Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
126


__ADS_3

" K-kak .... aku tidak seperti itu ! " gugup Vina , di satu sisi ia tak ingin Martin mempercayai kata kata Sherly tapi disisi lain ia pun tak ingin Martin memojokkan sahabatnya . Apapun yang terjadi selama ini Sherly adalah sahabat dikala senang maupun susah . Dia yakin jika ini hanyalah salah paham .


" Kau pikir aku akan percaya padamu ?? " ujar Martin mendekat ke arah gadisnya . Saat ini pria tampan itu berdiri tepat di depan kekasihnya .


Vina menundukkan kepala dan menghembuskan nafasnya kasar , dia tak menyangka akan ada kejadian seperti ini . Beberapa hari terakhir ini dia memang tidak berkomunikasi dengan Sherly . Disamping Sherly tidak berada di kampus ia juga sibuk dengan kepindahan dan adaptasinya di lingkungan baru . Dia belum mengatakan kepada sahabatnya jika mungkin dalam waktu dekat akan menikah dengan pria yang dari dulu menjadi idola mereka .


Vina kaget ketika dua tangan kekar Martin menangkup wajahnya dan perlahan mengangkatnya hingga wajah mereka tak berjarak .


CUPPPP ...


" Kak ... "


Martin mengecup sekilas kening gadisnya yang menatap kedua matanya dengan penuh rasa tanya . Sungguh terlihat menggemaskan ! Jika saja Sherly tak ada bersama mereka mungkin saja ia nekat merasai bibir kemerahan itu lagi .

__ADS_1


" Bukan dia yang mengejar aku , tapi aku yang tergila gila padanya ! Bukan dia yang menjeratku tapi aku ... aku yang tidak akan membiarkan dia sejengkal pun jauh dariku . Dulu aku diam ketika kau mencoba menjatuhkannya dengan ide konyol belajar berciuman itu . Sedikit demi sedikit kau ingin merusaknya , kau lakukan semua cara agar dia ' tak terlihat ' olehku . Tapi permata tetaplah permata , dia akan berkilauan walau tertimbun sampah sepertimu ! " geram Martin menatap Sherly , satu tangan melingkar di pinggang gadisnya . Martin ingin menunjukkan kepemilikannya atas gadis disampingnya .


" Kau ... bagaimana kau tahu !?? " cicit Sherly , ada sorot ketakutan disana . Takut semua topengnya akan dibuka oleh pria yang seharusnya bisa ia rebut dari gadis yang dibencinya .


Malam itu Martin sengaja tidak ikut Gibran pulang dengan alasan akan pulang dengan teman yang lain . Tapi sebenarnya Martin masuk ke dalam untuk menyelidiki hal sebenarnya . Karena banyak teman Sherly yang mabok waktu itu maka dengan mudah ia mengorek informasi .


Dan yang ia dapatkan sangat mengejutkan , Sherly sengaja ingin membuat Vina jatuh ke pelukan sepupunya . Seorang teman pernah mendengar curahan hatinya jika Sherly membenci Vina karena walaupun dia jauh lebih seksi tapi semua pria tetap saja lebih mengangumi Vina . Bahkan beberapa kali ia gagal mendapatkan mahasiswa incarannya hanya karena pria itu lebih menyukai Vina .


Dan naasnya dia hanya akan mendapatkan pria itu jika para pria itu mengeluh tentang Vina yang tidak mau ' tersentuh ' . Para pria itu berpikir jika Vina akan mudah mereka miliki tapi nyatanya gadis itu terlalu sulit untuk mereka taklukkan .


Sebenarnya Martin bukan target utamanya tapi sejak mendengar Vina berpacaran dengan pria itu , egonya ingin sekali merebut hati sang ketua mahasiswa itu . Dia ingin bisa mendapatkan Martin agar bisa melihat penderitaan Vina . Sayangnya kedoknya harus terbuka hari ini , saat ia sama sekali belum melancarkan aksinya untuk merebut hati pria itu .


" Aku tahu semua jika itu menyangkut tentang wanitaku , sebentar lagi kami menikah ! Kebohongan dan trik murahan seperti ini tidak akan dapat memisahkan cinta kami . Dia mempercayaimu ... dia menyayangimu seperti dia menyayangi saudarinya sendiri . Tapi ular sepertimu tak akan pernah bisa merasakan itu semua karena yang ada di otakmu hanya dendam dan kebencian . Sebejat bejatnya kami para pria akan mencari yang terbaik untuk pendamping hidup kami . Dan jangan pernah berpikir kau akan mendapat pria baik jika kau tak merubah dirimu !! "

__ADS_1


" Kak ... sudah, " Vina menarik mundur lengan Martin agar pria itu menjauh . Dia tak ingin pertengkaran ini menarik perhatian mahasiswa lainnya .


" Kau pikir aku takut padamu ??!! " sinis Sherly penuh kebencian .


" Aku peringatkan kau !! Jauhi calon istriku , sampai aku melihat atau mendengar kau mendekatinya maka jangan salahkan jika aku melebihi batasku !! "


" Kak sudah ! Sher kita bicarakan ini nanti lagi !! " kali ini Vina memaksa Martin untuk segera meninggalkan tempat itu , ada beberapa mahasiswa yang terlihat mendekat ke arah mereka .


Ada banyak pertanyaan yang ingin ia ajukan pada sahabatnya tapi mungkin saat ini bukan saat yang tepat untuk bicara .


" Sayang jangan dekati lagi ular itu , kau mendengarkan aku kan ??!! "


" Iyaaaaa .... sekarang antar aku ke kelas sebelum dosen menghukumku ! Kakak tidak ingin melihat calon istrimu ini menderita kan !? "

__ADS_1


Martin tersenyum lebar mendengar perkataan itu , baru kali ini gadisnya mengakui dirinya sendiri sebagai calon istrinya .


__ADS_2