Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
45


__ADS_3

" Kau mau makan apa ?? Lihatlah buku menunya sebelum pelayan tadi mengambil dan mencatat pesanan kita nanti, " ujar Bram ketika Gista tak menyentuh buku menu yang tadi di berikan pelayan kepada mereka .


" Aku cuma hutang satu mangkuk bakso kenapa kau jadi membawaku ke restoran seperti ini ?? " tanya Gista ketika Bram membawanya ke sebuah restoran mewah di pusat kota . Pria muda didepannya tampak mengabaikan semua pertanyaannya , Bram sedang membolak balik buku menu di depannya ..


Dia dan Bram sedang duduk di lantai tiga atau merupakan rooftop restoran tersebut dimana hanya ada mereka ditempat itu .


" Braamm !! Kau mendengarkan aku kan !? "


" Aku tidak tuli ... "


" Disini sepi sekali ! "


" Kita mau makan , bukan mau tawuran !! Ckk kenapa kau rewel sekali !? ltu pelayannya sedang menuju kesini sekarang lihat buku menunya untuk memesan , jangan kampungan !! "


Gista hanya berdecak kesal , jika tidak ada pelayan yang datang mungkin saja buku menu itu ia lempar ke arah pria menyebalkan di depannya . Dia hanya beralasan agar mereka batal makan di tempat seperti ini karena dia tahu untuk sekali makan mungkin akan bisa menghabiskan setengah dari gaji pertamanya nanti .


Benar saja Gista langsung menegang keningnya ketika melihat angka angka di buku yang dia pegang .


" Saya pesan Mozarella tenderloin beef steak , chicken drumstick , cheesy cream soup dan minumnya blueberry punch soda, " kata Bram ketika sang pelayan menanyakan pesanannya .

__ADS_1


" Dan anda Nyonya ? " tanya pelayan itu sopan ketika Gista masih melihat buku menunya .


" Samakan saja denganku ... " sahut Bram yang yakin akan bisa sampai besok jika harus menunggu wanita di depannya memutuskan apa pesanannya .


" Lhohh ehh ... tapi !! "


Terlambat pelayan itu sudah pergi untuk menyiapkan pesanan mereka . Mau tidak mau ia harus makan pesanan yang sama dengan Bram .


" Dua ratus ... lima ratus lima puluh ... satu juta seratus ribu ... Ya Tuhan Bram !!! Aku hanya berhutang dua ratus ribu kenapa kau jadi pesan sebanyak itu ? "


" Memang apa hubungannya makanan tadi dengan hutangmu !? Tidak bisakah kita makan dengan tenang ?? Pantas saja kemarin makan semangkuk bakso saja harus berjalan dramatis ! "


" Itu naluri pria ketika miliknya di usik ! "


" Aku bebas , aku tidak terikat hubungan apapun dengan siapapun ! Aku sudah bukan milik siapa siapa ... "


" Tapi kau milikku sekarang !! "


Bukannya terkejut , kata kata Bram malah membuat Gista tertawa . Terasa lucu ketika mendengar pria yang sangat membencinya malah menyatakan kepemilikan atas dirinya . Apalagi Gista tahu jika umur Bram masih jauh di bawahnya , dia lebih pantas menjadi kakak pria itu .

__ADS_1


" Kenapa kau tertawa ?? Aku sedang serius sekarang , aku tidak pernah main main dengan kataku, " ucap Bram dengan menatap tajam wanita di depannya .


Gista diam dan menata duduknya agar lebih nyaman untuk berbicara .


" Aku bersahabat dengannya sejak kami masih duduk di bangku sekolah menengah atas . Kelas Mas Gibran satu tingkat lebih tinggi dariku . Saat itu dia sudah menjadi idola kelas , dari dulu dia memang sudah sangat tampan ! " kenang Gista dengan tertawa hambar .


" Kalian pacaran sejak sekolah !? "


" Tentu saja tidak , aku hanya gadis yatim piatu yang bisa sekolah karena jalur beasiswa . Tidak ada yang tertarik berteman dengan gadis miskin sepertiku . Sampai suatu saat dia tiba tiba datang memintaku untuk menjadi pacar pura puranya . Ada seorang gadis yang waktu itu mengejarnya dan Mas Gibran tidak menyukainya , dia mungkin berpikir jika aku yang menjadi pacarnya maka rahasia pacar pura pura itu bisa tertutup rapat. "


" Cihh modus !! Dia mungkin memang berniat ingin mendekatimu ...." sesama laki laki Bram sangat tahu jalan pikiran Gibran . Bram yakin Gista adalah gadis yang sangat cantik waktu masih duduk di bangku sekolah .


" Mungkin saja , karena setelah itu hubungan kami menjadi lebih dekat . Dan hubungan itu berlanjut sampai kami kuliah hingga kami memutuskan untuk menikah . Aku bahagia karena akhirnya aku mendapat keluarga baru . Lima tahun pernikahan kami nyatanya belum cukup untuk menguatkan rasa cinta yang kami miliki . Dan kisah kami berakhir .... " satu titik air mata mengalir di pipi Gista , jika saja di ijinkan ingin sekali Bram yang menghapusnya . Ada kesedihan mendalam di sorot mata bening itu .


" Kau masih muda Bram , masih banyak gadis di luar sana yang tergila gila padamu ! "


" Aku tidak peduli ! "


" Ckk keras kepala !! Kau jauh lebih muda dariku ... aku lebih pantas menjadi kakakmu . Aku seorang janda ! Yang kau rasakan padaku mungkin hanya sebuah rasa penasaran , kau tertantang untuk menakhlukkan aku . Suatu saat jika kau sudah mendapatkan maka dengan mudah kau akan melepasnya. "

__ADS_1


" Aku bukan Gibran !! Aku bukan laki laki bodoh yang mudah melepas sesuatu yang sudah aku genggam . Jika aku sudah mendapatkannya maka jangan harap akan aku melepasnya !!! Persetan dengan umur atau apapun yang kau sebut tadi , apapun yang terjadi aku akan mengejarmu dan bersiaplah untuk itu ! "


__ADS_2