Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
120


__ADS_3

TOKKK ....TOOKKK


Vina kaget ketika seseorang mengetuk pintu kamar kosnya , sedikit was was ia intip dari jendela siapa tamunya . Tapi ia bernafas dengan lega karena Martin yang ada di teras kamarnya . Pria itu membawa sebuah kresek hitam yang mungkin berisi benda yang ia butuhkan untuk hidup di kamar kos ini .


" Kak Martin kok bisa masuk ?? Bukannya Kakak bilang ini kos khusus perempuan ya !? Di depan kan sudah ada plakatnya jika laki laki dilarang masuk, " ujar Vina melihat ke arah kamar kos lain karena merasa tidak enak dengan penghuni lain .


" Pemilik kos ini adalah mantan ketua BEM yang sebelumnya , alumni terbaik diangkatannya . Dia menikah muda dan membuat usaha kos kosan di sini . Tapi sayang dia sekarang bekerja di Kalimantan dan tinggal disana bersama anak dan istrinya . Jadi sekarang adiknya yang menggantikannya menjadi pemilik usaha ini. "


" Terus ada hubungan apa Kak Martin dengan adiknya itu ?! " tanya Vina menerima kantong kresek hitam yang ternyata berisi dua bungkus makanan .


" Sangat baik , seperti kakaknya sekarang dia juga menjabat sebagai ketua BEM . Semoga juga menjadi lulusan terbaik tahun ini ! "


Vina terlihat berpikir tapi kemudian menatap pria di depannya dengan tatapan sebal .


" Hisshhh muter muter nggak jelas ! Bilang saja kalau Kak Martin yang punya kosan ini . Potong harga ya , jangan kemahalan tarifnya " ujar Vina sambil membuka kresek hitam dan mengeluarkan isinya . Dia sedikit bingung dengan apa yang akan di lakukan pada dua bungkusan itu . Sesaat kemudian dia masuk dan keluar dengan membawa alat makan . Vina memindahkan isi bungkusan keatas piring .

__ADS_1


Martin hanya tersenyum dan geleng geleng kepala melihatnya , dia sangat maklum pasti gadisnya tidak pernah makan beralas kertas minyak seperti dirinya .


" lni apa ?? "


" Nasi Padang " jawab Martin yang sebenarnya ingin tertawa karena gemas melihat Vina yang menatap nasi di atas piringnya dengan rasa heran .


" Kok jadi kayak gini sih Kak nasinya ?? lni layak makan kan ? Kok ayamnya kecil banget ? Sambel sama kuahnya udah campur semua ke nasinya, " keluh Vina yang baru pertama ini makan nasi bungkus .


" Ckk namanya juga porsi pelajar , murah meriah yang penting kenyang ! Lain kali nggak usah dipindah ke piring jadi kamu nggak capek nyuci piringnya . Sudah biasa anak kos seperti kita makan diatas kertas minyak . Sini piringnya .....aaakkk !! " Martin mengambil piring dan menyuapi gadisnya . Walau masih merasa aneh tapi Vina membuka mulutnya . Gadis itu mengunyah dan terlihat masih menebak rasa . Dia belum sadar jika baru saja makan disuapi pria di depannya .


" He em , lumayan ... katanya yang penting kenyang, " jawan Vina yang kembali membuka mulutnya ketika Martin menyuapinya lagi . Pria itu sengaja mengajak bicara tentang hal yang berkaitan dengan kampus agar tidak menyadari jika dia masih menyuapinya . Hingga habis separuh porsi baru Vina menyadari jika dia sudah makan dari suapan Martin .


" Lhohhh kok jadi disuapin sih ?? Kak Martin tidak makan ?? Keburu dingin nanti, "


" Kenyang lihat kamu makan ... "

__ADS_1


" Ya sudah besok besok kalau lapar lihat aku makan saja , bisa ngirit ! Makan gih terus pulang .... bisa bisa digerebek warga kalau Kakak kelamaan di sini " kata Vina meraih piring yang dipegang Martin untuk meneruskan makannya .


" Kebeneran jadi nggak kelamaan meritnya , enak kali nikah muda !! " sahut Martin .


" Kak Martin serius mau nikahin Vina ?? "


" Banget !!! Ya ngapain juga pacaran kalau nggak nikah . Kamu mau nikah sama aku ?? "


" Mau ... bawa aku pergi dari rumahku , aku tidak ingin kembali lagi kesana ! "


" Tapi sekarang kau sudah bersamaku "


Vina meletakkan piringnya dan meminum segelas air , ada raut kecewa di wajah cantiknya .


" Ya sudah besok aku bicara pada Kak Gibran , jika di ijinkan maka aku akan segera menikahimu . Aku bukan pria kaya raya , tapi sekuat tenaga akan aku buat kau hidup bahagia, " kata Martin meraih tangan gadisnya dan mengecupnya sekilas .

__ADS_1


" Aku tahu ... "


__ADS_2