Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
71


__ADS_3

Cahaya hanya pasrah ketika suaminya sudah menggiring tubuhnya ke arah ranjang pengantin mereka yang bertaburan bunga . Wanita itu benar benar menikmati semua yang dilakukan Bram padanya , hingga dia membalikkan keadaan dengan tubuh Bram yang sekarang ada di bawahnya . Cahaya ingin berbicara sebentar sebelum Bram mengambil apa yang menjadi haknya malam ini .


" Bee ... boleh aku bicara sebentar ?? " kata Cahaya yang sebelumnya sudah mengecup kedua pipi suaminya dengan sayang .


" B ?? Apa itu kependekan dari namaku ?? Aku tidak mau panggilan itu sayang .... " protes Bram merasa panggilan itu tidak enak ditelinganya


" Bukan ' B ' sayaanngg ... tapi Bee !! Bisa berarti hubbby , bisa berarti sayang dan juga bisa berarti lebah !! Bukannya kau memang nakal seperti lebah !? Tak hentinya kau buat tanda di sekujur tubuhku .... tapi bukan hal itu yang ingin aku bahas Bee !! "


" Tapi ini bukan saatnya bicara ... ini saatnya untuk beraksi sayang !! " dengan jahilnya ia meremas lembut dua bukit favoritnya kemudian menyesap kuat pabrik susu yang masih menggantung dengan kencang itu .


" Akkkhhhhhh .... pelaannnhh Bee !!! "

__ADS_1


Cahaya yang duduk dipangkuan sang suami hanya mampu mendesah dan menjerit pelan ketika tongkat yang sudah mengeras itu sengaja menggesek miliknya yang sudah sedari tadi basah .


" Kau suka ??! Satu menit ... aku berikan kesempatan untuk bicara satu menit sayang , aku adalah suami yang akan selalu mendengar perkataan istrinya ! "


Dengan masih duduk dipangkuan suaminya Cahaya memulai perkataannya .


" Sebentar lagi kau akan mengambilnya Bee , aku akan sepenuhnya menjadi milikkmu . Dan aku bahagia karena hal itu ! Tapi aku bukan seperti gadis kebanyakan yang mampu mempersembahkan sesuatu yang bisa mereka banggakan . Aku bukan seorang gadis lagi Bee .... aku emmmpphhhttt ! " Sebelum berkata lebih banyak Bram kembali ******* bibir candunya . Ciuman penuh tuntutan yang membuat nafas keduanya menjadi tersengal . Hingga tautan itu terlepas karena mereka benar benar telah kehabisan nafasnya .


Cahaya mencubit perut liat suaminya dengan gemas , tapi senyum smirknya mengembang ketika Bram menggeram nikmat saat tangannya tak sengaja menyentuh tongkat miliknya yang masih berdiri tegak itu .


" Sayaaannngg .... "

__ADS_1


Cahaya perlahan memposisikan miliknya agar sang suami leluasa memasuki dirinya . Bram semakin tak bisa menahan suaranya ketika perlahan sang istri bergerak di atasnya . Rasa yang benar benar membuatnya menggila , sensasi rasa yang baru pertama ia rasakan dari seorang wanita yang kini sudah menjadi istrinya .


Gerakan pelan itu menjadi semakin cepat , tubuh penuh keringat Cahaya membuat wanita halalnya seribu kali lebih seksi . Dan sesaat kemudian dia mendesah kasar ketika Cahaya memperlambat tempo gerakannya dengan sengaja , padahal baru saja ia nyaris mencapai puncaknya .


" Sayaaannngg kok berhenti sih !! Baru enaakkk .... " keluh Bram yang sudah tak karuan rasanya .


" lni malam pertama kita Bee , tugasmu mengantarkan aku menuju langit ke tujuh ... bukan sebaliknya, " ujar Cahaya yang kemudian turun dari tubuh suaminya . Wanita itu ingin malam ini sang suamilah yang memegang kendali penuh atas dirinya . Dia ingin Bram mempunyai kenangan indah dengan malam pertama mereka .


" As you wish sayang !! Sesuai permintaanmu , aku yang akan membuatmu menjerit sepanjang malam ini . Bersiaplah !! Karena aku tidak akan berhenti walau kau memintanya ... kau milikku sayang !! "


" Im yours Bee ... "

__ADS_1


__ADS_2