
" Daddy !!! " pekik Rachel kegirangan ketika melihat Hardian datang ke apartemennya , padahal rencananya siang ini dia memang akan nekat datang ke kantor Sadewo . Dia sudah mendengar jika Bram terjun ke perusahaan bersiap untuk menjadi penerus ayahnya , itu artinya kedudukannya seperti telur diujung tanduk .
Wanita itu langsung memeluk pria yang masih berstatus suaminya .
" Daddy ... kangen, " lirih Rachel manja mencoba memancing jiwa laki laki Hardian .
" Duduk , aku ingin bicara sebentar ... hanya sebentar !! "
Rachel menurut dengan melepas pelukannya dan duduk di sofa ruang tamunya .
__ADS_1
" Sudah lama aku bersabar menghadapi kalian , tapi kali ini tidak lagi ... sudah cukup !! Kita berpisah detik ini juga , tak ada hubungan lagi yang terjalin antara kita. "
" Maksudmu apa ?? Kau tidak bisa melakukan ini padaku , aku sudah serahkan semua untukmu !! Waktu itu kau sendiri yang memintaku untuk menjadi istrimu ! " pekik Rachel kaget karena tak menyangka tiba tiba saja Hardian mengatakan tentang perpisahan , sebisa mungkin ia akan bertahan karena rencana besarnya belum berhasil .
" Teman kencanmu dan dua temannya semalam mencoba mencelakakan putraku . Aku punya rekaman percakapan mereka , dia juga mengatakan rencana konyolmu untuk menjeratku ! Jika saja istriku tidak memaksaku untuk menikahimu maka aku tidak akan melakukannya . Dia pikir kau adalah gadis yang baik , pegawai yang loyal dengan perusahaan. Aku juga terlalu naif berpikir jika kita menjadi satu maka perusahaan bisa menjadi lebih maju . Aku berpikir kau bisa menjadi istri yang baik !Nyatanya mataku melihat satu demi satu kelicikanmu ! "
" Aku tidak mengerti Dad !! Pasti ini semua adalah jebakan istri tuamu itu agar kita bisa berpisah !! Aku tidak kenal Deki !!! Rencana konyol apa ??! Aku benar benar mencintaimu ... "
Rachel terhenyak , bahkan ia belum sempat melaksanakan rencana rencananya. Tapi tiba tiba saja dia dihempaskan hingga hancur tak bersisa . Selama ini dia dan Deki terlalu menganggap remeh pria itu , mereka anggap diamnya Hardian karena memang tidak tahu dengan pengkhianatan mereka selama ini .
__ADS_1
Setelah itu Hardian segera pergi dari apartemen milik Rachel , hatinya lega karena akhirnya bisa berpisah dengan wanita itu . Semalam orang orangnya menangkap Deki dan dua temannya yang ingin mencelakakan Bram . Orang orangnya sudah berhasil membuat salah satu orang yang disewa Deki mengaku di depan pihak berwajib , dan dengan bukti bukti yang sudah dikumpulkan maka Hardian tak ragu lagi untuk menyudahi semuanya .
Tadi malam bahkan Deki dan dua temannya sudah mengikuti Bram semenjak keluar dari gerbang rumah . Tapi dengan sigap orang orangnya dan beberapa intel meringkus tiga orang itu sebelum Bram menyadari ada bahaya yang mengancamnya .
Karena khawatir ada lagi orang Deki yang tersisa maka mereka masih mengawal pewaris tunggal Sadewo itu . Sayangnya beberapa orang yang bertugas mengawal putranya harus kehilangan jejak karena Bram malah masuk ke jalan kampung dan menelusuri gang sempit . Mobil mereka tentu saja akan kesulitan melaluinya .
Walau begitu dengan mudah mereka bisa menemukan tuan muda mereka yang berhenti untuk makan di sebuah warung pinggir jalan . Mereka juga sempat melihat Bram yang menawari seorang wanita untuk membonceng motor sport yang di bawanya menuju ke kampung yang mereka tahu adalah tempat pelarian Bram untuk pertama kalinya .
Sementara itu Rachel meremas perutnya , selama ini ia mempertahankan bayi dalam kandungannya hanya agar bisa digunakannya untuk menggeser kedudukan Bramantyo sebagai pewaris tunggal ..Tapi sekarang bahkan ayah kandungnya pun sedang mendekam di penjara . Kaki ini Deki akan lebih lama berada di hotel prodeo karena kaki ini kasusnya tentang percobaan pembunuhan .
__ADS_1
" Hardian ... Sartika ... jangan kalian pikir aku akan diam saja !! "