
Walaupun sama terkejutnya dengan pria muda yang ada di depannya tapi Cahaya bisa menguasai dirinya sendiri . Dengan senyum ia perlahan berjalan mendekat ke arah ibunya . Sungguh baru ia tahu jika putra dari sahabat baik ibunya adalah pria yang sama dengan pria yang selama ini sudah menyatakan kepemilikan atas dirinya .
Pria muda menyebalkan yang tak pernah berhenti mengejarnya . Tapi setidaknya ia sudah mendengar dari pria itu jika mereka akan menjadi saudara , Bram akan menganggapnya menjadi kakak . ltu artinya ia tidak akan dipusingkan dengan tingkah tingkah konyol pria itu .
" lbu tahu jika kalian sudah saling mengenal satu sama lain . Dia putri ibu yang hilang Bram ... dia adalah Cahaya ! Kalian bicara dulu , lbu akan membantu maid menyelesaikan persiapan makan malamnya, " kata Lena yang ingin memberi kesempatan dua anaknya untuk berbicara .
Mungkin mereka masih terkejut karena tidak menyangka jika mereka adalah putra putri dari dua sahabat yang bahkan sempat berniat menjodohkan mereka .
" Cahaya ..... tidak mungkin !! " lirih Bram ketika Lena sudah pergi dari ruang depan .
" Ckk .. jangan pasang muka seperti itu Bram ! Kau melihatku seolah sedang melihat hantu , duduklah ... " sapa Cahaya sambil menggerutu karena pandangan aneh Bram yang tak lepas darinya .
Bahkan ketika Cahaya sudah duduk Bram masih saja berdiri dengan tatapan tidak percaya ke arahnya .
" Bagaimana bisa !!? " lirih Bram yang kemudian duduk di sisi Cahaya tanpa sekalipun mengalihkan pandangannya . Malam ini wanita dengan dress rumahan itu terlihat seribu kali lebih cantik dari biasanya .
" Jangankan kamu , sampai saat ini saja aku masih tidak percaya jika aku sudah menemukan keluargaku . Terimakasih waktu itu kau mengantarku untuk mencari kerja , waktu itu aku pertama kali bertemu dengan ibuku . Sampai akhirnya aku tinggal di rumah ini. "
" Jadi wanita yang ingin dijodohkan denganku itu .... "
__ADS_1
" Mereka tidak memaksanya Bram !! Mereka paham dengan keadaan kita . Kau juga dengar sendiri tadi jika kau harus memanggilku Kak Aya , kau akan menjagaku seperti kau menjaga kakak kandungmu . Paman , bibi dan ibu tidak berkeberatan jika kita menolak perjodohan ini " sahut Cahaya agar Bram tidak meneruskan kata katanya .
" Siapa bilang aku menolak ??! Aku tidak bisa hidup tanpamu !!! "
" Siapa bilang aku akan meninggalkanmu ?? Kau sudah memanggil ibuku dengan sebutan ibu ! Mau tidak mau kita memang harus selalu bersama seperti harapan mereka ! "
" Sebagai ?? "
" Hissshhhh ... apa kau pikun ?? Kau yang tadi berkeras akan memanggilku kakak !! "
" Tidak mau !! Kau milikku , itu artinya kau akan menjadi pendampingku !! " pekik Bram , dia tidak menyangka jika akan menjadi begini . Wanita yang ia tolak untuk dijodohkan adalah pemilik hatinya ! Bram merutuki dirinya sendiri yang sudah telanjur mengumumkan jika ia tidak menerima keputusan papa , mama dan ibunya .
Cahaya yang tidak mau teriakan Bram terdengar ibunya reflek membekap mulut pria itu dengan kedua tangannya .
Bram meraih tangan lembut yang membungkam mulutnya dan di letakkan di kedua pipinya . Dia semakin erat menggenggam tangan yang ingin lepas darinya .
" Jika perlu aku akan berteriak hingga seluruh dunia tahu jika kau adalah milikku ! "
" Lepaskan tanganku Bram , kita tidak boleh bersentuhan seperti ini !! "
__ADS_1
" Kau duluan yang menyentuhku Nona, kau bungkam mulutku .... "
" Tapi aku tidak sengaja , aku terpaksa !! "
Cahaya menarik tangannya keras ketika samar mendengar suara ibunya yang berbicara pada maid , sepertinya Lena sedang berjalan menuju ke arah mereka .
" Ayo kita makan sayang ! O iya Aya .. ibu lupa bilang padamu , sekarang kau punya saudara dan ibu yakin dia sangat bisa kau andalkan . Sepertinya tidak sulit menjalin persaudaraan karena kalian sudah mengenal sebelumnya . Maaf tapi ibu pernah melihat cctv di area parkir waktu kau membela kakakmu Bram ! " kata Lena yang mengajak dua anaknya untuk memulai makan malam mereka .
" Aku akan menikahinya .... "
Cahaya hanya bisa memejamkan matanya , sedang Lena menatap dua orang muda di depannya penuh rasa tanya . Tapi sesaat kemudian senyum terukir di wajah wanita parubaya itu .
" Tentu saja , kau akan menikahi wanita yang kau cintai . Papamu pernah membahas hal itu pada ibu , dan kami akan selalu mendukungmu ! "
" Maksud Bram adalah aku sangat mencintai putri lbu , sesuai permintaan lbu ... aku akan menjaganya seumur hidupku . Dialah wanita yang selama ini aku cintai ! Aku menolak perjodohan ini karena dia ... maksud Bram semula aku kira dia bukan Cahaya, "
Lena mengangguk dan tersenyum , ia meraih tangan Cahaya dan Bram bersamaan .
" Sekarang kita makan dulu , kita akan bicarakan hubungan kalian nanti . Aku yakin kau juga tahu posisi Cahaya sekarang ! Jika kalian memang berjodoh maka kami sebagai orang tua kalian akan selalu ada di belakang kalian. "
__ADS_1
" Tapi .... "
" Braammm !! " Lena dan Cahaya tertawa bersama ketika secara bersamaan memperingatkan pria muda di samping mereka .