Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
4


__ADS_3

Dengan langkah di buat tertatih Vina menghampiri kakaknya , dia sengaja menampar diri sendiri dan membuat pipinya kemerahan agar Gibran percaya bahwa Gista sudah memukulnya .


Seperti juga Sofi , gadis belia itu tidak pernah menyukai kakak iparnya yang menurutnya sangat pelit . Gista selalu membatasi semua pengeluarannya dan banyak aturan dalam rumah yang tidak ia suka .


" Apa kau sudah memukul Vina hahh !?? Apa salahnya !? "


Vina dan Sofi memeluk tubuh Gibran yang tampak ingin berjalan mendekat ke arah istrinya , seolah tak mengijinkan pria itu untuk menyakiti istrinya sendiri .


" Sudah Kak, tidak apa apa ... ini hanya salah paham saja . Tadi Vina yang salah , "


" Gista mengamuk saat Vina minta uang tiga ratus ribu untuk bayar taksi Nak , maaf tapi Vina dan ibu belum sempat tarik tunai uang bulanan yang kemarin di transfer . Mungkin karena kami terbiasa dengan transaksi dengan kartu debit . Gista , maafkan Vina ya ! Dia tidak bermaksud memoroti harta Gibran seperti yang kau bilang tadi .... " ujar Sofi dengan air mata berlinangan .


Gista menghela nafasnya , sekali lagi mertua dan iparnya membuat drama seolah dia ibu tiri yang sangat kejam pada anak anaknya . Drama seperti ini adalah makanannya sehari hari . Dan dia harus menjalani peran antagonis sedang mereka protagonis yang tertindas .


" Teganya kau perlakukan adik dan ibuku seperti ini dirumahnya sendiri !! Selama ini aku diam jika mereka mengeluh tentang kamu . Mereka merasa seperti sedang menumpang di rumah ini . Sebenarnya bukan mereka ... tapi kau !!! Lima tahun kau menumpang pada kami !! "


" Mas !!! "


Gista terhuyung hingga terduduk di kursi yang kebetulan ada di belakangnya . Dia menatap tak percaya sang suami yang tega berkata seperti itu kepadanya . Lima tahun dia bahkan tak pernah memikirkan karir seperti saat belum menikah dulu . Dia mengabdi sepenuhnya pada suami dan keluarganya .

__ADS_1


" Dia ibuku Gis , yang berarti ibumu juga . Begitupun Vina yang sudah menjadi adikmu ! Aku bekerja keras hanya untuk masa depan kalian . Tak bisakah kau mengerti itu ?? Tidak ... kau tidak akan mengerti perasaan seorang anak yang ibunya disakiti . Aku lupa jika sejak kecil kau sudah tidak punya orang tua ! "


" Ya Allah Mas .... "


Tanpa disadari air mata Gista turun dengan deras ketika suaminya mengingatkannya kembali bahwa ia sudah tidak punya siapa siapa lagi . Dia hanya seorang anak yang di temukan di depan panti , kedua orang tuanya mungkin menolak kehadirannya .


" Aku lelah Gis , aku lelah hidup denganmu . Lima tahun aku sudah bersabar menghadapimu , kututup telinga ketika teman teman kerja menanyakan anak yang tak juga bisa kau berikan kepadaku . Kau buat ibu dan adikku menjadi pengemis di rumahnya sendiri . Cukup ... cukup ... aku lelah ! "


Sofi dan Vina saling memandang , ada sorot bahagia di mata mereka . Akhirnya Gibran sudah ada pada titik jenuhnya . Sepertinya usaha mereka untuk menyingkirkan Gista akan segera membuahkan hasil .


" Jangan bicara seperti itu Gibran , kalian sudah melewati lima tahun bersama . Gista juga sudah menjadi putri ibu "


Gibran sekilas memejamkan matanya , sangat berat untuknya mengambil keputusan itu . Tapi sudah lama ia memendam semua di hatinya , dan ia ingin terbebas dari rasa tidak nyaman hidup dengan istrinya .


Hampir semua istri dari rekan kerjanya berpenampilan cantik dan modis . Berbeda dengan Gista yang selalu tampil apa adanya , seolah olah ia tidak bisa membelikan sang istri barang barang mahal seperti rekan yang lain .


Secara tidak langsung Gista sudah membuatnya malu . Sia sia ia bekerja keras selama ini , apapun yang ia lakukan seperti tidak ada gunanya . Bahkan ibu dan adiknya pun selalu mengeluh kekurangan uang .


Berkali kali ia menghela nafasnya , Gibran berusaha yakin jika inilah jalan terbaik untuknya dan Gista . Mungkin akan ada jalan bahagia untuk mereka setelah ini .

__ADS_1


" Kau tidak ingin mengatakan apapun ?? Apa kau sudah menyadari kesalahannya selama ini ?? " tanya Gibran yang melihat istrinya masih duduk dan bungkam .


" Sudah kau ucapkan Mas , jika aku membela diri pun kau tak akan bisa menarik kata kata yang telanjur kau ucapkan.... "


" Tenang saja kau sudah hidup lima tahun denganku . Kau tidak akan keluar dari rumah ini dengan tangan kosong ! "


Gibran mengambil ponselnya sepertinya ia sedang mengetik sesuatu .


" Aku sudah transfer lima ratus juta ke rekening kartu yang biasa kau bawa , bawa semua perhiasan yang kau punya dan mobil yang di bawa Pak Kris juga aku berikan padamu . Kau bisa memilih salah satu rumah di perumahan perumahan yang sedang aku bangun . Tinggallah di sana , kurasa itu semua cukup untuk memulai hidupmu yang baru "


Gista hanya menanggapi semua kata kata suaminya dengan seulas senyum , tapi ia tetap tak bisa menyembunyikan air matanya .


" Aku memberi waktu semaumu untuk tinggal disini dan berkemas . Malam ini aku tinggal di hotel .... "


" Kami ikut Mas !! Vina takut kalau Mas nggak ada di rumah "


" Ya sudah kau dan ibu ikut Mas, sementara kita tinggal di hotel saja , biar Mbak lnem yang nanti mengurus baju ganti kita "


Gibran , Sofi dan Vina berbalik badan dan berjalan menuju pintu keluar . Tapi langkah mereka terhenti ketika mendengar Gista memanggilnya .

__ADS_1


" Tunggu Mas .... "


__ADS_2