Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
106


__ADS_3

" Pokoknya kalian hati hati disana , jaga istrimu baik baik . Awas saja jika kau sampai membiarkan istrimu pergi sendirian disana . Jika stok baju hangat dikoper habis segera beli , jangan sampai pulang pulang malah kalian sakit ! Kami ingin kalian pulang membawa kabar bahagia ... "


" Maahhh .... " Hardian memperingatkan istrinya yang menasehati pasangan yang akan pergi bulan madu itu . Walau anak dan menantunya sudah dewasa tapi nyatanya Sartika masih saja belum tega untuk melepas mereka pergi jauh .


" Tapi Bram ceroboh Pah !! Bisa bisa Cahaya kerepotan disana, " sahut Sartika yang membuat Cahaya tersenyum lebar . Dari semalam suaminya menggerutu karena mamanya selalu memberi wejangan sebelum keberangkatan mereka untuk bukan madu .


" Tidak apa apa Mah , Cahaya pasti akan menjaga anak Mama . Kami akan berusaha mewujudkan mimpi Mama , doakan saja kami pulang dengan membawa kabar baik ! " Cahaya memeluk mama mertuanya dan salam takzim pada papanya bergantian .


" Tuh dengar kan Pah !! Malah Cahaya yang berjanji akan menjaga suaminya . Anak nakal itu dari tadi diam saja .... "


" Ya tidak disuruh pun Bram pasti akan jaga istri Bram Mah !! Kalau perlu nanti Bram pasang tali masing masing di tangan kami agar selalu bersama . Ya kan sayang ?! "


" Sudah ... seperti kata Mama kalian , jaga diri kalian baik baik . Jangan khawatirkan tentang perusahaan karena Papa yang akan mengurus semuanya dulu . Wijaya juga masih dalam pengawasan Papa . Aku sudah konfirmasi hal itu dengan lbumu dan Pak Alif , jadi fokus saja pada bulan madu kalian !! " ujar Hardian pada menantunya .

__ADS_1


" Baik Pah , terimakasih banyak ! "


Setelah beberapa saat akhirnya pasangan newbie itu akhirnya berangkat juga . Dan Hardian segera membimbing istrinya untuk segera pulang . Pria itu hanya mengantar sang istri hanya sampai ke halaman depan tanpa turun dari mobil terlebih dahulu karena akan ada meeting di perusahaannya . Satu bulan ini dia akan kembali disibukkan dengan dua perusahaan besar sekaligus .


Sartika melambaikan tangannya ketika mendengar suara klakson dari Hardian yang mobilnya sudah akan mencapai gerbang depan . Ketika membalikkan badan dia tersenyum dengan kehadiran wanita yang sudah sangat ia kenal . Salah satu penjaga juga sudah berdiri di belakangnya , bisa dilihat jika wanita mantan sekretaris sekaligus mantan istri suaminya itu sudah memaksa untuk masuk dan menemuinya .


" Kau ingin bertemu dengan mas Hardian !? Sayang dia sudah kembali ke kantor "


" Saya ingin bertemu dengan anda lbu Sartika ! Saya sengaja datang di jam ini karena tahu dia sudah ada di kantor . Dia tak akan mengijinkan saya menemui anda ! " sahut Rachel yang sengaja menemui Sartika tanpa sepengetahuan Hardian .


" Salah jika kau berpikir suamiku tidak tahu kedatanganmu . Kau tahu penjaga penjaga rumah ini sangat mampu untuk melemparmu keluar dari rumah ini . Aku yang memintanya agar membiarkanmu menemuiku . Kau sudah melahirkan !? " tanya Sartika ketika melihat perut Rachel sudah kembali rata .


" Tiga bulan yang lalu saya melahirkan , anak saya perempuan . Dan karena dia saya datang ke rumah ini ! " kata Rachel dengan wajah tertunduk .

__ADS_1


" Kau ingin kami bertanggung jawab pada anakmu ??! "


Dan pertanyaannya di jawab dengan gelengan lemah . Sartika bisa melihat perubahan besar pada diri Rachel . Dulu wanita di depannya ini selalu melihatnya dengan penuh rasa iri , wanita yang dia ijinkan untuk menikahi suaminya itu selalu ingin menguasai Hardian seorang diri .


" Jadi apa yang kau inginkan !? "


" Saya hanya ingin minta maaf pada anda . Saya hanya ingin memulai hidup baru dengan putri saya dengan kedamaian . Karena saya tahu kebencian saya pada orang orang disekitar saya hanya akan berdampak buruk untuknya " air mata tampak mulai menggenang di kedua mata Rachel , dan Sartika mengelus pelan bahu mantan madunya itu untuk sedikit menenangkannya .


" Saya menyalahgunakan kepercayaan anda , seharusnya saya menjaga Dad ... maksud saya bapak dengan baik baik . Tapi saya malah mengkhianati beliau , padahal saya tahu beliau sangat menyayangi saya . Saya terlalu serakah hingga saya merasa Tuhan sudah mengambil semua kebahagiaan saya . Tapi setelah kelahirannya baru saya sadar jika Tuhan masih sangat sayang kepada saya . Dia masih mengijinkan saya untuk menjadi seorang ibu dari bayi perempuan yang sangat cantik ! Saya benar benar ingin memulai semua dengan baik ! "


Sartika menghela nafasnya dalam dalam , rasanya semua begitu cepat terjadi . Rasanya baru kemarin ia harus membuat keputusan besar untuk mengijinkan suaminya menikah lagi , sebuah keputusan yang sebenarnya menghancurkan hidupnya . Tapi kini mereka duduk bersama untuk saling berbicara dari hati ke hati .


" Aku tidak membencimu , aku berharap kelak kau menemukan kebahagiaan bersama putrimu . Jadilah ibu yang baik untuknya ! "

__ADS_1


" Saya akan selalu berusaha untuk itu "


Ada setetes air mata ketika melihat Rachel mulai melangkah pergi dari rumahnya . Ternyata menjadi seorang ibu mampu menyadarkan Rachel dari semua kegilaannya . Dan Tuhan memberikan jalan kesadaran untuk seorang Rachel dengan cara yang mengagumkan .


__ADS_2