Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
102


__ADS_3

" Cari siapa kamu Vin ? Perasaan ngobrolnya sama aku , tapi matanya kemana mana ! " gerutu Sherly yang merasa Vina tidak terlalu memperhatikannya saat dia bicara . Mata Vina kadang kadang melirik ke arah lain seolah gadis itu adalah polisi yang sedang mencari buronannya .


" Apaan sih ! Hanya saja aku lapar jadi sedikit tidak konsen sama apa yang kamu omongin " kilah Vina yang sebenarnya sedikit was was jika pria gila yang kemarin mengakui dirinya sebagai miliknya muncul dengan tiba tiba .


Akan menjadi berita besar jika pria super cuek itu melakukan hal hal konyol seperti kemarin pada dirinya , contohnya saja ketika Martin dengan beraninya mencium keningnya tanpa permisi .


" Ya udah yuk ke kafe depan kampus , bosen di kantin itu itu melulu makanannya . Aku yang traktir deh !! ltung itung merayakan hari jadianku kemarin sama di Zacky , hot banget dia kalau nyium ! Sayang ya kamu mau belajar ciuman saja udah keburu ketahuan sama Kak Gibran ... apes ! " kata Sherly sambil tertawa kecil mengingat kejadian malam pesta ulang tahun di kamarnya dengan seorang sepupunya yang berasal dari Aussy . Malam itu dia memaksa Vina untuk belajar cara berciuman dengan seorang pria karena dia tahu Vina masih takut untuk melakukan hal itu . Tidak lucu rasanya jika gadis seseksi Vina sama sekali belum tersentuh pria .


" Ayo deh ... kamu yang bilang ya kalau mau traktir jadi jangan salahkan kalau nanti aku makan banyak ! "


" Mau habis sepuluh porsi juga nggak masalah , kalau perlu bungkus buat di rumah !! "


Sambil sesekali bercanda mereka berjalan menuju kafe yang ada di depan kampus , kafe yang targetnya memang anak anak kampus . Seperti biasa dia gadis seksi itu selalu menyedot perhatian kaum adam yang di lewatinya . Walau tidak ' seberani ' dulu lagi cara berpakaiannya tapi kesan seksi sudah melekat pada diri Vina . Hingga walaupun ia sudah memakai baju sopan pun aura seksinya tidak pernah berkurang sama sekali .


Sampai di kafe mereka segera duduk di meja yang terlihat masih kosong . Dan ada beberapa mahasiswa yang sengaja mengikuti dengan duduk di meja samping ataupun di belakang mereka . Berharap dua gadis cantik itu menyapa dan memperbolehkan mereka untuk bergabung . Tapi kelihatannya dua gadis itu sangat asyik bercerita hingga tak memperhatikan sekitar .


" Mas ehhh ... pesen dong !! " teriak.Sherly ketika melihat seorang waiter mendekat .

__ADS_1


" Ya Mbak !? "


" Kamu ganteng deh , imut banget ! Masih sekolah ??! " tanya Sherly pada remaja yang sepertinya masih duduk di sekolah menengah atas itu .


" Iya Mbak , saya masih dikelas sebelas . Ada liburan jadi iseng kerja buat tambahan uang saku " jawab sang waiter dengan sopan .


" Kamu sudah punya pacar !? " Vina menepuk pelan bahu Sherly karena pertanyaan temannya itu membuat wajah sang waiter memerah .


" Ya kan nanya doang Vin , di jawab sukur ... enggak ya kita nggak jadi beli !! " ujar Sherly dengan mengedipkan satu matanya pada remaja itu .


" Kalian mau beli apa ingin kencan dengannya !? "


" Kak Martin ..... " lirih Sherly dengan mata membola , tak bisa dipungkiri walau beratus ratus pria tampan ada didepannya tapi Martin tetap adalah seorang idola di hatinya . Tak peduli jika ia sudah memiliki pacar sekalipun .


" Apa yang ingin kau pesan ??! "


" Kak Martin juga kerja disini ? Kereennn ... " kata Sherly dengan wajah berseri , sangat bahagia rasanya jika di ladeni langsung oleh pria setampan ketua mahasiswa .

__ADS_1


" Bukan urusanmu , cepat katakan pesananmu . Aku punya urusan setelah ini ! "


Bukannya takut mendapat tatapan sinis dari pria tampan di depannya , tapi Sherly malah tambah bersemangat . Berbeda dengan gadis di sampingnya yang tampak malas menatap pria yang menegang buku pesanan itu . Jika saja tak bersama Sherly pasti ia sudah meninggalkan tempat itu .


" Aku pesan pasta dengan tuna dan minumnya jus semangka ! Kamu apa Vin ?? Tuh Kak Martin tanya pesanan kita ... " tanya Sherly pada Vina yang dari tadi hanya diam .


" Nasi uduk sama es kopyor .... " sahut Vina sekenanya , ia tahu pasti jika kafe itu tidak menyediakan makanan yang seperti ia sebutkan .


" As you wish sayang ... ayo kita cari nasi uduk seperti maumu !! "


" Hahh sayang ??! Lohh ... ehh !! " gugup Vina ketika tiba tiba Martin meraih tangannya dan menariknya agar bangkit dari duduknya . lngin sekali ia memberontak tapi jika ia lakukan pasti akan menjadi perhatian para mahasiswa di kafe . Dan kegilaan Martin pasti akan menjadi trending topik nantinya .


" Hei kau , ini pesanan wanita di meja ini , layani dia dengan baik ... " perintah Martin pada remaja yang tadi melayani meja Sherly .


Sherly menatap Vina dan Martin bergantian dengan rasa heran , sebuah tanda tanya besar ada di hatinya .


" Kak Martin memanggil Vina sayang ?? Apa telingaku salah dengar !? " cicit Sherly masih tak percaya .

__ADS_1


" Tidak ada yang salah , dia milikku !! Kita pergi sekarang ... "


" Milikku ??! Jadi kalian ?? "


__ADS_2