Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
13


__ADS_3

" Gimana Mas Bram tadi siang , itu Non Gista sudah berhasil dapat pekerjaan apa belum ?? Nek tak pikir pikir kok jadi kasihan ya , pasti dia kaget hidupnya langsung seperti ini, "


Jarwo belum tahu jika Bram meninggalkan mantan majikan istrinya itu di kota sendirian .


" Maksudnya ?? "


" Yo tidak ada maksud apa apa , cuma baru kemarin hidup enak sekarang langsung prihatin seperti ini . Non Gista itu dulu kan majikan istriku Mas . Kurang lebih yo seperti sampeyan ... kemarin jadi raja tiba tiba turun tahta "


" Nggak usah dibahas Mas ! " kata Bram uang sudah tidak ingin mengingat perbuatan papanya pada wanita yang sudah melahirkannya .


Hanya pada Jarwo pria muda itu bisa menceritakan tentang liku liku hidupnya . Supir angkot bertampang sangar itu adalah teman yang bisa di ajaknya bicara dengan ' waras ' , karena hanya Jarwo yang dianggap paling waras diantara semuanya .


Seperti biasa Bram dan Jarwo sore ini sedang duduk di terminal untuk menunggu terminal . Selain mereka tentu saja ada beberapa supir yang juga sedang menunggu penumpang seperti mereka .


" Bro nanti malam ada balapan lagi ditempat biasa , hadiahnya kali ini lumayan !! Denger denger ada bonus ceweknya juga , lumayan kalau menang bisa di bawa pulang suruh mijetin atas bawah ha ... ha !! "


Salah satu teman ojeknya sedang menawari Bram balapan liar yang sering dia ikuti . Bram dikenal sebagai ' sang juara ' karena selalu menang lomba . Hadiahnya lumayan bisa dia gunakan untuk menutup kehidupan sehari harinya . Dan identitas juara itu menjadikan komunitas di terminal mereka menjadi disegani oleh komunitas terminal lain .

__ADS_1


" Sipp !! Kalau aku memang ceweknya tak kasih kamu saja . Mau ?? " sahut Bram dengan mengacungkan dua jempolnya .


" Mauuuu ... " teman teman supir yang lain langsung menjawab secara bersamaan dengan bertos tangan karena bahagia .


" Halahhh , kok pada aneh !! Neraka kok pada nggo rebutan . Nyebut .... "


" Astaghfirullahhaladzim ..... " kompak mereka lagi .


" Kita cuma bercanda kok Mas Jarwo !! Tampang boleh penjahat Mas , tapi kita masih mau masuk surga. "


Jarwo dan Bram hanya bisa geleng geleng kepala . Di komunitas terminal ini banyak sifat dan watak yang mereka temui . Ada yang baik dan ada pula watak yang tidak begitu baik . Tapi di tempat ini mereka saling menghargai dan menjaga walau kadang ada sedikit perseteruan karena hal hal sepele .


" Kok dari tadi orang orang itu diam diam perhatikan sampeyan yo Mas !! " kata Jarwo sambil menunjuk dua orang pria berjaket hitam yang duduk tak jauh dari mereka .


" Biarkan saja Mas , paling suruhan gundiknya papa buat mengawasi aku. "


" Hati hati saja Mas , sampeyan sampeyan perhatikan wajah orang itu baik baik . Jika gerak gerik mereka nyeleneh yo bereskan saja , bikin risih !! " kata Jarwo dengan nada masih sangat tenang , dia memang tidak suka jika merasa ada ancaman pada salah satu temannya .

__ADS_1


Apalagi pada Bram karena pria muda itu sedang dalam proses mencari jati dirinya . Rela melepaskan semua fasilitas kemewahan dan hidup keras di jalanan .


" Beres Mas !!! Tidak usah khawatir bro ... kita bantu bereskan orang orang sok kegantengan seperti itu . Jaket item , kacamata item , pakaian serba item ... pertanyaannya dalemannya warna item juga !??? Ha .. ha .. "


" Jangan tidur di kosan malam ini Mas , untuk menghindari hal hal yang nanti bisa membahayakan sampeyan . Dar ... malam ini Mas Bram numpang tidur di tempat kamu! "


Dan pria bernama Darto yang masih sibuk mengunyah kupat dan mendoan itu hanya mengacungkan jempolnya tinggi tinggi ke arah Jarwo .


" Saya bisa jaga diri sendiri kok Mas , dulu dulu juga ada orang kaya gitu nyatanya saya enggak apa apa kan !? "


" Yang ini berbeda Mas , feeling saya kuat jika mereka benar benar mau berbuat yang nggak bener sama sampeyan . Jika diperhatikan baik baik ada sesuatu di balik jaket mereka , dan saya yakin itu adalah senjata api . Wis nurut saja sama saya , malam ini istirahat di tempat Darto dulu . Kalau besok mereka masih disini lagi terpaksa kita bertindak , bagaimana teman teman ?? Pada berani enggak !??? "


" Sikat Masssss !!! Bersatu kita teguh bercerai cari lagi ..... "


Di balik tampang tampang mereka yang sangar ternyata ikatan pertemanan mereka sangat kuat . Hal itu yang membuat Bram mampu bertahan di dunianya sekarang ini , karena orang orang biasa disekitarnya lebih terlihat seperti manusia dibandingkan orang orang didunianya dulu yang penuh kemunafikan .


Sementara dua orang dengan baju hitam itu seperti sedang menelpon seseorang lewat ponselnya .

__ADS_1


" Tuan muda masih aman Tuan Hardian , sepertinya beliau punya banyak teman disini . Istri muda anda belum melakukan hal hal yang kita khawatirkan .... "


" Awasi terus putraku ... "


__ADS_2