Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
60


__ADS_3

Seperti juga Bram , malam ini Gibran juga harus bertemu dengan wanita yang di jodohkan dengannya . Sebenarnya ia tidak mau datang tapi kehormatan ibunya atau mungkin keluarganya ada di tangannya . Tidak mungkin ia mempermalukan sang ibu di depan keluarga lain yang sedang menunggunya .


Gibran berdecak kasar ketika sampai di area parkir restoran mewah tempat ibunya membuat janji . Sofi juga sudah mengirim pesan jika dia dan keluarga sang wanita sudah datang ke tempat itu . Apapun yang terjadi ia bertekad untuk menolak apapun rencana ibunya .


Gibran segera naik ke lantai atas di mana ibunya sudah mereservasi sebuah private room untuk acara ini . Dia di sambut dengan hangat oleh dua wanita parubaya yang salah satunya adalah ibunya sendiri .


" Dia calon besan lbu , kenalkan dia Nyonya Darsono ! Dan Nyonya ini putra saya yang pernah saya ceritakan pada anda ... Gibran Satya Bagaskara ! "


Wanita itu terlihat menepuk pelan bahunya , jika dilihat dari luar wanita itu memang pantas di sebut sosialita . Gibran tahu semua yang menempel ditubuh parubaya itu adalah barang barang branded , dia tahu karena hampir tiap hari bertemu dengan klien yang memakai barang batang mahal seperti itu .


" Kau tampan sekali Nak , kau pantas bersanding dengan putriku ! Sayang dia akan telat datang karena tadi menyambut tamu di kantornya, " ujar wanita itu sangat ramah . Walaupun baru pertama bertemu tapi Gibran suka dengan perangai wanita didepannya . Walau dari kalangan atas tapi sama sekali ia tidak merasakan ada kesombongan , sebaliknya wanita itu sangat rendah hati dan sangat sopan .


" Sebuah kehormatan bagi saya bisa mengenal anda Nyonya . Tidak apa apa , saya dengar putri anda juga seorang pengusaha . Sangat wajar jika dia sibuk ! "

__ADS_1


Mereka bertiga kemudian duduk sambil berbincang ringan , tak lama kemudian seorang wanita cantik dengan mengenakan baju seksi datang ke private room mereka .


" Hai selamat malam ... maaf jika aku telat kali ini ! "


Gibran menatap tajam wanita cantik yang baru saja datang itu , pandangan keduanya sesaat saling bertemu . Berbeda dengan Gibran yang tampak tegang dan kikuk , wanita itu terlihat lebih santai dengan sikap yang elegan .


" lni Gisella putri lbu , biasa dipanggil dengan nama Gisel ! Dan sayang ini putra dari Nyonya Sofi ... Gibran Satya Bagaskara , kita beruntung bisa bertemu dengan seorang pengusaha muda berbakat seperti dia, " kaya Nyonya Darsono mencoba mengenalkan dua muda yang ingin mereka jodohkan . Dia merasa seorang Gibran pantas mendampingi putrinya .


" Hai Gibran ... jika tidak salah semalam kami bertemu Bu ! Ya kan Tuan Gibran ... atau akan lebih terdengar akrab jika aku memanggil namamu saja . Semalam kami sempat bertemu untuk membahas sesuatu yang penting , bukan begitu Gibran ?? "


" Maaf , tapi aku tidak terlalu memperhatikan siapa saja yang semalam ikut meeting . Aku terlalu fokus pada poin poin pertemuan itu, " jawab Gibran sedikit gugup , dia tak ingin malam panas mereka di ketahui oleh keluarganya . Sungguh , kejadian semalam ada di luar kendalinya .


" Apa kalian terlibat dalam satu proyek !? " tanya Sofi penasaran .

__ADS_1


" Ya ! "


" Tidak !! "


Dua jawaban berbeda dari Gibran dan Gisela membuat dua wanita parubaya saling memandang . Tapi kemudian mereka tersenyum bersama .


" Gibran benar , semalam aku hanya penggembira saja . Salah satu temanku adalah klien bisnisnya dan kebetulan aku ikut dalam acara mereka semalam, " ujar Gisel untuk menutupi raut Gibran yang terlihat semakin tidak tenang .


" Apa kalian keberatan jika kami ingin keluar bersama malam ini ?? Sepertinya aku ingin lebih mengenalnya , aku rasa Gibran sosok yang menarik !! "


Sofi bersorak senang dalam hatinya , akhirnya wanita kaya di sampingnya tertarik pada putranya . Sudah terbayang di matanya berapa jumlah uang yang akan bisa dia minta pada calon menantunya kelak .


" Tentu saja Nak !! Gibran hati hati membawa mobilnya ! "

__ADS_1


Setelah pamit pada Sofi dan ibunya , Gisel meraih tangan Gibran untuk segera pergi dari private room itu . Sejak awal dia memang sudah tertarik dengan sosok Gibran .


Selain menjadi pengusaha tampan pria itu juga sangat lihai membuatnya menjerit semalaman di ranjang . Dia butuh pria seperti itu sebagai pendamping hidupnya .


__ADS_2