Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
9


__ADS_3

Pagi harinya Gista sedikit terkejut ketika menemukan lnem sudah ada duduk di depan rumahnya . Wanita itu tampak membawa satu plastik besar sesuatu .


" Mbak lnem kok pagi pagi sudah datang kesini ? Tidak takut kesiangan kerjanya !? "


" Hari ini saya ijin tidak masuk kerja , kepengen nemenin Nyonya disini . Siapa tahu Nyonya butuh bantuan saya . Secara kan Nyonya belum kenal benar daerah sini . O iya , ini saya beli kangkung , bumbu sama tahu buat masak hari ini . Sengaja belinya secukupnya karena tidak ada lemari pendingin di sini "


" Malah jadi ngerepotin Mbak lnem, tapi terima kasih buat semuanya . Nanti saya mau minta tolong buat antar ke pasar "


" Pasarnya deket banget Kok Nyonya ... ehmmm saya panggil Non saja ya , boleh ?? Kan Nyonya Gista sudah jadi gadis lagi . Di seberang jalan besar sana pasar induk , lengkap !! Tapi mending belanja sayurnya tempat Mak Sri saja deh Non , dipasar kan banyak tukang palaknya "


" Mak Sri jualan sayur juga !? Tapi kan harganya pasti lebih miring di pasar Mbak , lumayan bisa ngirit pengeluaran "


lnem tertawa kecil rasanya lucu mendengar Gista berbicara tentang ' mengirit ' pengeluaran . Setahunya wanita cantik itu punya kantong ajaib yang mampu mengeluarkan uang tiap harinya .

__ADS_1


" Saya kan bukan istri siapa siapa lagi , jadi sudah saatnya cari makan sendiri Mbak, "


" Ya sudah ayo saya antar ke pasar , sekalian beli bubur ayam buat sarapan . Kita jalan kaki saja sekalian olah raga, "


" Baik aku siap siap dulu Mbak , tunggu sebentar. "


Gista keluar setelah mengambil dompetnya , dan mereka segera pergi sebelum hari terlalu siang karena rencananya Gista ingin pergi ke kota untuk mencari kerja . Kerja apa saja akan ia lakukan yang penting bisa menyambung hidupnya .


Sudah lama sekali Gista tidak pergi ke pasar , wanita cantik itu terlihat terbatuk batuk karena asap motor dan angkot yang mengebul di jalan . Tapi beruntung pasar itu terlihat cukup bersih dan rapi , tidak kotor atau becek seperti bayangannya .


Pandangan kagum itu tak terkecuali pada seorang pria muda yang sedang minum kopi di warung kecil pinggir pasar .


" Jangan dilihatin terus Mas , nanti bisa napsu ... ujung ujungnya malah dosa lho ! Makanya cepetan nikah biar halal , nggak bikin dosa, "

__ADS_1


" Apaan sih Mas Jarwo , emang enak apa kalau punya istri ?? Harus cari uang ekstra buat kasih makan . Wong nggak ngutang di warung saja udah alhamdulilah . Lagipula nggak usah cantik cantik kaya gitu kalau cari istri , makan ati terus kebanyakan biaya ! " sahut pria yang terlihat masih sangat muda itu .


" Jangan seudzon dulu Mas Bram , wanita cantik juga ciptaan Allah . Pada dasarnya semua ciptaannya itu baik kalau menurut saya . Mas Bram lihat lnem istri saya kan ?? Nggak terlalu cantik , tapi masakannya itu suuueeeddeeppp .... enak pol ! Pandai melayani suami , bikin betah di rumah "


Bram tertawa mendengarnya , sudah beberapa kali ia memang sudah bertemu dengan istri Jarwo yang bernama lnem itu . Jarwo benar , wanita itu memang sangat ramah . Pria dengan wajah sangar dan bertatto itu adalah pria yang sangat mencintai istrinya .


Mereka bukan pasangan kaya raya tapi Bram bisa melihat keduanya saling menghargai satu sama lain . Berbeda jauh dengan papanya yang merupakan orang ternama dan konglomerat kaya . Walaupun hidup berkecukupan nyatanya papanya tidak mensyukuri apa yang dia punya . Sama sekali tidak menghargai mamanya yang sudah mendampingi hidupnya selama lebih dari tujuh belas tahun . Hanya karena empat bulan sakit menjadikannya alasan untuk menikahi wanita yang jauh lebih muda darinya .


Ya , pria muda itu adalah Bram . Sudah satu tahun ini dia bekerja sebagai tukang ojek di pasar . Tak sekalipun dalam satu tahun itu ia berniat pulang ke rumahnya . Sekarang kerasnya hidup di jalanan adalah makanan sehari harinya .


Tapi Bram merasa Allah nyatanya terlalu baik padanya , walau hidup sangat sederhana bahkan sering kekurangan tapi selalu saja ada orang orang baik di sekitarnya .


Hingga dia spontan menoleh ketika suara Jarwo memanggil seseorang dengan sangat mesra .

__ADS_1


" Lhohhh sayangkuhhhh juga mau ngopi sama Mas to ? Selamat pagi Nyonya .... "


__ADS_2