Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
19


__ADS_3

Dua orang sedang berdiri dengan kepala tertunduk ketika seorang pria berdiri di depan mereka dengan wajah penuh amarah .


" Aku minta kalian jaga putraku !!! Bukan menakut nakutinya dengan senjata konyol yang kalian punya !! "


Hardian sedang mendengar laporan dari dua orang suruhan di ruang kerjanya . Untung ruang kerjanya di desain kedap suara jadi teriakannya tidak akan mengganggu istirahat istrinya .


" Maaf Tuan Hardian , waktu itu kami panik karena melihat Tuan Muda diserang dengan tiba tiba ... " jawab salah satu pria berpakaian hitam masih dengan menundukkan kepalanya .


" Bram terluka !! Cepat temukan dia , aku tidak mau terjadi apa apa dengannya . Dia putraku satu satunya penerus keluarga Sadewo ! Jika kondisinya benar benar parah maka jemput paksa dia dan bawa ke rumah sakit !! "


" Baik , akan kami lakukan, " sahut dua pria itu bersamaan .


TINGGGGG ...


Sebuah notif pesan sedikit menarik perhatian Hardian , dini hari seperti ini siapa yang sempat mengirim pesan padanya .

__ADS_1


" Ya sudah kalian pergilah , aku tidak mau istriku bangun dan mendengar semua ini "


Setelah dua pria itu pergi Hardian segera meraih ponselnya dan melihat siapa yang sudah mengirim pesan padanya . Sesuai dugaannya Rachel yang mengiriminya pesan . Sejak beberapa hari ini istri mudanya itu selalu memintanya untuk datang menemuinya .


Dua bulan setelah kepergian Bram ia meminta Rachel untuk resign atau keluar dari pekerjaannya . Waktu itu ia beralasan agar Rachel bisa lebih fokus pada tugasnya sebagai seseorang istri . Tanpa Rachel tahu jika alasan Hardian sebenarnya adalah menjaga hati istrinya walau ia tahu sudah sangat terlambat melakukannya .


Demi memulai awal yang baru ia juga rela menjual rumah yang selama ini mereka tinggali dan pindah ke sebuah rumah megah yang terletak di kawasan perumahan elite di pusat kota . Hardian benar benar ingin melupakan semua kejadian yang menyakiti istri dan putranya .


Kepergian Bram membuka mata Hardian betapa Sofi sangat mencintainya , wanita itu sangat menjaga hakikatnya sebagai istri . Sofi tetap bertahan disisinya walau badai besar sedang terjadi dalam rumah tangganya .


" Apa maunya .... " lirih Hardian segera mematikan ponselnya setelah membaca pesan Rachel , dia sudah mengetahui jika istri mudanya mempunyai pria lain sebagai pemuas ranjangnya .


Tapi kini berbeda , wanita itu benar benar sudah di luar batasnya . Mau tidak mau secepatnya ia harus bertemu untuk menceraikannya .


" Mas ... "

__ADS_1


" Lhohh kok bangun sayang !? " Hardian beranjak dari duduknya dan berjalan ke arah wanitanya .


" Tamunya sudah pulang ? Apa ada hal mendesak tentang pekerjaan ?? Atau ini tentang Bram ? Perasaanku tiba tiba jadi tidak enak setelah bangun tadi , aku takut terjadi apa apa padanya Mas ! "


Hardian merengkuh tubuh istrinya dan perlahan berjalan keluar ruangan .


" Bram pria yang kuat , terbukti satu tahun ia mampu hidup mandiri tanpa kita ! Aku akan tetap menjaganya dari jauh jangan khawatir. "


" Tapi .... "


" Dia akan kembali ke bersama kita secepatnya , itu janjiku ! Sekarang istirahatlah dan tidak usah berpikir macam macam . Aku tidak ingin kau sakit lagi, " bujuk Hardian .


Bisa saja dari dulu ia menemui Bram dan membujuk putranya untuk pulang . Tapi waktu itu Bram masih terlihat labil dan sangat membencinya . Dia takut malah membuat putra satu satunya itu lebih nekat dan pergi lebih jauh dari sekarang .


Tapi sekarang sudah satu tahun , dia berharap Bram bisa lebih menata hatinya dan mudah untuk di ajak bicara . Walau bagaimanapun mereka adalah keluarga , harapannya adalah Bram bisa kembali berkumpul kembali di rumah seperti sedia kala .

__ADS_1


" Berjanjilah padaku Mas , kau akan bawa putraku secepatnya kembali ke rumah ini "


" Aku berjanji ! "


__ADS_2