnya Cahaya berbaring dengan dihadapkan layar besar dan sebuah alat yang Bram kurang mengerti fungsinya .


Suster mengoleskan lotion di perut istrinya dan dokter wanita itu menempelkan sebuah alat yang menyelusuri perut rata istrinya .


" Tuan Bram anda lihat itu ?! " tanya Dokter Anne dengan menunjuk ke arah layar .


" Saya melihat tapi tidak tahu gambar apa di layar itu, " jawab Bram jujur , ia memang kurang mengerti gambar apa yang yang di tampilkan di layar .


" Jika diperhatikan ada satu titik sebesar biji kacang disana . Dan itu adalah calon bayi kalian .... Saya ucapkan selamat untuk anda berdua , kandungan Nyonya sekarang berusia tujuh minggu dan itu artinya sekitar tujuh bulan lagi kalian akan menjadi orang tua !! "


" Bee ... "


" Sayang .... "

__ADS_1


__ADS_2