
" Kami sudah membeli perhiasan ini dan sekarang apa mau anda !? " tanya Bram pada Sofi dan temannya yang masih saja memperlihatkan sifat sombongnya .
" Aku akan membeli perhiasan itu dengan harga dua kali lipat asal kau tidak memberikannya pada dua gembel itu !! " sinis Sofi yang memang belum mengenal siapa Bram ataupun melihat wajah penerus Wijaya walau ia sudah pernah mendengar tentang ditemukannya pewaris tunggal Wijaya .
" Maaf Nyonya berlakulah sopan disini , jika tidak .... "
" Biarkan saja , aku ingin lihat seberapa jauh ulah nenek tua itu !! " kata Bram pada manager yang mulai menampakkan wajah takutnya . Nyonya besar Wijaya ataupun Sadewo adalah pelanggan eksklusif mereka , jika tahu putrinya dipermalukan disini maka kemungkinan besar citra tokonya akan menjadi buruk . Dan itu artinya kemungkinan besar mereka akan segera gulung tikar dalam waktu dekat .
" Jika dia ingin membayar dua kali lipat maka aku akan bayar empat kali lipat !! " ujar Bram dengan sengaja menatap remeh Sofi .
" Ha .. ha ... kau pikir aku percaya jika gembel sepertimu benar benar bisa membayarnya ?? Manager kau bisa lihat penampilannya !! Aku rasa tak ada satupun perhiasan yang mampu ia beli di sini . Usir saja dia .... "
" Jadi aku harus berapa jika membayar empat kali lipat ?? " tanya Bram pada sang manager .
" Tapi Tuan Bram .... "
" Hitung saja , cepat !! "
Sang manager mengambil ponselnya untuk menghitung , kemudian ia menunjukkannya pada Bram .
" Anda harus membayar satu milyar enam ratus lima juta rupiah, " kata sang manager dengan menundukkan ponselnya ke arah Bram .
__ADS_1
" Ok aku bayar sekarang , karena aku yakin nenek tua itu tidak bisa membayarnya ! "
" Braammm !! " lirih Cahaya yang tidak suka jika Bram adu pamer dengan mantan mertuanya . Dia merasa calon suaminya tidak perlu melakukan hal itu jika hanya untuk sekedar membela dirinya .
" Percaya padaku ... "
Dan sesaat kemudian terdengar suara Sofi ketika Bram sedang mengetuk sesuatu di ponselnya .
" Aku sanggup membayarnya !! Kalian tahu siapa Gibran Satya Bagaskara ... dia putraku !! Dia adalah pengusaha kaya yang bahkan bisa membeli semua perhiasan di toko ini !! Berikan tagihan perhiasan itu padaku .... " ujar Sofi yang tak mau kalah dari Bram , dia tidak akan pernah mau kalah dari mantan menantunya itu .
" Baik , aku berikan ini padamu !! Manager biarkan dia mengambilnya .... "
" Tapi Tuan , bukannya ini ..... "
Sang manager mengangguk mengerti dengan maksud Bram melakukan ini semua . Tadi awalnya dia menunjukkan gambar set berlian merah muda yang dipesan oleh Sartika khusus untuk menantunya . Tapi Cahaya menolak karena harga perhiasan yang baginya terlalu fantastis itu . Lagipula perhiasan itu juga baru datang besok karena harus di datangkan langsung dari Perancis . Baginya bukan masalah berapa harga perhiasan yang akan di berikan padanya , tapi yang terpenting adalah kesakralan pernikahannya .
" Bisa anda melakukan pembayaran sekarang Nyonya Sofi ?? Pegawai kami sedang membungkusnya untuk anda ... "
" Ok ... keluarkan juga perhiasan lainnya karena temanku juga ingin memborong perhiasan bagus di sini !! lni ... " ujar Sofi memberikan kartu yang di berikan Gibran padanya .
" Tentu saja Nyonya !! Dan Tuan muda Bram terimakasih sudah berkenan datang ke toko kami bersama Nona Muda , kami sendiri yang besok akan datang ke rumah utama Sadewo untuk mengantar pesanan Nyonya Sartika . Saya sangat yakin Nona Cahaya akan sangat cantik memakainya .... "
__ADS_1
Bram segera meraih tangan Cahaya untuk segera pergi dari tempat itu . Sampai di luar Cahaya mencubit keras lengannya .
" Akkhhhhhh ... sayang !! "
" Kenapa jadi beli yang itu sih !! Mahal banget !! Kalau di belikan beras bisa ratusan karung ... " gerutu Cahaya yang masih sayang jika harus mengeluarkan banyak uang hanya demi membeli perhiasan . Dulu pun ia hanya sesekali memakai perhiasan yang Gibran belikan jika ada acara penting saja .
" Tadi Mama kira perhiasannya sudah datang , tapi sepertinya terhambat pengirimannya . Jangan pernah sungkan lagi padaku atau pada keluargaku sayang !! Semua yang ada padaku adalah milikmu ... dan sebentar lagi kau akan seutuhnya menjadi milikku !! Bersiaplah ... "
" Bram !!! " pekik Cahaya kesal , ia tahu ke mana arah pembicaraan pria muda di sampingnya .
Sementara itu Sofi sedang kesal dan membanting kartu debitnya karena ternyata isinya tidak mampu membayar perhiasan yang dia beli . Jangankan empat kali lipat , untuk membayar harga asli perhiasan pun kartunya tidak bisa memenuhi .
Berkali kali ia menelpon Gibran untuk meminta tolong membayarkan perhiasan yang telanjur di belinya , tapi putranya tidak mengangkatnya .
" Jeng Sofi bagaimana sih !? Bikin malu saja ... kalau tidak punya uang ya jangan beli perhiasan disini !! Kan sudah saya bilang yang biasa beli disini itu artis artis sama milyuner , masih nekat juga !! " sinis teman yang tadi datang bersama Sofi , kesal rasanya ikut dipermalukan karena tidak mampu membayar tagihan .
" Saya mampu Jeng , hanya saja putra saya lagi sibuk banget !! Satu milyar bukan nilai yang besar buat saya . Tas saya saja harganya dua M !! "
" Ckk ... nggak usah bohong Jeng , itu sih tas kawe !! Jeng Rini kemarin yang bilang kalau dia ikut nemenin Jeng Sofi beli tas itu , dua juta di bilang dua milyar .... halu banget sih !! " ujar wanita itu dengan melangkah pergi meninggalkan Sofi yang masih kebingungan bagaimana cara membayar perhiasan yang di belinya .
" Lhohh Jeng mau kemana !!?? Saya pinjem lima ratus dulu nanti saya kembalikan dua kali lipat , saya janji !!! " pekik Sofi .
__ADS_1
Tapi teriakannya tampak tidak begitu berarti , temannya tetap saja melenggang keluar tanpa menoleh ke belakang dengan bergumam kesal ...
" Cihhh kirain suhu ... ternyata cupu !! "