
Pagi harinya Vina bangun dengan kepala sedikit pusing , semalam ia tak bisa tidur karena masih asing dengan kamar milik Martin . Walau tahu dia aman di tempat ini tapi tetap saja ada rasa tidak nyaman ketika tidur bukan di kamarnya sendiri .
Samar terdengar dua pria bercakap , dan dia merasa tidak asing dengan kedua suara bariton yang khas ditelinganya itu .Setelah membersihkan wajahnya Vina segera keluar bermaksud ingin berpamitan pulang . Dia harus segera pulang untuk membersihkan diri dan mengambil tas kuliahnya .
" Kak Gibran ??? " cicitnya ketika membuka pintu kamar melihat kakaknya dan Martin sedang berbincang di teras kamar .
" Maaf semalam aku menelponnya memberitahu jika kau tidur disini . Pagi sekali dia kesini khawatir jika aku nekat tidur denganmu .... Akkhhh !! " pekik Martin karena Gibran memukul keras lengannya .
" Jangan kira aku tidak tahu isi otakmu itu !! " kata Gibran dengan tatapan sinis pada pria yang lebih muda darinya itu .
Martin hanya terbahak , perkataan Gibran nyaris benar karena semalam hampir saja ia menyeret tubuh sintal Vina ke atas ranjangnya . Martin hampir saja lepas kendali setelah merasakan betapa manisnya bibir kemerahan yang selalu membuatnya gemas itu . Aroma wangi tubuh gadisnya benar benar mampu menerbangkan akal sehatnya .
" Duduklah , kakak ingin bicara denganmu ! "
__ADS_1
Vina menuruti kakaknya dengan duduk di kursi plastik yang ada samping Martin . Dan sepertinya sebelum berbicara dengannya kakaknya sudah terlebih dahulu berbicara dengan Martin karena kakaknya membiarkan pria yang mengklaim pemilik dirinya itu tetap duduk ditempatnya .
" Semalam kau bertengkar dengan lbu ?? " tanya Gibran yang ditanggapi Vina dengan hanya menundukkan kepalanya .
" Mungkin selama beberapa bulan ke depan kakak belum bisa tinggal bersama denganmu atau lbu dirumah . Kau tahu kondisi kakak iparmu sekarang kan ?? Sangat tidak mungkin aku memaksanya untuk tinggal bersama kita di kediaman Bagaskara. "
" Vina mengerti .... "
" Aku putuskan kau untuk tinggal di luar rumah jika kau memang benar benar tidak nyaman lagi tinggal bersama lbu . Maksudku kau bisa tinggal di rumah kos dan Martin akan membantu untuk mencari kos khusus wanita di daerah sekitar sini agar dia juga bisa ikut mengawasimu ! Tapi pertanyaan kakak adalah apa kau siap untuk hidup mandiri ?? Tak ada Mbak lnem yang akan menyiapkan makanan atau mengurus semua kebutuhanmu . Kau harus benar benar hidup mandiri jika tinggal di rumah kos seperti ini ! " kata Gibran yang tahu sejak kecil Vina sangat di manjakan oleh semuanya . Dulu Cahaya pun bahkan sangat menyayanginya .
" Ibu akan belajar introspeksi diri , dia butuh waktu untuk benar benar menyadari semua kesalahannya . Setelah ini bersiaplah Kakak akan mengantarkan kamu pulang untuk mengambil semua keperluan kuliah atau baju untuk nanti . Sore ini juga kamu akan tinggal di rumah kos . Dan ini peringatan untukmu Martin !! Vina akan tetap dalam pengawasanku walaupun dia berada di luar rumah , jadi jangan macam macam dengannya . Kau akan berurusan denganku jika kau menyakitinya walau seujung kuku sekalipun !! "
" Aku mengerti Kak , semalam aku hanya menciumnya ... tidak lebih ! " sahut Martin dengan entengnya . Dan kata kata itu membuat Vina menatapnya galak , ia tak habis pikir bagaimana bisa Martin bisa mengatakan itu semua .
__ADS_1
Sekali lagi Gibran memukul lengan Martin , kali ini lebih keras hingga pria muda itu terlihat meringis kesakitan .
" Hei apanya yang salah !!? Dia pacarku sekarang , apa salahnya jika aku menciumnya ... " kilah Martin tanpa dosa .
" Kalian pacaran ?? "
" Jika kami tidak pacaran dia tidak akan mungkin lari kesini malam tadi ... "
" Aku bertanya pada adikku ... bukan padamu ! Jangan jangan kau memaksanya untuk menjadi pacarmu . Kurasa kau bukan seleranya .... " kata Gibran yang tahu teman teman Vina biasanya adalah anak para pengusaha kaya . Circle pertemanan adiknya dulu sama dengan ibunya yang hanya bergaul dengan kalangan atas .
" Ya sudah aku dan Vina akan pulang terlebih dahulu dan kau urus tempat kostnya . Kalau bisa jangan terlalu dekat dengan tempat ini . Terlalu banyak setan disini ! " ujar Gibran menarik tangan Vina menuju ke mobilnya .
" Mobil Vina bagaimana ?? " tanya Vina .
__ADS_1
" Martin yang akan mengurusnya , dia juga sudah mengurus ijin agar kau bisa cuti hari ini ! "
" Hati hati di jalan sayang .... " celetuk Martin yang langsung mendapat hadiah lemparan botol air mineral dari tangan Gibran . Bukannya kesakitan tapi Martin malah terbahak menanggapinya , sedang pipi Vina memerah . Dia tak menyangka sudah seakrab itu hubungan Martin dan kakaknya .