
" Mbak Gista mau berangkat kerja ya !? lni lho Emak bikin salad sayur lumayan bisa buat ganjel perut saat makan siang, " ujar Mak Sri menyerahkan dua kotak makan berwarna pink kepada Gista .
" Jangan repot repot Mak , jadi nggak enak Gista kalau begini terus . Kemarin dikasih lontong opor , sekarang salad sayur .... " Gista yang melihat isi kotak makan mencoba menahan senyumnya . Ternyata salad sayur yang di maksud tetangga depannya adalah nasi pecel . Tapi apapun itu baginya Mak Sri adalah tetangga yang baik .
" Biasa ya Mbak , ehmmm itu yang satu buat si ganteng !! " bisik Mak Sri cukup keras .
Gista mengangguk dan tertawa kecil , sesuatu yang menghibur ketika melihat tetangganya itu jatuh cinta pada Pak Alif , si kulkas dua pintu .
Benar saja tak lama setelah itu sebuah mobil SUV mewah terlihat datang menjemputnya . Gista segera mengambil tas kerjanya , sedangkan Mak Sri buru buru menata rambut dan mengibaskan daster panjangnya yang berwarna merah . Tentu saja agar terlihat menawan di hati pria pujaannya.
" Mari Pak Mase duduk dulu , Mbak Gista lagi ambil tas ... " Mak Sri menyapa Pak Alif yang turun dari mobilnya , pria itu hanya menganggukkan sedikit kepalanya tanpa ekspresi apapun di wajahnya .
Tapi hal itu malah membuat hati Mak Sri menjerit kegirangan , wanita itu menganggap pria yang tidak bisa tersenyum adalah pria keren dan cool . Itu yang sering di ucapkan anak perempuannya jika melihat pria pria berkulit putih dari negeri gingseng yang menari nari di dalam layar televisinya .
" Gista pamit dulu ya Mak Sri ! Dan ini saladnya pasti saya kasih ke Pak Masnya Emak " lirih Gista dengan melambaikan tangannya .
__ADS_1
" Ya sudah ... hati hati di jalan Mbak Gista , pelan pelan bawa mobilnya ya Pak Mase !! " teriak Mak Sri seolah sudah mengenal Pak Alif cukup lama .
Sampai di pertigaan yang mengarah ke jalan raya mobil mereka berpapasan dengan motor Bram yang kebetulan mogok di tengah jalan . Hingga mau tidak mau Pak Alif menghentikan mobilnya .
Menyadari ada mobil di depannya Bram buru buru ingin menepikan motornya , tapi matanya seketika menjadi nanar ketika mengetahui mobil yang sudah sangat ia hafal sebagai mobil milik sugar Daddy milik Gista .
Niatnya untuk menepikan motor urung dia lakukan , Bram malah berdiri seolah menantang Pak Alif yang sedang duduk dibelakang kemudi . Gista yang tanggap situasi segera turun dari mobil , dia hanya ingin Bram menepikan motornya .
" Bram bisakah kau tepikan motornya sebentar ?? Bagaimana tanganmu , apa sudah sembuh ?! Aku ... "
" Jangan membuatku muak dengan berpura pura menanyakan keadaanku . Menjijikkan !! Jika pagi kau layani pria tua itu , dan malamnya kau mencari pengusaha tampan kaya raya . Berapa mereka membayarmu !? "
" Bayar ?? Maksudmu ?! "
" Maksudku adalah berapa mereka membayar tubuhmu !! Bukankah kau menjual tubuhmu pada mereka hanya untuk mendapatkan uang ?? Aku juga punya banyak uang , jika malam ini mereka tidak memakaimu maka datanglah padaku . Aku bisa membayarnya dua kali lipat ... "
__ADS_1
" Jaga mulutmu Bram !! "
PLAKKKK .... PLAKKKKK
Reflek Gista mengayunkan tangannya dengan keras ke wajah pria muda di depannya . Dia tak mengira Bram bisa sepicik itu menilainya .
Pak Alif segera turun ketika melihat Nona Mudanya murka . Tadi ia mengira jika Gista sedang menyapa salah satu tetangganya .
" Ada apa Nona ?? Nona tidak apa apa ?? "
" Hahhh lucu sekali bahkan dia memanggilmu Nona , kurasa panggilan yang cukup romantis !! Pasangan yang sama sama menjijikkan , dia bahkan pantas jadi putrimu, "
Untuk menghindari keributan di pagi hari begini Gista langsung meminta pak Alif masuk ke dalam mobil dan segera berangkat kembali .
" Hei kenapa harus malu hahh !??? Memang itulah dirimu , seharusnya kau malu pada dirimu sendiri ... " pekik Bram masih terdengar menghinanya .
__ADS_1
" Jangan hiraukan dia Pak , kita berangkat saja ! Jam kerja sudah hampir di mulai. "
" Baik Nona, " jawab Pak Alif dengan raut masih tenang . Pria itu tahu Nona Mudanya masih shock dengan kata kata kasar yang dilontarkan pria bermotor itu , jadi ia memilih diam . Pak Alif berpikir ia bisa menyelidiki pria itu sendiri nanti tanpa sepengetahuan Gista . Keselamatan dan kenyamanan Gista adalah prioritas utamanya karena sudah di pastikan jika wanita muda disampingnya sebenarnya adalah putri kandung dari Lena Wijaya . Putri yang pernak hilang di culik ketika masih ada di rumah sakit , dia adalah Cahaya Cinta Wijaya .