Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
125


__ADS_3

" Vin !!! Tunggu !! "


Vina yang baru saja akan melangkahkan kakinya masuk ke ruang perpustakaan menjadi terhenti , dilihatnya Sherly sedang berlari kecil ke arahnya . Sejak tinggal dua hari yang lalu dia belum bertemu dengan sahabatnya itu . Kabarnya dia sedang ikut orang tuanya pergi ke luar kota . Sayangnya saking sibuknya Vina sampai lupa untuk mengabari sahabatnya itu .


" Tunggu Vin , aku mau bicara denganmu ! "


Vina terkejut ketika dengan tiba tiba Sherly mendorong tubuhnya hingga ia mundur beberapa langkah . Sangat terlihat raut marah di raut sahabatnya itu .


" Sher ada apa denganmu ?? Kita bicara disana saja " Vina masih mencoba bersabar , dia tak mau bersitegang dengan sahabatnya sendiri apalagi ini masih di area kampus . Vina mengajak Sherly berbicara di area samping kampus karena hanya tempat itu yang lumayan sepi .


" Brengsek kamu Vin !! Kamu bener bener serius berhubungan sama Kak Martin !!?? Temen makan temen ya kamu ... " ketus Sherly dengan pandangan tajam pada Vina .

__ADS_1


" Maksud kamu apa !? "


" Seharusnya aku yang bertanya seperti itu , maksudmu apa hahh ?? Kita bersahabat sudah lama dan kamu tahu aku naksir berat sama Kak Martin ! Aku kira kau hanya main main sama dia , aku kira kau tidak akan setega itu padaku !! Kau bermain di belakangku ... kau gunakan cara kotor untuk menjeratnya !! " sinis Sherly menunjukkan layar ponselnya ke arah Vina .


Mata Vina memicing ketika melihat sebuah rekaman video yang memperlihatkan Martin yang keluar dari kamar kosnya . Video berdurasi beberapa detik itu memperlihatkan seolah mereka baru saja ada di kamar berdua , dan semua orang pasti berpikir mereka telah melakukan hal yang iya iya . Padahal itu adalah video ketika Gibran dan Martin ikut membantunya menata rumah kosnya yang baru akan dia tempati . Banyak barang yang harus di tata agar lebih nyaman untuk ditinggali .


" Tapi ini tidak seperti yang kau pikir Sher , kami tidak sendiri waktu itu ! Ada Kak Gibran di sana .... " ujar Vina mencoba menjelaskan kenyataannya .


" Kau ingin memilikinya ?? Bukannya kau sudah bersama Zacky !? Jangan salah paham padaku ... Hubungan kami mengalir begitu saja , tidak dengan cara jebak menjebak seperti yang kau pikirkan !! " Vina kaget dengan reaksi Sherly yang seperti ini . Dia dan Sherly memang sudah mengidolakan Martin sejak mereka masuk ke kampus ini . Tapi setahunya Sherly tidak tertarik untuk menjadi milik ketua mahasiswa yang tampan itu karena selera Sherly adalah pria pria kalangan atas yang selalu hidup penuh kemewahan . Martin memang pria paling berkharisma , tapi pria itu selalu tampil sederhana . Berangkat ke kampus pun hanya dengan menggunakan motor matic biasa .


" Jika begitu lepaskan dia !! Berikan dia padaku .... sekarang giliranku ! " seru Sherly , sejak semua mahasiswa tahu jika Vina adalah pacar dari ketua mahasiswa , mereka menjadi bersikap lebih sopan dan lebih hormat pada sahabatnya itu . Dia melihat Vina menjadi lebih di hargai , padahal sahabatnya itu sekarang tampilannya semakin sederhana .

__ADS_1


Vina bukan lagi gadis seksi yang penampilannya mengundang hasrat kaum adam di kampusnya . Gadis itu lebih sering mengenakan jeans panjang yang dipadukan blouse atau kemeja panjang oversize . Dan Sherly tahu itu adalah salah satu cara Vina menakhlukkan gunung es paling tampan di kampusnya itu .


" Giliranmu ?? Apa maksud kalian ?? "


Suara Martin membuat dua gadis itu menoleh bersamaan . Dengan senyum smirknya Sherly segera menyahut kata kata pria tampan itu sebelum Vina menjawabnya . Dia juga harus bisa menjadi wanita pendamping ketua mahasiswa tampan itu .


" Kami memang sudah berjanji untuk bergantian memilikimu ... jika dia sudah bosan maka setelahnya adalah giliranku . Kau pikir dia mencintaimu dengan tulus ?? Jangan terlalu naif Kak , selera Vina jauh lebih tinggi ! Dan aku mengakui jika dia memang sangat pintar . Hanya dalam hitungan hari dia bisa mendapatkan hatimu ... " kata Sherly memprovokasi pria tampan di depannya .


" Apa itu benar sayang !? " tanya Martin menatap tajam ke arah gadisnya .


" K-kak ... "

__ADS_1


__ADS_2