
Bram berniat untuk datang ke pangkalan ojek malam ini . Sebelum pulang dia sempat membuat onar dengan menghajar preman yang menjadi musuh bebuyutan dengannya . Bram khawatir peristiwa itu akan berbuntut panjang dan berimbas pada teman teman di pangkalan ojek saat ini .
" Kamu mau kemana Bram ?? Kok sudah rapi begitu !? " tanya Hardian ketika melihat putranya sudah rapi dan mengenakan jaket kulit warna hitam dengan menenteng helm .
" Sebentar Pah ... "
" lni sudah malam , besok kau juga harus berangkat ke kantor pagi pagi sekali . Divisimu harus menyiapkan laporan bulanan nanti, " ujar Hardian mencoba membujuk karena ia tahu kemana putranya akan pergi .
Orang orang Rachel dan Deki masih mengincar Bram , walaupun ia sudah memberi pengamanan pada putranya tapi kemungkinan buruk masih saja bisa terjadi . Dan itu yang paling dia hindari !
" Tenang saja Pah , Bram paling cari angin sebentar terus pulang ... "
__ADS_1
Hardian hanya bisa menghela nafasnya ketika mendengar suara motor sport putranya . Motor yang selama satu tahun ini hanya teronggok di garasi , supir yang kadang memanasi mesinnya agar tidak rusak . Kemudian ia meraih ponselnya dan menelpon seseorang .
" Putraku baru saja keluar rumah jaga dia baik baik , perketat penjagaan ! "
Sementara Bram yang sudah lama naik motor sportnya seperti orang kesetanan , ia injak gasnya dalam dalam dan dengan lincah memainkan koplingnya . Hingga ia menyadari jika dari tadi sebuah mobil hitam selalu ada di belakangnya .
Saat di lampu merah pun mobil itu tidak berusaha melewatinya padahal punya kesempatan baik untuk itu . Bram menyadari jika dia sedang di ikuti seseorang yang ia tidak tahu bermaksud baik atau buruk padanya .
Bram semakin mempercepat laju motornya dan mulai masuk ke jalan dan gang kampung , berharap mobil hitam penguntitnya kehilangan jejak dirinya . Mobil sebesar itu tidak akan muat untuk masuk gang gang sempit seperti yang sedang di laluinya .
Untung saja sejak menjadi tukang ojek ia sedikit banyak mulai hafal dengan jalan , jadi ia tidak menemukan kesulitan yang berarti untuk bisa kembali ke jalan raya .
__ADS_1
Benar saja , ketika Bram sudah kembali ke jalan raya mobil itu sudah tidak terlihat lagi . Sepertinya mobil itu sudah benar benar kehilangan jejaknya . Setelah beradu kecepatan pria muda itu merasa sedikit lelah , karena merasa haus ia meminggirkan kendaraannya ke sebuah warung pinggir jalan yang terlihat sangat ramai . Bram memarkir motornya diarea samping warung , area yang tidak tersorot lampu jadi tidak mudah terlihat dari arah jalan raya .
Awalnya ia hanya ingin membeli es teh untuk mengobati dahaganya , tapi melihat orang orang makan dengan lahap sajian bakso di depan mereka perutnya juga menjadi minta di isi .
Bram segera ke dalam untuk mencari tempat duduk dan memesan makanannya . Tanpa melihat sekitarnya Bram duduk di meja yang tampak masih ada bangku kosongnya . Tanpa Bram sadar dua wanita cantik sedang melihat ke arahnya . Satu wanita sedang melihatnya heran , sedang satu wanita yang lain melihatnya dengan tatapan memuja . Bukan hanya satu wanita saja tapi setiap hawa di tempat itu terkesima dengan penampilannya saat ini .
Hingga akhirnya dua mata itu bertemu , seketika hati Bram jungkir balik ketika melihat tatapan teduh itu . Nyatanya sekuat apapun gadis berusaha membenci wanita di depannya , hatinya malah semakin tersiksa dan menderita . Tatapan itu tetap penuh kasih walau tempo hari ia sudah sangat menghinanya , tak ia temukan kebencian di sorot mata teduh itu .
" Bram ?? "
" K-kau ..... "
__ADS_1