
Gista menggeleng gelengkan kepalanya ketika teringat jika Bram sudah memproklamirkan diri sebagai pemiliknya , pria yang lebih pantas menjadi adiknya itu juga berkata akan mengejarnya .
Tapi senyum Gista kemudian mengembang karena walau terlihat serampangan tapi Bram mengerti aturan . Semalam pria muda itu bilang akan benar benar mengejarnya setelah dia melewati masa iddahnya , setelah kata talak yang di jatuhkan padanya .
Besok ia sudah tidak tinggal di tempat ini lagi , sesuai janjinya pada sang ibu dia akan segera pindah ke rumah utama keluarga Wijaya setelah sempat meminta waktu untuk tinggal di luar .
Dan untuk hari ini Lena memberinya ijin untuk cuti agar bisa bersiap untuk pindah , padahal dia tak memerlukan itu karena tidak ada banyak barang yang dia bawa . Dia memang tak banyak membawa barang ketika keluar dari rumah mantan suaminya .
" Mbak Gistaaaa !! "
Suara teriakan orang dari luar mampu membuyarkan lamunannya , ia mendengar seseorang memanggilnya dari luar . Dan ia hafal jika suara itu adalah suara milik Mak Sri . Segera Gista beranjak untuk membuka pintu rumahnya .
Benar saja , wanita itu sudah duduk di kursi kayu panjang yang ada di teras rumah dengan membawa dua kotak bekal warna merah muda . Mata Mak Sri kelihatan sedikit terkejut melihat penampilan Gista yang masih memakai daster rumahannya .
" Lhohhh Mbak Gista lagi sakit !? "
" Enggak Mak , alhamdulilah Gista sehat sehat saja . Aku dapat cuti tiga hari dari kantor Mak jadi bisa istirahat di rumah, " jawab Gista yang kemudian ikut duduk di samping Mak Sri .
" Yaaahhh ... jadi nggak bisa ngasih ini deh ! Buat Embak semua saja kalau begitu . ltu semalam saya mencoba bikin puding buah , coba deh Mbak Gista cicipin. "
__ADS_1
Gista membuka salah satu kotak makan dan menyendoknya satu suap , ternyata rasanya memang sangat enak lagipula kebetulan ia juga belum sempat untuk sarapan . Sekotak puding mungkin bisa mengganjal perutnya .
" Enak banget Mak , buah strawberry ya ?? "
" lya , kemarin ada saudara pulang ke kampung yang ada di daerah Purbalingga terus pulangnya bawa oleh oleh buah strawberry banyak banget ! Terus iseng di bikin puding ... "
Tapi mereka menghentikan obrolan mereka ketika sebuah mobil warna hitam berhenti tepat di depan rumah Gista , dan itu bukan mobil yang biasa menjemputnya .
" Bram ??? " lirih Gista seperti tak percaya dengan penglihatannya .
Saat ini dia sedang melihat Bram keluar dari mobil hitam yang terparkir di depan rumahnya . Mengenakan setelan formal lengkap berwarna hitam hingga membuat pria itu terlihat lebih dewasa dan juga lebih tampan .
" Selamat pagi ... kenapa kau berpenampilan seperti itu ?? lni sudah siang , ayo aku antar ke kantor ! "
" Kau curi dari mana mobil itu ?? Mana motormu !? Kenapa kau berpakaian seperti itu !? "
Bram berdecak kesal ketika pertanyaannya malah di jawab dengan bertubi tubi pertanyaan . Padahal dia sengaja tidak sarapan kali ini agar bisa menjemput wanita incarannya .
" Cihh kau pikir hanya pria tua jelek itu yang bisa menjemputmu memakai mobil dan memakai setelan jas seperti ini ?! " sinis Bram menyambar sendok dan kotak makan yang di pegang Gista .
__ADS_1
" Bram !! ltu punyaku ... kau kan bisa makan yang satunya . Maaf Mak , pudingnya jadi dimakan sama dia. "
" Walahhhh ndak apa apa Mbak , tapi mau ralat ya Mas Bram ! Pak Mase itu bukan tua , dia cuma lebih dewasa ! Dan dia tidak jelek ... dia itu pendiam dan penuh kharisma . Tidak pecicilan kata kebanyakan pria sekarang , nggak ada wanita yang suka sama pria pecicilan !! " kata Mak Sri yang berharap sindirannya langsung mengena pada Bram .
" Ya sudah kalau begitu Mbak , saya pulang dulu itu warungnya kayanya ada yang beli . Nanti saya kesini lagi, " pamit Mak Sri dengan melirik Bram dengan pandangan sebal .
Setelah anak Sri menjauh Gista kemudian kembali menatap pria yang masih mengunyah puding buah miliknya .
" Jangan melihatku seperti itu , aku tahu jika aku sangat tampan ! " kata Bram yang sangat menikmati sesuap demi sesuap pudingnya . Sesekali ia memejamkan matanya ketika bibirnya menyentuh sendok yang sempat di pakai Gista untuk mencicipi tadi .
" Kau masih ingat apa yang aku bilang semalam kan ?? Aku belum ingin menjalin hubungan dengan siapapun saat ini , kau juga tahu aku belum melewati masa iddahku . Jangan buat ini menjadi lebih sulit untukku Bram ! "
" Jika kau bisa menjalin hubungan baik dengan mantan suamimu itu kenapa tidak denganku !? Aku tidak akan macam macam , aku juga tahu batasanku . Aku cuma tidak ingin kau bersama pria tua itu . Kau milikku , dia harus paham soal itu !! "
" Pak Alif hanya sedang melakukan tugasnya , jadi jangan berpikir aneh aneh . Hissshhhh kenapa jadi kau habiskan semuanya !! " gerutu Gista yang melihat kotak makannya sudah habis tak bersisa .
" Aku tidak peduli ! Tidak akan aku biarkan pria lain menatapmu karena hanya aku yang akan menjadi satu satunya pria di hidupmu . Hanya aku .... hanya aku !! Jadi walau aku belum bisa mendekatimu tapi tak akan pernah aku biarkan pria lain dekat padamu ! Apapun alasannya ... "
" Ya Tuhan .... dasar gila !! " lirih Gista sambil memijit keningnya sendiri , kepalanya tiba tiba terasa pusing setelah mendengar kata kata dari pria muda di depannya .
__ADS_1