
TOKKK ....TOOKKK
Vina kaget ketika seseorang mengetuk pintu kamar kosnya , sedikit was was ia intip dari jendela siapa tamunya . Tapi ia bernafas dengan lega karena Martin yang ada di teras kamarnya . Pria itu membawa sebuah kresek hitam yang mungkin berisi benda yang ia butuhkan untuk hidup di kamar kos ini .
" Kak Martin kok bisa masuk ?? Bukannya Kakak bilang ini kos khusus perempuan ya !? Di depan kan sudah ada plakatnya jika laki laki dilarang masuk, " ujar Vina melihat ke arah kamar kos lain karena merasa tidak enak dengan penghuni lain .
" Pemilik kos ini adalah mantan ketua BEM yang sebelumnya , alumni terbaik diangkatannya . Dia menikah muda dan membuat usaha kos kosan di sini . Tapi sayang dia sekarang bekerja di Kalimantan dan tinggal disana bersama anak dan istrinya . Jadi sekarang adiknya yang menggantikannya menjadi pemilik usaha ini. "
" Terus ada hubungan apa Kak Martin dengan adiknya itu ?! " tanya Vina menerima kantong kresek hitam yang ternyata berisi dua bungkus makanan .
" Sangat baik , seperti kakaknya sekarang dia juga menjabat sebagai ketua BEM . Semoga juga menjadi lulusan terbaik tahun ini ! "
Vina terlihat berpikir tapi kemudian menatap pria di depannya dengan tatapan sebal .
" Hisshhh muter muter nggak jelas ! Bilang saja kalau Kak Martin yang punya kosan ini . Potong harga ya , jangan kemahalan tarifnya " ujar Vina sambil membuka kresek hitam dan mengeluarkan isinya . Dia sedikit bingung dengan apa yang akan di lakukan pada dua bungkusan itu . Sesaat kemudian dia masuk dan keluar dengan membawa alat makan . Vina memindahkan isi bungkusan keatas piring .
__ADS_1
Martin hanya tersenyum dan geleng geleng kepala melihatnya , dia sangat maklum pasti gadisnya tidak pernah makan beralas kertas minyak seperti dirinya .
" lni apa ?? "
" Nasi Padang " jawab Martin yang sebenarnya ingin tertawa karena gemas melihat Vina yang menatap nasi di atas piringnya dengan rasa heran .
" Kok jadi kayak gini sih Kak nasinya ?? lni layak makan kan ? Kok ayamnya kecil banget ? Sambel sama kuahnya udah campur semua ke nasinya, " keluh Vina yang baru pertama ini makan nasi bungkus .
" Ckk namanya juga porsi pelajar , murah meriah yang penting kenyang ! Lain kali nggak usah dipindah ke piring jadi kamu nggak capek nyuci piringnya . Sudah biasa anak kos seperti kita makan diatas kertas minyak . Sini piringnya .....aaakkk !! " Martin mengambil piring dan menyuapi gadisnya . Walau masih merasa aneh tapi Vina membuka mulutnya . Gadis itu mengunyah dan terlihat masih menebak rasa . Dia belum sadar jika baru saja makan disuapi pria di depannya .
" He em , lumayan ... katanya yang penting kenyang, " jawan Vina yang kembali membuka mulutnya ketika Martin menyuapinya lagi . Pria itu sengaja mengajak bicara tentang hal yang berkaitan dengan kampus agar tidak menyadari jika dia masih menyuapinya . Hingga habis separuh porsi baru Vina menyadari jika dia sudah makan dari suapan Martin .
" Lhohhh kok jadi disuapin sih ?? Kak Martin tidak makan ?? Keburu dingin nanti, "
" Kenyang lihat kamu makan ... "
__ADS_1
" Ya sudah besok besok kalau lapar lihat aku makan saja , bisa ngirit ! Makan gih terus pulang .... bisa bisa digerebek warga kalau Kakak kelamaan di sini " kata Vina meraih piring yang dipegang Martin untuk meneruskan makannya .
" Kebeneran jadi nggak kelamaan meritnya , enak kali nikah muda !! " sahut Martin .
" Kak Martin serius mau nikahin Vina ?? "
" Banget !!! Ya ngapain juga pacaran kalau nggak nikah . Kamu mau nikah sama aku ?? "
" Mau ... bawa aku pergi dari rumahku , aku tidak ingin kembali lagi kesana ! "
" Tapi sekarang kau sudah bersamaku "
Vina meletakkan piringnya dan meminum segelas air , ada raut kecewa di wajah cantiknya .
" Ya sudah besok aku bicara pada Kak Gibran , jika di ijinkan maka aku akan segera menikahimu . Aku bukan pria kaya raya , tapi sekuat tenaga akan aku buat kau hidup bahagia, " kata Martin meraih tangan gadisnya dan mengecupnya sekilas .
__ADS_1
" Aku tahu ... "