
" Kenapa Bee ?? Kok bibirnya jadi berubah seksi banget ... " tanya Cahaya sambil mencium.pipi suaminya . Dari bangun tidur dia merasakan mood suami yang tidak begitu baik . Saat memasang dasi seperti ini biasanya Bram akan terus menganggunya dengan mencuri ciuman ciuman di manapun dia ingin . Tapi kali ini suaminya hanya diam , sesekali malah terdengar menghembuskan nafas dalam .
" Ckk nanti aku meeting dengan pria brengsek itu !! Papa memang menyebalkan ... kenapa harus bekerjasama dengan perusahaannya !! " keluh Bram yang tak suka jika harus kembali melihat wajah mantan suami dari istrinya . Seharusnya dia masih dalam masa cutinya tapi karena Hardian pergi keluar kota maka dia yang menggantikan papanya untuk hadir dalam beberapa acara penting , termasuk meeting dengan Bagaskara .
" Papa Hardian sangat profesional jika itu menyangkut perusahaan . Lagipula kerjasama itu kan sudah ada sebelum kita menikah Bee !! Sekarang lihat aku .... " tangan Cahaya meraih wajah sang suami agar menatap matanya .
" Kau suamiku ... Bramantyo Yudho Sadewo adalah pengusaha muda sukses yang akan menjadi pemimpin Sadewo Group !! Jadikan aku bangga memilikimu sebagai imamku ... jadikan dirimu menjadi panutan terbaik untuk anak anak kita kelak ! "
" Sayang .... "
" Ya !? "
" Apa kau hamil !? " tanya Bram.dengan raut wajah sulit di artikan .
" Kau ingin anak !? "
" Bukankah setiap pernikahan menginginkan seorang anak di tengah mereka ? Tapi aku tidak akan memaksamu jika kau memang belum siap, "
" Apa kau sudah siap menjadi seorang ayah !? Kau tahu benar bagaimana kisahku Bee , lima tahun pernikahanku dulu pun belum juga di beri anugerah itu . Mungkin Allah masih menguji kami waktu itu , dan nyatanya kami tidak bisa melewatinya ..... "
__ADS_1
Bram memeluk istrinya , dia lupa jika pembahasan tentang anak seperti ini akan sedikit menyinggung perasaan istrinya .
" Hei maaf , aku tidak bermaksud membuatmu ingat masa lalumu . Aku tak pernah mempermasalahkan kapan anugerah itu datang ! Kita jalani dengan santai saja , aku anggap masa masa ini adalah masa bulan madu kita . Lagipula rasanya aku juga belum rela jika harus berbagi itu dengan orang lain .... " tunjuk Bram pada dua bukit yang tertutup dress rumahan yang di kenakan istrinya .
" Hisshhh ... mesum !! Capek yang semalam saja masih terasa banget Bee ... udah nunjuk nunjuk ini lagi, " gerutu Cahaya yang tak habis pikir pada suaminya yang tak pernah bosan menyentuhnya .
" Sayang ... "
" Ya !? "
" Aku tidak suka jika mantan mertuamu itu datang ke sini !! "
" Kau tak ingat ?? Sekarang aku punya ibu jika dia berani macam macam lagi padaku . Sudah nggak usah mikir macem macem , sekarang konsentrasi buat meeting kamu nanti ! Buktikan pada Papa Hardian jika kamu bisa di andalkan , kesampingkan dulu masalah pribadi kita . Siang nanti aku ke kantor , kita makan siang bareng ! "
" Kenapa kau tidak ikut aku saja sekarang !? " ujar Bram mulai mengendus tengkuk dan leher istrinya , beberapa jejak sudah ia tinggalkan disana hingga Cahaya mencubit perut liatnya .
" Ya aku ikut sekarang , dan bukannya meeting pasti kalian malah akan baku hantam !! "
Setelah sarapan Cahaya mengantar sang suami sampai di teras depan . Bram pergi ke kantor di antar oleh supir . Ketika ingin beranjak ingin menemui ibunya yang masih ada di ruang makan tiba tiba terdengar notif pesan dari ponselnya .
__ADS_1
Aku merindukanmu sayang ....
Cahaya segera menghapus pesan itu , mantan suaminya terlalu bebal untuk mendengar semua kata katanya . Percuma untuk menasehati atau apapun itu , Gibran tidak akan pernah mengerti dirinya ....
*
" Bagaimana pestanya semalam !? " tanya Bina pada Sherly , mereka sedang ada di kantin kampus untuk sarapan .
" Nggak asik ... Kak Martin nggak datang ! Padahal kata Zacky dia diundang . Dia doang sepertinya yang tidak hadir di pesta semalam . Nih mata saja masih sepet karena baru bisa merem tadi jam empat pagi , itu saja aku pulang karena nyokap telpon melulu !! Terus kamu kapan bebas dari aturan Kak Gibran !? Sepi kalau nggak ada kamu. "
Vina hanya mengangkat dua bahunya , jika kakaknya sudah membebaskan semua aturannya pun Vina tidak akan mau lagi kembali ke dunianya dulu . Dia nyaman dengan dunia ' wajar ' yang ia jalani sekarang walau kadang masih ada beberapa teman pria yang mengirim pesan untuk mengajaknya berkencan .
" Mau kalian seret juga Kak Martin nggak bakalan ikut , lihat kita saja sepertinya dia mau muntah apalagi ada dalam satu acara sama kita . Bisa bisa ke rumah sakit dia karena tekanan darah tinggi !! " kata Vina yang disambut tawa oleh sahabatnya .
Tapi tawa mereka langsung berhenti ketika mendengar suara seseorang berdehem di belakang bangku mereka , sepertinya mereka tidak asing dengan suara itu . Wajah Vina langsung merah padam karena saat melirik ke arah belakang ternyata sepasang mata sedang menatapnya tajam . Mata yang selalu menatapnya dengan rasa tidak sukanya , mata yang selalu memandangnya rendah ...
" Viinnn ... mati kita !! Kak Martin di belakang kita " bisik Sherly yang ternyata juga sudah melihat ke arah belakang .
" Aku tahu ... "
__ADS_1