Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
66


__ADS_3

" Kau suka yang ini sayang ? "


" Terlalu ramai modelnya Bram , aku lebih suka yang simpel ! "


Bram dan Cahaya sedang berada di toko perhiasan untuk membeli cincin kawin dan keperluan seserahan acara pernikahan mereka lusa . Baru kali ini mereka di pertemukan setelah selama sepuluh hari ini benar benar disibukkan dengan pekerjaan mereka .


Dan panggilan sayang sudah Bram berikan pada calon istrinya setelah dua keluarga sudah menentukan hari pernikahan mereka . Dia tak pernah mempermasalahkan jika Cahaya belum mempunyai panggilan khusus untuknya .


Dua keluarga memang tidak ingin menunda lagi pernikahan mereka , karena mereka pikir lebih cepat lebih baik . Dalam sepuluh hari itu Gibran selalu saja mengirim pesan yang berisi teror untuk Cahaya . Pernah sekali waktu mantan suaminya itu datang ke kediamannya , sesuai dengan ancamannya .


Tapi Lena bisa menyikapi kedatangan mantan suami putrinya dengan baik walau ia tahu ada maksud tidak baik di balik kedatangan Gibran itu . Cahaya tidak pernah bercerita pada siapapun tentang teror itu , ia khawatir jika ulah Gibran malah akan mengganggu rencana pernikahannya dengan Bram .


" Yang ini saja ... " tunjuk Cahaya pada satu set perhiasan di depannya . Cincin , gelang dan kalung yang terbuat dari emas putih yang dihiasi berlian berwarna hijau gelap .


" Pilihan yang sangat bagus , ini set berlian terbaik di toko kami Nyonya . lni akan membuat anda semakin berkilau di hari pernikahan besok, " ucap seorang pria yang merupakan manager di toko perhiasan itu .


Sang manager sendiri yang turun tangan karena tahu jika mereka memiliki tamu yang sangat istimewa . Dua orang pewaris tunggal dari dua perusahaan besar . Dan usahanya tidak sia sia karena pasangan itu membeli perhiasan termahal ditokonya .


Bram memberikan satu kartunya untuk diserahkan pada manager , dan pria manager itu menyerahkan set perhiasan untuk dibungkus dan sedikit dihias agar pantas di bawa saat seserahan .

__ADS_1


Tapi sesaat kemudian mereka mendengar suara ribut di luar ruangan yang khusus disediakan manager agar Cahaya dan Bram lebih nyaman dan leluasa untuk memilih koleksi perhiasan di tokonya .


" Maaf Tuan .. Nona ... saya lihat keluar sebentar , maaf atas ketidaknyamanan ini ! Saya mohon tunggu sebentar sementara saya akan memproses pembayarannya, " ujar sang manager yang segera keluar ingin melihat keributan di luar ruangan .


" Tidak apa apa , anda sudah lakukan pekerjaan anda dengan sangat baik , terimakasih ! "


Sang manager keluar dan melihat pelayan tokonya sedang berhadapan dengan dua orang wanita yang tampaknya dari kalangan atas , dua wanita itu tampak ingin merebut kotak perhiasan milik pasangan yang baru saja ia layani .


" Ada apa ? Ada yang bisa saya bantu !? " ujar sang manager mencoba menenangkan dua wanita yang masih sewot itu .


" Apa begini pelayanan toko ini pada pelanggan seperti kami ?? Pegawai anda sudah tidak sopan dengan menganggap kami miskin !! Dia pikir kami tidak bisa membeli barang yang sedang dia bawa itu .... "


" Saya mohon maaf sebesar besarnya , tapi perhiasan ini sudah dipesan . Anda bisa memilih koleksi bagus lainnya di toko kami , saya rasa ada banyak perhiasan yang cocok untuk anda Nyonya ... "


" Aku sanggup bayar dua kali lipat !! Berikan perhiasan itu padaku .... " salah satu dari wanita itu mulai menunjukkan sisi arogannya .


" Maaf , kami tidak bisa Nyonya .... "


" Ada apa !? Apa kau sudah memproses pembayarannya !? Aku tidak bisa menunggu terlalu lama karena sebentar lagi kami ada kepentingan lain ... " Bram yang tidak sabar menunggu mengajak Cahaya keluar dari ruangan manager .

__ADS_1


Cahaya yang mengenal salah satu wanita yang sedang ada di depan sang manager ingin mendekat . Tapi wanita yang tak lain adalah Sofi membuang mukanya seakan tidak mau melihat lagi mantan menantunya .


" Apa kabar lbu ?? "


" Hariku menjadi buruk karena bertemu denganmu !! " sahut Sofi ketus tanpa sekalipun melihat ke arah Cahaya .


Sedang Cahaya meraih lengan Bram yang tadinya ingin merangsek maju karena tidak suka calon istrinya diperlakukan dengan tidak sopan . Dia menggeleng pelan seakan melarang Bram bertindak gegabah .


" Kami tidak mengenal anda Nyonya ... jadi saya minta berlakulah sedikit sopan ! " hardik Bram sedikit ketus .


" Cihh tidak ada untungnya bersopan sopan pada orang orang miskin seperti kalian . Apa mereka sedang meminta sumbangan di toko ini !? " tanya Sofi pada sang manager hingga pria itu menatap pasangan didepannya dengan raut penuh permohonan maaf .


" Kau mengenalnya !? " lirih Bram pada calon istrinya .


" Beliau ibunya Mas Gibran ... "


" Pantas saja anaknya menjadi b*jingan , ternyata ibunya juga brengs*k !! Sekali kali kita harus beri dia pelajaran ... " gumam Bram yang langsung menarik tangan Cahaya untuk lebih dekat pada dua wanita sombong itu .


" Braaammmm ... "

__ADS_1


__ADS_2