Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
68


__ADS_3

" Tadi seharian lbu menelponmu , kenapa tidak kau angkat hahh !! Kau tahu lbumu ini sudah dipermalukan di depan umum oleh wanita lucknut itu ! "


Gibran yang baru saja pulang dari kantor seperti tidak mendengar keluhan ibunya , dia tetap saja terus berjalan menuju kamarnya . Vina yang tahu jika ibunya kembali membuat pengaduan palsu hanya bisa menghembuskan nafasnya kasar , dia yakin jika terus saja memprovokasi maka bisa saja kakaknya ' meledak ' saat ini juga .


Ibunya tidak pernah belajar , Sofi menganggap jika Gibran masih bodoh dengan selalu saja berkata dusta . Padahal kakaknya diam karena menahan semuanya sendiri .


" Gibran !! Berhenti ... beraninya kau mengabaikan ibumu ini !! Wanita lucknut itu pasti masih saja mempengaruhimu !! "


PYAAARRRRRR ....


Gibran meraih vas bunga yang ada di meja ruang depan dan sekuat tenaga membantingnya . Pria itu memejamkan kedua matanya dengan dua tangan terkepal erat . Setiap pulang kerja ada saja ulah ibunya yang membuat dia harus menahan emosinya .


" Kak .... "

__ADS_1


Gibran mengangkat satu tangannya sebagai isyarat agar Vina tidak mendekatinya . Dia takut jika lepas kendali dan menyakiti adiknya tanpa dia sadar .


" Apalagi Bu ??? Berapa lagi yang lbu minta !? Tidak bisakah ibu membiarkan aku tenang barang sehari saja ?? " gumam Gibran pelan dengan suara berat .


" Kau pikir ini hanya soal uang ?? Gista sudah menghina ibu !! Dia buat ibu seperti pengemis di toko perhiasan itu . Kau tahu ?? Dia bersama seorang pria disana , jika tidak salah pegawai toko itu memanggilnya dengan panggilan Tuan Bram ! Dugaan ibu selama ini benar jika Gista menghabiskan uangmu untuk memelihara pria muda itu .... "


Gibran membalikkan badan dan kemudian menatap tajam ibunya , dan Vina mendekat untuk meraih tas kerja yang masih ada ditangan kakaknya sambil berkata lirih ....


" Sabar Kak .... "


" Ibu tahu ? Dulu Gibran hanya memberi istri Gibran uang seratus juta untuk mengatur rumah ini . Makan sehari hari , uang saku kalian , bayar supir dan semua yang ada di rumah ini ! Aku kira uang itu terlalu lebih , aku selalu menggerutu karena dia tidak bisa menabung ! Dan sekarang aku rasa aku adalah suami yang paling tidak bisa bersyukur . Tuhan memberiku istri yang sempurna , yang tak pernah sedikitpun mengeluh walau dia tak pernah bisa bersenang senang dengan nafkah yang aku beri . Dia sibuk memikirkan kebahagiaan ibu dan adikku !.Uangnya habis hanya untuk menutupi semua hutang lbu ...."


Sofi tampak terkejut , tapi mencoba bersikap biasa saja .

__ADS_1


" Aku memberi uang saku masing masing kalian sebesar sepuluh juta dalam sebulan . Aku harap dengan uang itu kalian bisa membeli sesuatu yang kalian mau . Tapi setelah aku cek dia mengirim separuh uang bulanan untuk kalian , dia sama sekali tidak mengambil jatah uang sakunya . Dan ibu tahu ?? Aku pernah menghinanya ... aku bilang dia tidak cantik seperti istri teman temanku , aku bilang dia malas untuk mempercantik dirinya sendiri !! "


" Cihh dia memang tidak cantik , Gisela lebih segalanya !! Lebih cantik , lebih sukses ... " sinis Sofi masih saja memperlihatkan kebenciannya pada Cahaya.


" Sayangnya sekarang baru aku tahu , jika bukannya dia tidak mau mempercantik dirinya sendiri ... tapi dia memang tidak punya uang untuk itu semua . Mungkin dia takut untuk meminta padaku karena aku selalu menyangsikan kemana uang uang yang sudah aku berikan . Aku menyiksanya , dan kalian mampu tertawa ketika melihat penderitaannya .... Sampai sekarang pun lbu masih membencinya, "


Gibran melangkah kembali ke dalam kamarnya , tapi tak lama kemudian dia keluar dengan membawa sebuah koper besar di tangannya . Vina yang melihat langsung menghampirinya . Sedang Sofi tidak terlihat , mungkin sudah istirahat di dalam kamarnya .


" Kak Gibran mau kemana ?? Jangan pergi ... Vina ikut !! "


" Temani lbu disini , Kakak hanya ingin menenangkan diri dulu ! Hubungi Kakak jika ada sesuatu yang penting, " kata Gibran mengelus lembut pucuk kepala adiknya .


Setelah itu Gibran langsung melangkah ke arah mobilnya , sebelum benar benar pergi ia dapat menoleh ke belakang ...

__ADS_1


" Maaf sayang , aku tidak bisa menjaga amanatmu ! Aku tidak bisa menjaga ibuku lagi .... "


__ADS_2