Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
70


__ADS_3

" Kalian sebaiknya istirahat dulu saja , ajak istrimu ke atas Bram !! Sepertinya tamunya akan terus berdatangan . Biar Aku dan Mamamu yang mengurusnya, " ujar Lena pada menantunya . Dia sudah melihat diam diam putrinya berkali kali memukul pelan pinggangnya , sangat terlihat jika Cahaya sudah lelah .


Putrinya mungkin sungkan untuk kembali ke kamar karena itu artinya ia akan berada di sana bersama suaminya . Walaupun bukan pernikahan pertamanya tapi Cahaya masih saja merasa gugup untuk kembali berada di ranjang yang sama dengan seorang pria .


Bram yang sedari tadi memang sudah ingin berdua dengan istrinya terlihat sangat bersemangat .


" Sayang , yuk ke atas ... "


" Tapi tamunya ... "


" Kan kau sudah dengar jika orang tua kita yang akan menyambut mereka . Sadewo dan Wijaya adalah perusahaan besar , walau hanya mengundang orang orang tertentu tapi tetap saja jumlahnya tidak sedikit . Atau perlu kugendong ?? "


" Hisshhh jangan aneh aneh !! Malu ... " cicit Cahaya mencubit pelan lengan pria muda yang sudah menjadi suaminya . Bram membalas dengan mencubit sayang pipi istrinya , kemudian meraih tangan lembut itu untuk di bawanya ke atas .


Jika boleh jujur maka keinginan terbesarnya saat ini adalah segera memiliki istrinya dengan seutuhnya , tapi ketika berpikir berulang ulang dia memutuskan untuk tidak memaksa Cahaya . Dia sangat mencintai istrinya tapi bukan berarti dia akan memaksa wanita cantik itu untuk melayaninya .


" Kau atau aku yang mandi duluan !? "

__ADS_1


" Ehh ... a-apa Bram ?? "


Cahaya menjerit kaget ketika tiba tiba Bram menggigit pelan pundaknya yang masih mengenakan gaun malamnya . Dia sempat ganti baju tadi sore karena gerah dengan kebaya yang dikenakannya .


" Panggil apa tadi ?? Kau panggil imammu dengan menyebut namanya saja !!? "


Cahaya tidak bisa berpikir jernih karena Bram memeluknya erat dari belakang . Tidak cukup itu , pria itu juga mulai memberi jejak lembut di leher dan tengkuknya .


" Terus aku harus memanggilmu apa akkhhhhhh ... jangan sampai berbekas ! Besok kita masih harus menemui tamu klien klien kita !! " protes Cahaya sangat tahu apa yang dilakukan suaminya sekarang .


" Kenapa aku harus peduli pada mereka ??! Kau milikku sekarang ... hanya milikku !! "


" Katanya mau mandi .... "


" Mau mandi sama sama !? " goda Bram yang langsung membuat Cahaya tertunduk malu . Hal itu membuatnya terbahak sambil berjalan ke arah kamar mandi .


Di depan meja riasnya Cahaya menepuk nepuk pelan pipinya seakan tidak percaya jika ia sudah kembali menjadi istri seseorang . Sepertinya baru kemarin ia melalui semuanya . Cahaya tidak bisa berbohong pada dirinya sendiri jika ia sangat gugup , mau tidak mau mungkin Bram akan meminta haknya malam ini juga . Dan sebagai istri ia wajib menuruti permintaan suaminya .

__ADS_1


" Ckk ... kok malah melamun sih ! Itu sudah aku siapkan air hangat jika kau ingin berendam . Aku juga bisa menggosok punggungmu jika kau mau ..... "


" Tidak , terimakasih ! Hanya saja ini susah ... " kata Cahaya menunjuk resleting belakang gaun malamnya . Dia sempat berjalan mundur ketika Bram mendekatinya . Tubuh sempurna yang hanya di balut handuk sebatas pinggang itu mampu menggetarkan tubuh dan jiwanya . Perut datar itu harus membuatnya berkali kali menelan salivanya .


" Boleh aku bantu ?? Tidak mungkin kan kita memanggil lbu atau Mama hanya untuk melepas bajumu !? "


" Tapi tutup matamu, "


" Malu ?? Aku suamimu sekarang jika kau lupa hal itu, " ujar Bram merengkuh tubuh istrinya dan meraih bibir kemerahan yang selalu menantang jiwa laki lakinya . Tapi pria itu hanya mengecupnya pelan , berharap bibir kemerahan itu menunjukkan reaksi dengan membalas kecupannya . Diam diam satu tangannya sudah menurunkan resleting gaun istrinya hingga sekarang gaun itu teronggok dibawah tubuh sang istri yang hanya mengenakan satu penutup bawahnya .


" Aaakkhhh ... " pekik Cahaya kaget karena tiba tiba gaunnya melorot ke bawah , dua tangannya reflek menutup dua asetnya yang menggantung sempurna tanpa penutup .


Rencana tinggal rencana , Bram yang semula bertekad memberi waktu pada wanita halalnya menjadi gila ketika melihat kulit putih mulus di depannya . Dua tangannya meraih dua tangan istrinya agar tidak menutupi sesuatu yang ia klaim sudah menjadi miliknya .


" ltu milikku , jangan ditutupi sayang !! Kau indah sekali .... "


" Tapi aku mau mandi, " Cahaya mencoba menutupi rasa malunya .

__ADS_1


" Kita mandi sama sama , tapi sebelum itu aku akan membuatmu berkeringat terlebih dahulu sayang .... "


__ADS_2