
Gista tetap tak mau ketika Gibran memaksa ingin mengantarkannya pulang dengan mobilnya , ia tak ingin lagi gosip tidak baik tentang dirinya kembali tersebar. Jika Bram bisa berpikir buruk tentangnya maka tak menutup kemungkinan orang lain juga berpikiran sama . Sepertinya ia harus lebih banyak introspeksi diri untuk menjalani status barunya ini .
Tadi iapun terkejut dengan kedatangan Gibran karena ia tak merasa mengundangnya untuk makan bakso bersama . Yang ia tahu Vina mengajaknya bicara empat mata sambil makan bakso di warung yang sedang viral itu .
Semuanya terjadi begitu cepat , untung saja Gibran menurut ketika Vina membawanya keluar . Jika tidak perkelahian dua pria tampan itu tidak akan bisa terelakkan . Dan mungkin akan menjadi pusat perhatian orang banyak .
" Hei ..... hei ... apa kau tuli hahh !!! "
Gista terperanjat mendengar suara itu lagi , suara yang sudah terbiasa menghinanya . Wanita itu tak menanggapinya karena yakin pasti Bram ingin menghinanya lagi . Dia nanar menyapu tempat itu untuk mencari tukang ojek atau angkot yang lewat ataupun mangkal di tempat itu . Tapi sayangnya tak ada satupun yang ia cari disekitar tempat itu .
" Kau cari apa ??! "
Gista diam , ia pura pura tak melihat dengan sibuk melihat layar ponselnya . Dia sedang memesan ojek online karena sudah tak ada satupun angkutan umum di tempat itu .
" Selain tuli ternyata kau juga bisu ...apa kau tak bisa bicara !! Cepat naik .. ini sudah malam , berbahaya jika wanita sepertimu baik angkutan umum !! "
__ADS_1
" Apa pedulimu.!!?? " sinis Gista tak habis pikir , bisa juga pria muda mengkhawatirkannya .
" Tentu saja aku tidak peduli !! Tapi sekarang kau sedang cari ojek kan ?? Kau tahu benar jika aku adalah tukang ojek . Aku hanya sedang cari uang untuk makan ... lagipula kau harus mengganti semangkuk bakso yang tumpah gara gara mantan suamimu yang masih sok menguasaimu itu !! "
" Ckk , jangan campuri urusanku Bram !! Kau tak berhak menilainya karena kau tidak mengenalnya ! "
" Dia Gibran Satya Bagaskara , semua orang mengenalnya !! Dia pengusaha muda yang sedang naik daun , beberapa kali dia muncul di majalah bisnis Asia . Aku benar kan !? " sahut Bram yang tak mau mengalah .
" Tahu bukan berarti kenal ! " sinis Gista masih berdiri di pinggir jalan .
Sebelum menstater kembali motornya suara merdu Gista membuat ia harus menyembunyikan senyumnya .
" Braamm .... ikut !! " pekik Gista langsung naik ke motor Bram , wanita itu sedikit canggung karena motor sport itu mengharuskannya duduk merapat pada tubuh pria di depannya .
" Pegangan ... jangan kampungan cara boncengnya . Motor ini didesain untuk melaju dengan kecepatan tinggi , jangan membuatku merasa bersalah jika nanti kau jatuh dari motorku, " ujar Bram melepas helm yang dipakainya dan di berikan pada penumpang motornya .
__ADS_1
" Tidak mau !! Kau pikir aku tidak tahu trik murahan seperti itu . Berapa aku harus membayarmu ?! Tadi berangkat aku naik ojek cuma tiga puluh ribu ... "
" Bayar lima kali lipat , itu kompensasi karena kau sudah menghabiskan waktuku untuk bertengkar denganmu !! "
" Mana bisa begitu !! ltu namanya kau memerasku ... kau merampokku !! "
Bram sebenarnya ingin terbahak melihat wajah yang dilihatnya melalui spion motornya , wajah itu terlihat semakin menggemaskan jika semakin marah .
" Turun jika tidak mau , penumpang ku masih banyak diluar sana . Aku juga harus kejar setoran . Awwwsshhh ... !! " Gibran meringis kesakitan ketika tiba tiba pinggangnya di cubit keras oleh Gista .
" Tapi aku tidak membawa uang sebanyak itu sekarang ! "
" Gampang , itu artinya kau berhutang padaku !! Setiap hari aku akan menagihnya kerumah , kau tidak akan membayarnya dengan uang ... tapi dengan kopi dan sepiring pisang goreng . Aku tahu jika kau tidak punya uang !! "
" Hanya itu ?? Deal ... awas jika kau meminta uang padaku , kau hanya boleh minta kopi dan cemilan jika datang !! "
__ADS_1
Bram tertawa menang dalam hatinya , ternyata semudah ini datang ke rumah wanita itu . Dia sudah mengira jika Gista seperti mamanya , akan menghitung dengan teliti semua pengeluaran mereka .