Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
10


__ADS_3

" Kita makan bubur dulu saja Non biar lebih mantep keliling pasarnya, " kata Inem menarik tangan Gista ke sebuah warung tenda yang ada dipinggir pasar .


Gista mengikuti langkah lnem karena perutnya memang sedang lapar . Disana ternyata ada dua pria yang ia kenal salah satunya , pria itu menundukkan kepala dan menyapanya sopan .


" Perasaan pagi tadi Mas Jarwo sudah lnem bikinin kopi , kok jam segini ngopi lagi sih Mas !? Sudah berkali kali dibilang to , ojo kebanyakan minum kopi ... lambunge kumat lagi nanti, " gerutu lnem yang melihat suaminya sedang duduk di warung dengan segelas kopi di depannya .


" Mbok jangan ngomong gitu sayang , ucapan itu kan doa lagian yang ini cuma nemenin Mas Bram . Nggak bakal enak kalau ngopi sendirian, "


" Mas Bram apa kabar ?? Sudah lama tidak main ke rumah, "


" Baik Mbak, " jawab Bram singkat , matanya sekilas kembali menatap makhluk cantik yang berdiri disamping istri temannya . Dan Bram terkejut ketika pandangannya beradu dengan mata bening berwarna hitam kelam itu .


Sungguh , mata itu benar benar indah !


Sedang Gista langsung membuang pandangannya , walau terlihat sedikit tidak terurus wanita itu tahu jika pria muda yang ada disamping Jarwo bukan pria biasa . Dia merasa tatapan dingin dari pria yang tadi ia dengar bernama Bram itu menyimpan banyak hal .


Jarwo sedikit bergeser ke samping ketika lnem dan Gista ikut duduk di kursi memanjang satu satunya di warung itu . Jarwo terlihat pasrah ketika kopinya diseruput sang istri sampai habis .


" Maaf Mas , aku keburu haus ! Kelamaan kalau nunggu es teh pesananku di buat. "

__ADS_1


" Ndak apa apa sayang , jangankan es teh duniaoun akan aku persembahkan di bawah kakimu, " kata Jarwo demi menjaga keamanan dan ketertiban rumah tangganya . Pria itu sadar jika marah hanya akan membuat hidupnya terancam menderita .


Tak lama sang penjual memberikan pesanan lnem yang berupa dua gelas es teh dan dua mangkok bubur ayam . Dengan tenang kedua wanita itu makan bubur ayam mereka .


" Mas Braaammm ... ojek !!! "


Ke empat orang yang ada di warung tenda spontan menoleh bersamaan ke arah sumber suara . Mereka melihat wanita bertubuh montok dengan rambut panjang berwarna pirang dan dandanan yang sedikit berlebihan berdiri di samping Bram .


" Mbak Neni .... " sapa Gista , ia masih ingat wanita yang mengenakan kaos crop dan rok mini itu adalah tetangga belakang rumahnya .


" Maaf cari ojek lain saja , saya sedang menunggu pelanggan saya . Sebentar lagi mungkin sudah selesai belanjanya. " ujar Bram tanpa melihat pada wanita yang ingin menggunakan jasanya . Bram tahu rumah Neni berada tak jauh dari pasar . Wanita itu sering memakai jasanya hanya untuk hal hal yang tak perlu .


Ketika sudah mengantarkan sampai di rumah biasanya Neni akan memaksanya mampir dulu ke rumah untuk sekedar minum teh sebagai tanda terimakasih . Hal yang menurutnya sangat konyol ! Pernah juga mantan suaminya datang padanya hanya untuk menanyakan apa dia dan mantan istrinya punya hubungan .


Neni tahu jika Bram bukan tipe pria yang mau menunggu lama walaupun itu adalah pelanggan ojeknya .


" Nggak bohong dia Nen !! Lha wong dia lagi nunggu Mbak Gista sarapan dulu . Mau disuruh nganter ke kota buat keliling cari lowongan kerja . Ya kan Mas Bram !? "


Bram hanya menampilkan sekilas senyumnya pada istri temannya itu . Baru ia tahu jika wanita cantik itu bernama Gista , nama yang indah menurutnya .

__ADS_1


Dengan penuh kekesalan Neni pergi meninggalkan warung tenda itu tanpa sepatah katapun . Satu alasan lagi kenapa ia tidak suka pada tetangga barunya yang bernama Gista . Sepertinya dia mendapat satu saingan untuk mendapatkan hati berondong muda idolanya .


Sedang di warung lnem sedang tertawa menang , dari dulu ia tidak suka sifat Neni yang terlalu mudah tertarik pada laki laki . Dulu sekali saat awal awal perceraian Neni pernah ingin menjerat suaminya , Jarwo .


Walau bukan pria kaya tapi Jarwo adalah pria yang sangat ditakuti oleh preman preman disekitar tempat itu . Entah kenapa bisa Jarwo bisa begitu di hormati dan di takuti padahal menurut lnem Jarwo adalah suami termanis yang pernah dia tahu .


lnem tahu jika Neni menginginkan Jarwo agar mantan suaminya tidak bisa mendekatinya lagi . Jika ia berhasil menjerat Jarwo maka ia akan menjadi wanita yang juga di hormati . Tapi jangankan terjerat , melirik pun tidak ! Jarwo tidak akan mempertaruhkan rumah tangganya untuk alasan apapun .


" Mas Bram tidak keberatan kan kalau siang nanti mengantar Non Gista ke kota ?? "


" Mau jam berapa Mbak !? "


" Habis ini , tapi saya ambil berkas yang diperlukan dulu di rumah jadi kalau ada lowongan bisa langsung mendaftar. " sahut Gista menjelaskan .


" Kalau begitu biar saya pulangnya ikut Mas Jarwo saja Non . Mas Bram bisa langsung anterin Non Gista pulang ambil berkas, "


" Tapi kan Mas Bram sedang menunggu pelanggan , saya pulang jalan kaki dulu saja tidak apa apa, "


" Mana ada pelanggan lain Non , itu alasan biar janda pirang tadi cepat pergi ... heran gatel nggak sembuh sembuh. " gerutu lnem yang masih kesal jika mengingat Neni pernah mengejar suaminya .

__ADS_1


" Saya sih terserah , kalau dia maksa pulang jalan kaki ya saya bisa apa !!! " ketus Bram yang langsung mendapat tatapan penuh tanya dari pasangan suami istri di sampingnya .


" Lhohhh .... "


__ADS_2