Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
48


__ADS_3

" Mbak Lena belum tahu soal masa lalunya Cahaya ? Maaf tadi aku sempat keceplosan , aku kira suami atau anaknya juga ikut serta kerumah, " kata Sartika pada Lena . Saat ini mereka ada di dalam mobil yang di bawa oleh Hardian , siang ini ada meeting penting di kantor hingga mengharuskan Lena untuk datang karena sampai saat ini ia masih menjadi pemimpin Wijaya .


" Sudah ... aku sudah tahu semuanya , hanya saja aku ingin Cahaya yang suatu saat mengatakan sendiri semua padaku . Aku yakin perceraian ini tidak mudah baginya . Suaminya adalah pengusaha muda sukses bernama Gibran Satya Bagaskara. "


" Gibran ?? Bukannya dia pemilik SB Group !? Sinar Bagaskara adalah perusahaan yang cukup besar . Sadewo bahkan sedang mengadakan proyek bersama perusahaan itu ! Gibran pria muda yang cerdas dan ambisius ... aku tidak menyangka jika dia adalah mantan suami dari Cahaya, " sahut Hardian menimpali kata kata Lena .


" Jadi rencana kita sepertinya bukan hal yang tidak mungkin Pah !!! "


" Maahhhh .... kita baru saja bertemu dengannya , jadi jangan aneh aneh dulu, " ujar Hardian yang tahu arah pembicaraan istrinya , Sartika padti masih bersemangat untuk menjodohkan Bramantyo dengan Cahaya .


" Rencana apa ?? Apa ada sesuatu yang tidak aku tahu !? " Lena memandang Sartika penuh tanya .


" Enggak Mbak , tadi pas mau kesini aku sama Mas Hardian tiba tiba punya ide menjodohkan anak anak kita . Tapi Mas Hardian bilang Cahaya pasti sudah punya anak dan suami . Tapi ternyata Cahaya sudah single sekarang statusnya .... "

__ADS_1


" Bram masih terlalu kekanakan , kasihan Cahaya jika setiap hari harus menghadapi semua kenakalannya ! Aku yakin putri Mbak Lena itu sudah sangat dewasa dalam berpikir . Sikap dan tutur katanya sangat jelas dalam menggambarkan wataknya ! "


Lena hanya tersenyum menanggapi suami istri yang sedang beradu argumen itu . Dia sangat mengenal Bram seperti kedua orang tuanya karena dia sudah menganggap Bram sebagai putranya sendiri .


Bram adalah pria yang temperamental , selalu berapi api jika menghadapi sesuatu dan bukan pria penyabar . Tapi di balik semua itu Lena tahu Bram adalah pria yang sangat lembut dan manja , dia juga seorang pria penyayang .


" Kenapa tidak ?? Jodoh tidak ada yang tahu tapi tak ada salahnya kita mengenalkan dan mendekatkan mereka berdua . Kalian akan menjadi besanku , dan Bram akan benar benar menjadi putraku . Hidupku lengkap karena aku punya seorang putra dan seorang putri yang akan menemaniku sampai aku tua nanti . Sukur sukur Allah memberiku banyak cucu agar suasana rumah lebih ramai, " ucap Lena tersenyum senang ketika membayangkan ada banyak cucu cucunya yang bermain di sekelilingnya nanti .


" Bukan cucumu saja Mbak , tapi cucu cucu kita ! Ya Allah semoga Bram berjodoh dengan Cahaya .... Aminnnn !! "


" Setuju Mbak !!! "


Sedang Hardian hanya geleng geleng kepala melihat antusiasme dua wanita di belakangnya . Dia tidak yakin jika putranya mau dijodohkan seperti ini karena dia kenal watak putranya yang tidak akan pernah mau untuk dipaksa . Lagipula Bram juga sudah punya gadis impiannya sendiri .

__ADS_1


*


BRAAKKKKK ...


" Apa sulitnya mencari latar belakang seorang pemuda !! Kenapa kalian tidak bisa menyelesaikan tugas yang aku berikan !! " Gibran menggebrak meja kerjanya dengan keras ketika orang orangnya tidak mampu mencari tahu siapa pemuda yang kemarin sempat akan baku hantam dengannya .


Entah kenapa tapi Gibran sangat tidak menyukai keberadaan pemuda yang dipanggil mantan istrinya dengan panggilan ' Bram ' . Dia hanya belum rela jika mantan istrinya menjadi dekat dengan pria lain .


" Kami yakin pemuda bernama Bram itu bukan pemuda biasa . Jika bukan anak pejabat maka dia adalah anak pengusaha yang punya kuasa dan pengaruh yang kuat . Semua informasi tentang dirinya tercover dengan rapi , kami bahkan tidak bisa menembusnya . Kami takut jika kita memaksa untuk mencari tahu maka akan berpengaruh dengan jalannya perusahaan . Orang orang yang melindungi pemuda itu tidak akan tinggal diam jika tahu kita mengusiknya. "


Gibran diam , mungkin saja orangnya benar . Sekarang jalan satu satunya untuk mengetahui siapa pemuda itu hanya mantan istrinya sendiri .... Gista !


Harinya cukup panas ketika mengetahui Gista dan pemuda bernama Bram itu makan malam di sebuah restoran mewah , secepat ini mantan istrinya bisa melupakannya setelah sekian tahun hidup bersama .

__ADS_1


" Kau tidak akan pernah mendapatkan dia !! Dia milikku .... "


__ADS_2