Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
97


__ADS_3

" Sayang .... sayang ! " panggil Bram beberapa kali ketika masuk dalam kamar tapi tidak melihat istrinya di ranjang . Setahunya tadi Cahaya sedang tidur ketika ia tinggal di bawah . Bram hanya ingin melanjutkan misi minta maafnya karena rasanya sangat tersiksa ketika didiamkan istrinya .


Bram mulai panik ketika tak mendapati sang istri di manapun , dia berpikir jangan jangan Cahaya pulang tanpa dirinya . Atau pergi jauh agar dia tidak mengetahui keberadaannya . Jika ibu mertuanya tahu dan murka maka urusannya akan runyam dengan sempurna .


Bram merutuki dirinya sendiri yang tak pernah berpikir dulu jika bertindak , ibunya benar jika seharusnya ia bisa bersikap sebagai suami yang bijaksana . Bisa bisanya dulu dia meninggalkan Cahaya di hotel sendirian , pasti wanita itu kaget ketika tak mendapati dirinya tak lagi disisinya . Cahaya pasti kebingungan ketika ia pergi bahkan tanpa mengatakan apapun .


Tapi dahinya mengernyit ketika mendengar sebuah suara dari ruang walk in closet kamar miliknya . Bram segera berlari ke ruang itu dan matanya membulat ketika melihat Cahaya sedang menata pakaian pakaiannya di sebuah koper besar .


" Sayang ... apa yang kau lakukan !!?? "


Bram merebut koper dan membuangnya begitu saja ke arah samping , matanya nanar menatap wanita yang sangat dicintainya . Pria itu berpikir Cahaya akan benar benar pergi meninggalkannya , buktinya istrinya sudah menata baju bajunya ke dalam koper .


" Tidak akan aku ijinkan kau pergi !!! Aku tahu aku sudah berbuat kesalahan . Tapi bukan begini penyelesaiannya !! Kita bicarakan ini lagi .... Marahi aku ! Pukul aku ! Tapi aku tidak akan pernah melepasmu , tidak akan !!!! "


Cahaya terlihat berdiri terpaku dengan tangan yang membawa hanger salah satu koleksi lingerienya . Dilihatnya koper yang sudah teronggok di pojok ruangan dengan isinya yang sudah berhamburan .


" Apa yang kau lakukan Bee ???!! "


Bram melangkah mendekat dan kini berdiri tepat di hadapan istrinya , diraihnya satu tangan lembut itu untuk di kecupnya . Kemudian tangan lembut itu ia letakkan di atas dadanya .


" Kau bisa merasakan itu ?? Jantungku masih berdegup karena ada kau di hidupku . Kau adalah nafasku sayang , aku tidak bisa hidup tanpamu ! "

__ADS_1


" Tapi aku .... "


Bram langsung memeluk tubuh istrinya sebelum Cahaya menyelesaikan kata katanya , dia terlalu takut mendengar keputusan istrinya . Bagaimana jika cahaya tetap akan memutuskan meninggalkannya ? Bagaimana jika tak ada maaf untuk semua kebodohannya ? Dan apa yang akan ia lakukan jika tak ada Cahaya di sisinya .


" Jangan tinggalkan aku .... aku mohon jangan tinggalkan aku !! Aku tidak bisa hidup tanpamu sayang, " lirih Bram dengan satu titik air yang mulai menggenang disalah satu sudut matanya . Bram mengeratkan pelukannya ketika tubuh istrinya sedikit bergerak .


" Bee ... lepassssshhh !! " lirih Cahaya dengan suara agak serak .


" Tidak akan !! Selamanya kau akan disisiku ... awwwsshhh !! " Bram memekik tertahan ketika merasakan sebuah cubitan sangat keras di lengannya .


" Hissshhhh kamu apa apaan sih Bee !!? Lepaasss ... nggak bisa nafas kalau kamu peluknya kenceng begini !! Bisa remuk di peluk badan segede gaban kayak kamu Bee , cubit lagi nih ya kalau nggak di lepas juga !! " gerutu Cahaya yang kemudian mencubit dada liat suaminya .


Cahaya tiba tiba meraih bibir suaminya , ciuman yang dalam dengan sesekali menggigit bibir yang dari tadi sudah membuatnya gemas itu . Cahaya lebih memperdalam ciumannya ketika mendengar Bram menggeram lirih dan meremas lembut pinggangnya . Hingga kemudian ciuman itu terlepas dengan sendirinya karena mereka butuh pasokan oksigen , nafas keduanya terlihat tersengal ....


" Sayaaanngggg .... "


" Jangan bicara lagi Bee atau kali ini aku gigit bibirmu hingga kamu tidak bisa bicara lagi !!! " ujar Cahaya dengan satu telunjuk ia tempatkan di atas bibir suaminya .


" Kenapa kau buang kopernya ?? Capek capek aku menatanya untuk persiapan kita besok pergi bulan madu , malah kau buang hingga berantakan begitu !! Datang datang main buang , menyebalkan !!! Kau pikir cuma kamu kamu yang tidak bisa hidup tanpa aku di sisimu ?? Kita sama Bee .... akupun tidak bisa hidup tanpa kamu ! "


" Sayang ... " Bram meraih tubuh itu kembali , diciuminya bertubi tubi pucuk kepala istrinya .

__ADS_1


" Aku tahu kau melakukannya karena cintamu yang begitu besar kepadaku . Aku tahu kau mencintaiku dengan segenap nyawamu ! Tapi aku mohon Bee , jika suatu saat ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu maka bicarakan denganku . Jangan menyimpulkan sesuatu sendiri tanpa terlebih dulu bertanya kepadaku ... "


" Aku janji sayang ... aku janji !! l love you .... "


" I love you more Bee ! "


Dan entah siapa yang lebih dulu memulai , tapi bibir mereka sudah kembali bertaut . Bram benar benar menyalurkan rasa bahagia di hatinya yang membuncah . Dia bahagia karena memiliki Cahaya sebagai istrinya , wanita itu bisa menyikapi dan menyelesaikan masalah dengan dewasa . Mamanya benar , jika ia harus berubah karena sekarang ia adalah seorang suami . Suami yang seharusnya bisa mengayomi sekaligus memimpin biduk rumah tangga mereka .


" Bee .. kamu mau apa !!? Akkhhhhh ... "


Cahaya menjerit tertahan ketika merasakan tiba tiba tangan kekar itu sudah ada di balik daster rumahannya . Bahkan tangan itu sudah menyusup di dalam kain segitiga berendanya dan bergerak lembut untuk memanjakan miliknya .


" Bee .... arrgghhhhh "


Tubuh Cahaya mengejang sesaat ketika merasakan gulungan rasa yang membuatnya diterbangkan ke langit ketujuh . Wanita itu pasrah ketika tubuhnya sudah dibalikkan hingga memunggungi suaminya , ia tahu benar apa yang selanjutnya akan suaminya lakukan .


Cahaya berpegang pada lemari kecil koleksi jam tangan sang suami yang tingginya hanya sebatas pinggangnya . Wanita itu memejamkan matanya ketika merasa dasternya sudah disingkap dan Bram dengan tidak sabar melepaskan kain segitiga berenda model tali yang dipakainya .


" Bee .... pelaaannnhhh !! "


Bram mulai bergerak dan cinta mereka kembali melebur menjadi satu , Cahaya tahu akan butuh proses panjang untuk merubah watak temperamen suaminya . Tapi ia yakin cintanya akan mampu melakukan semuanya !

__ADS_1


__ADS_2