
" Lusa aku akan menikahi Gisella , itu hal terbaik yang bisa aku lakukan untuk mempertanggungjawabkan semua dosa dosaku ! "
BRRAAKKKKK .....
" Siapa yang mengijinkanmu menikahi perempuan gatal itu hahh !! Gisel pasti hanya menjebakmu agar kau mau menikahinya ! Bukankah kau masih cinta pada Cahaya ??? Jika kau benar benar mencintainya maka kejar dia kembali !! Nyonya Lena sangat baik , dia pasti tahu jika putrinya sebenarnya juga masih sangat mencintaimu .... " Sofi menggebrak meja makan dengan keras hingga kedua anaknya terkejut .
Malam ini saat ibu dan adiknya berkumpul untuk makan malam Gibran mengutarakan niat baiknya untuk segera menikah . Karena bagaimanapun Sofi dan Vina adalah keluarganya .
Berbeda dengan Gibran yang terlihat sangat tenang , Vina terlihat ketakutan melihat amarah ibunya . Sofi sering kehilangan kendali jika sudah kehabisan uang untuk berjudi , jika begitu Vina atau semua orang di dalam rumah yang kena imbasnya .
" Kak .... " lirih Vina dengan suara bergetar .
__ADS_1
" Biar Kakak bicara dengan lbu , kamu makan di luar saja . Tadi Kakak sengaja hubungi Martin untuk kesini, " kata Gibran yang sudah menyangka jika kabar pernikahannya ini akan sangat mengejutkan ibunya . Dia tahu ibunya sangat terobsesi untuk kembali menjadi besan dari pemilik Wijaya . Sofi sangat berharap Cahaya bisa menjadi tambang uang untuknya .
" Tapi Kak ... "
" Jangan khawatir , dia sudah kakak anggap seperti adik sendiri . Martin akan menjagamu dengan baik. "
Gibran terpaksa menghubungi Martin karena supir yang biasa mengantar Vina sedang off mulai malam ini . Pak Kris sedang menemani istri keduanya yang sedang melahirkan . Mungkin untuk dua minggu ke depan hanya supir ibunya yang akan standby . Dan secara kebetulan Martin bersedia mengantar jemput adiknya untuk pergi ke kampus ketika ia memintanya .
Setelah Vina keluar baru Gibran memulai pembicaraan kembali dengan ibunya .
" Tadi Gibran hanya berniat memberitahu Bu , bukan untuk minta ijin karena Gibran rasa sudah terlalu dewasa untuk mengambil keputusan sendiri tanpa campur tangan orang lain ! Cahaya sudah menemukan kebahagiaannya sendiri , aku mohon jangan ganggu dia lagi Bu ! Bukankah dulu lbu sendiri yang ingin dia keluar dari rumah ini , aku sudah menuruti kata lbu . Tapi itu semua sudah cukup , jangan pernah lagi mencampuri hidupku ataupun keputusanku Bu ! "
__ADS_1
" Oooohhh begitu kamu sekarang ya !!? Kamu sudah tidak bisa menghargai ibumu lagi . Kau masih ingat pesan Cahaya sebelum pergi kan ?? Dia memintamu untuk menjaga lbu !! " pekik Sofi yang tidak mau semua rencananya gagal . Wanita itu sudah berkoar koar akan kembali menjadi besan Lena Wijaya dan tidak mungkin ia menjilat ludahnya sendiri dengan membiarkan Gibran menikah dengan wanita lain walau ia tahu keluarga Darsono adalah keluarga yang cukup terpandang .
Gibran tak menanggapi kata kata ibunya , karena ia memang sudah tidak punya tenaga lagi untuk menanggapi semua kegilaan wanita itu . Apapun yang akan ia katakan tidak akan pernah Sofi dengar , ibunya terlalu keras kepala untuk menyadari semua kesalahannya .
Apalagi setelah dia mengambil alih tugas ibunya sebagai pengatur keuangan keluarga . Tak ada celah lagi bagi Sofi untuk mencari uang tambahan untuk berjudi . Gibran juga sudah memberikan ultimatum pada semua para penagih untuk tidak datang padanya baik di rumah ataupun di perusahaan karena dia sudah tidak bertanggung jawab dengan hobi ibunya itu .
Alhasil Sofi harus menjual semua perhiasan bahkan mobil pribadinya , kini dia harus menggunakan mobil yang disediakan Gibran untuknya . ltupun dengan syarat memakai supir yang disediakan oleh Gibran .
" Gibran !!! " pekik Sofi yang melihat putranya tak bergeming ataupun menanggapinya .
" Jika aku tidak menjaga lbu maka sudah dari dulu lbu diseret keluar oleh para penagih hutang itu . Gibran melakukan ini semua agar lbu tidak lagi terjerat di kubangan judi karena judi tidak akan pernah membuat lbu hidup bahagia ! Sudah Bu, jangan lagi memperumit hidup lbu dengan angan angan yang tidak tidak . Baik aku dan Cahaya sudah menemukan jalan masing masing . Semakin aku memaksanya untuk kembali , aku akan semakin menyiksa hidupnya . Aku sudah ikhlas .... Gibran mohon , biarkan Gibran bahagia ! "
__ADS_1