Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
94


__ADS_3

" Nggak usah senyum senyum gitu Bee , ltu muka nyebelin banget rasanya !! " kata Cahaya mencubit lembut pipi suaminya yang masih saja memandangi amplop pemberian papanya . Dia tahu apa yang sedang di bayangkan oleh pria muda yang sudah menjadi suaminya itu .


" Seneng banget bisa tiga minggu berduaan sama kamu di kamar ... ehhh maksudku bulan madu jalan jalan !! "


" Tuuhhhh kan !! Kita itu dapat paket jalan jalan loh yaa .... bukan paket ngamar seharian !! Masa sampai Eropa cuma mau numpang ' ngamar ' sih Bee ?? Kalau cuma kaya gitu sih di rumah juga bisa . Udah biasa kan kamu sekap aku di kamar seharian ... " gerutu Cahaya .


" Mana pernah sayang ! Kalau siang paling nyempil sekali dua kali doang .... " kilah Bram yang ingin lebih banyak waktu untuk berdua dengan belahan jiwanya .


Bram terkejut ketika tiba tiba wanita halalnya baik kepangkuannya , mereka sedang ada di kursi sofa yang ada di balkon kamar Bram di kediaman Sadewo .


" Boleh aku bertanya ?? Sebenarnya sudah lama aku ingin menanyakan ini padamu . Tapi aku mohon jawab dengan jujur Bee .... "


" Kok nada nadanya pertanyaan kamu bikin takut sih sayang !? Tapi akan aku jawab dengan jujur karena aku memang tidak pernah bohong sama kamu, " jawab Bram mengelus lembut punggung sang istri yang hanya mengenakan daster model tali yang memperlihatkan bahu putihnya itu .


" lni tentang malam resepsi kita di hotel , saat kau meninggalkan aku dihotel sendirian . Sampai saat ini aku tidak pernah tahu kenapa kau tiba tiba marah dan meninggalkan aku . Waktu itu aku berpikir positif jika kau sibuk dengan pekerjaanmu , tapi jujur hal itu masih menjadi pertanyaan besar yang belum bisa hilang di pikiranku . lni bukan hanya tentang pekerjaanmu saja kan Bee?! "

__ADS_1


Bram menghembuskan nafasnya , ia masih ingat betul jika malam itu dia terbakar cemburu karena mengira istrinya diam diam bertemu dengan Gibran di toilet hotel . Dengan jelas ia bisa melihat Gibran tersenyum menyeringai seolah mengatakan jika dia adalah pria bodoh yang bisa ditipu . Dan pria itu benar , nyatanya rasa cemburu membuatnya mampu meninggalkan wanitanya .


" Haruskah aku jawab ?! "


" Dari awal aku selalu berkata jika aku ingin rumah tangga kita di dasari dengan kejujuran dan saling terbuka . Jangan sembunyikan apapun karena aku juga tidak pernah menyembunyikan apapun padamu ... "


Bram meraup kasar wajahnya , jika dia jujur kemungkinan wanita di pangkuannya akan murka besar . Tapi dia sama sekali tak bisa mengelak dari pertanyaan istrinya .


" Waktu itu aku marah karena aku cemburu, " cicit Bram .


" Waktu itu aku melihat pria brengsek itu ada di koridor toilet wanita , karena kebodohanku aku berpikir jika kalian sengaja diam diam bertemu disana . Maksudku dia membuatnya seolah olah jika kau masih mencintainya ! "


Cahaya terpaku , di malam kedua pernikahannya pria yang sudah menjadi suaminya menuduhnya selingkuh . Pantas saja malam itu sikap Bram berubah ketus padanya , tanpa terlebih dulu bertanya kebenarannya pria itu meninggalkannya sendirian di kamar hotel .


" Jadi hanya karena itu kau mampu meninggalkan aku sendiri Bee ?? Jika suatu saat secara tidak sengaja kami bertemu apa kau juga akan meninggalkan aku lagi ?? Kita sudah terikat tali suci pernikahan , apa itu tidak berarti untukmu ??! Kenapa kau lebih percaya pada tipu muslihatnya !? Cinta seperti apa yang kau punya untukku Bee ?? "

__ADS_1


Bram sedikit panik ketika Cahaya turun dari pangkuannya , tampak sekali wajah kecewa dari wanita halalnya .


" Sayang .... maafkan aku " ujar Gibran menahan tangan cahaya yang sepertinya ingin beranjak dari sofa . Tapi nyatanya Cahaya tidak meninggalkannya , dia tetap duduk disampingnya walau sepertinya enggan untuk melihat ke arahnya .


" Kenapa harus terulang lagi padaku ? Dulu aku gagal dalam pernikahan karena adanya rasa tidak percaya , karena dia lebih percaya dengan apa yang dilihat mata daripada pada hati nuraninya . Dan kini .... sama saja ! Kaupun lebih percaya pada matamu daripada hatimu . Jika suatu saat hal seperti ini terjadi lagi apa kau akan percaya kepadaku ?? "


" Jangan bandingkan aku dengan bajingan itu !! Aku tahu aku salah , tapi aku sudah menyesal . Aku berjanji tidak akan mengulangi ini lagi ! "


Cahaya memejamkan mata ketika mendengar nada suara sang suami yang sedikit ketus . Bukannya membujuknya tapi pria itu malah marah karena dia sudah menyinggung tentang mantan suaminya .


" Sayang mau kemana ?! " tanya Bram yang melihat Cahaya melangkah masuk ke dalam kamar .


" Aku lelah Bee , aku ingin tidur .... tolong jangan ganggu aku dulu ! " jawab Cahaya , dia tak bisa bohong jika dia sangat kecewa . Memejamkan matanya untuk istirahat adalah cara paling ampuh untuk kembali menata hatinya .


Sedang Bram sedang merutuki dirinya sendiri , dia bahkan masih bisa marah ketika melihat istrinya kecewa dengan sikapnya . Ternyata sampai saat ini dia belum dewasa untuk menyikapi suatu masalah . Cahaya benar jika dia dan Gibran tak jauh berbeda , mereka sama sama b*jingan yang tak mempercayai wanita yang mereka cintai .

__ADS_1


__ADS_2