Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
61


__ADS_3

" Aku ikut mobilmu , kita cari tempat yang leluasa untuk bicara !! " kata Gisela yang mengikuti langkah Gibran menuju mobilnya .


" Tidak ada sesuatu yang harus kita bicarakan , malam itu aku di luar kendaliku jadi jangan kau kira karena hal itu aku akan menikahimu . Kau yang memanfaatkan diriku , bukan aku yang memanfaatkan dirimu !! " sinis Gibran , padahal ia pikir putri dari wanita bernama Nyonya Darsono itu adalah wanita baik baik karena ibunya sangat ramah dan terhormat .


Jika tidak mempertimbangkan kebaikan hati Nyonya Darsono sudah dari tadi ia menolak perjodohan ini . Selain itu Gibran takut jika aibnya tentang malam panas itu akan di bongkar oleh Gisel . Nama baiknya sebagai seorang pengusaha sedang dipertaruhkan .


" Kita harus bicara .... " ujar Gisel yang kemudian masuk begitu saja ke mobil Gibran walau pria itu belum mengijinkannya .


Gibran diam , mencoba untuk tidak mempedulikan wanita yang duduk disampingnya . Pria itu mulai melajukan mobilnya untuk membelah ramainya jalanan ibukota .


" Seperti juga dirimu , aku juga pernah menikah ! Aku menikahi cinta pertamaku . Aku kira perjalanan cintaku akan baik baik saja karena aku yakin dengan kekuatan cinta yang kami punya . Sampai akhirnya aku melihat dengan mata kepalaku sendiri ketika ia sedang ada di kamar hotel dengan seorang wanita lain. "

__ADS_1


Gibran tak mendengar ada nada sedih ketika Gisel menceritakan semua itu , wanita itu benar benar bisa menyembunyikan lukanya dengan baik .


" Jika kau pikir aku sedih maka kau salah besar !! Aku bersyukur karena aku bisa melihatnya mengkhianatiku , setidaknya aku tidak akan setengah setengah meninggalkan pria brengsek sepertinya ! "


" Dan kau bercinta dengan banyak pria hanya untuk melampiaskan dendam pada mantan suamimu itu ! Menjijikkan ... " sinis Gibran yang ditanggapi senyum oleh Gisel .


" Salah !! Kau adalah pria pertama dan satu satunya yang sudah menyentuhku setelah perceraian ku enam bulan yang lalu . Entah kenapa malam itu aku langsung jatuh hati padamu . Waktu itu di matamu aku bisa melihat gelora hasrat dan rasa putus asa di saat bersamaan . Dan itu sangat menarik untukku ! Pada dasarnya kita sama Gibran ... kita sama sama gagal !! "


" Aku bisa saja hamil .... "


Gibran hanya tersenyum sinis ketika mendengar kata yang menurutnya lebih terdengar sebagai sebuah ancaman baginya . Sudah ia duga wanita itu akan melakukan segala cara untuk menjeratnya .

__ADS_1


" Apa kau anggap ini adalah gurauan Tuan Gibran !? Tiga kali kita melakukannya tanpa memakai pengaman ... kau sangat menggebu waktu itu . Bisa saja salah satu benihmu sudah bersarang di rahimku ! "


" Lima tahun aku menikah , dan tidak sekalipun aku menggunakan pengaman ! Setiap hari doaku adalah agar buah cinta kami segera ada di rahimnya . Tapi itu tidak pernah terwujud !! Aku rasa hanya bercinta semalam tidak akan punya pengaruh untukmu .... "


Pembicaraan mereka terhenti ketika seorang pelayan mengantarkan pesanan mereka . Setelah itu dengan tenang mereka menikmati makanan di hadapan mereka dengan sesekali terdengar Gibran mendesah kasar . Gisel sengaja diam agar Gibran bisa lebih memikirkan semua yang di katakannya tadi .


" Ok ... jadi kita sepakat untuk tidak menerima perjodohan ini . Suatu saat jika Dia memberikan anugerah itu di rahimku maka apapun yang terjadi dia hanya akan menjadi milikku . Dan kelak jangan datang padaku dengan alasan kau ingin bertanggung jawab pada anakku !! lngat hari ini .... ingat semua kata katamu ! Jangan harap aku akan memberimu kesempatan untuk menyentuh anakku. "


" Terserah ... aku tidak peduli !! Aku juga tidak yakin jika kau hanya akan bercinta denganku setelah ini . Wanita sepertimu hanya mengejar kepuasan raga ... bukan cinta ! " sinis Gibran yang muak dengan wanita di depannya . Padahal belum tentu dia akan menjadi seorang ayah tapi Gisel membuatnya seolah olah jika sudah ada janin di rahimnya dan dia adalah pria bejat yang lari dari tanggung jawab .


" Aku pergi , terimakasih untuk makan malamnya Tuan Gibran ! Dan salam untuk ibumu .... Katakan padanya , aku akan menjelaskan semua pada lbuku " kata Gisel yang setelahnya beranjak menuju taksi online yang sudah ia pesan sebelumnya .

__ADS_1


Sementara Gibran masih duduk diam ditempatnya , sepertinya hatinya sedang bimbang . Bagaimana jika apa yang dikatakan Gisel tentang anak itu benar adanya ! Tapi kemudian ia pun mencari pembenaran sendiri , tidak mungkin dengan hanya bercinta semalam akan membuahkan janin . Sedangkan selama lima tahun bercinta dengan istrinya tidak membuahkan hasil apapun .


__ADS_2