
Acara makan malam berjalan dengan hangat dan lancar , Bram merasa lega karena baik Gibran ataupun Sofi tidak terlihat mendekati istrinya . Dan ketika satu demi satu para tamu mulai meninggalkan aula Gibran terlihat memberi isyarat pada Bram untuk keluar .
Bram melihat sekitar , tampaknya tidak apa apa jika ia meninggalkan istrinya sebentar untuk berbicara pada Gibran . Ketiga orang tuanya sedang mendampingi Cahaya berbincang dengan salah satu relasi mereka . Ketiga orang tua mereka memang sedang gencar gencarnya memperkenalkan mereka pada semua relasi karena dalam waktu dekat mereka akan memimpin dua perusahaan besar bersamaan .
" Sayang aku keluar untuk cari angin sebentar ya , lagi gerah banget ! " lirih Bram yang mendapat anggukan pelan dari istrinya .
" Tapi jangan lama lama Bee ... " kata Cahaya ketika sang suami sekilas mencium keningnya . Akan aneh jika mereka terlihat berada di tempat yang berbeda dalam acara yang dikhususkan untuk mereka ini .
" Cie .. cieee ... yang nggak bisa jauh dari abinya ! " goda Bram yang kemudian beranjak dari duduknya sambil tersenyum lebar . Sangat menggemaskan ketika melihat wajah kesal istrinya .
Sampai di halaman samping gedung ia melihat Gibran sudah duduk dengan seputung rokok ditangannya . Pria itu melihat sinis ke arahnya , tapi Bram tidak peduli karena dia merasa tidak punya kesalahan yang mengharuskan dia takut pada pria itu .
" Aku kira kau tidak akan keluar dan bersembunyi dibawah nama besar papamu ! Sadewo .... ternyata kau adalah keturunan Sadewo . Pantas saja aku kesulitan mencari identitasmu ! Tapi jangan pikir itu membuatku takut padamu . Aku acungkan jempol pada papamu yang berani mengundangku di acara pernikahan mantan istriku sendiri .... "
__ADS_1
" Jangan singgung soal papaku , urusanmu hanya denganku !! " geram Bram yang melihat Gibran terlihat menyepelekan papanya .
" Nikmati saja waktumu ! Saat ini mungkin dia masih akan menjadi kucing manis yang menurut padamu , tapi ada saatnya dia akan memberontak dan kembali padaku . Sepuluh tahun kami bersama , lima tahun masa pacaran dan lima tahun masa pernikahan . Kau kira itu akan sepadan dengan dua bulan yang kalian lalui ?? Mimpimu terlalu jauh Tuan Bram !! Mungkin semua orang pikir dia gadis pendiam , tapi dia akan mencari segala cara untuk kembali padaku..... aku adalah cinta sejatinya !! "
Bram tidak menanggapi semua kata kata provokasi yang ia dengar walau sebenarnya ingin sekali ia hajar pria di depannya itu . Jika hal itu benar benar terjadi maka itu akan menjadi konsumsi media , dan mungkin akan berpengaruh dengan nama besar dua perusahaan yang sudah disatukan ini .
" Sudah ?? Hanya itu yang ingin kau bicarakan padaku !? Jika sudah maka aku akan segera kembali pada istriku , mungkin malam ini kami akan begadang sampai pagi lagi . Dan satu lagi jangan membuat dirimu lelah dengan mengetik pesan tidak penting untukku lagi ... karena aku anggap itu sebagai penyemangat untuk lebih membahagiakan dia, " ujar Bram sambil melangkah pergi .
Sampai di dalam ia tak mendapati istrinya di dalam aula , ketika bertanya mamanya hanya menjawab mungkin Cahaya sedang ada di toilet untuk memperbaiki riasan wajahnya . Sebelum melangkah pergi untuk mencari seseorang malah menyapanya untuk beramah tamah , dan dengan terpaksa Bram meladeninya sebentar .
" Lhoohh Bee ?? Kok kesini ? lni kan area toilet wanita , ayo kembali ke dalam ... nanti kamu dikira tukang intip ! "
" Sayang kok lama sih ke toiletnya , " kata Bram langsung merengkuh tubuh itu ke dalam pelukannya .
__ADS_1
" Ya namanya saja wanita Bee ... banyak urusannya kalau di toilet !! " jawab Cahaya mencubit lembut pipi suaminya karena sempat sempatnya mencuri cium bibirnya .
" Ke atas yuk ?? " bisik Bram tepat di telinga istrinya .
" Tapi pamit dulu sama Mama ... nanti mereka nyariin kita !! "
" Tidak usah , mereka pasti tahu kita kemana !! Yuk .... "
Dengan semangat Bram merengkuh pinggang ramping istrinya untuk di bawa ke kamar yang sengaja disewa khusus untuk mereka malam ini . Tapi sebelum melangkah pergi , jauh di belakang sana .... di area toilet wanita yang tadi dipakai istrinya Bram melihat Gibran sedang berdiri bersandar dinding dengan senyum penuh arti .
" Sayang , apa kau tadi bertemu dengan seseorang saat di toilet ?? "
" Tidak , kenapa Bee ?? "
__ADS_1
" Tidak apa apa .... "