Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
16


__ADS_3

" Gista susah di antar pulang Pak Alif !? " tanya Lena pada asisten pribadinya .


" Sudah Nyonya , saya sendiri yang tadi mengantarnya, " jawab Pak Alif yang sekarang berdiri didepan kursi kebesaran yang ditempati oleh Lena Wijaya .


Wanita itu kemudian mengambil sesuatu di dalam tasnya , sebuah sisir yang ia bungkus dengan plastik bening yang kemudian ia serahkan pada pria parubaya di depannya .


" Sesuai permintaanmu , itu sampel rambut Gista . Aku tadi terpaksa bilang tatanan rambutnya harus di ubah jika berada di kantor agar bisa menyisiri rambutnya . Untung dia gadis penurut . Ada beberapa helai rambut miliknya disisir itu "


" Saya rasa tanpa menggunakan inipun saya yakin seribu persen jika Nona Gista adalah Nona Cahaya yang selama ini Nyonya cari. "


Ada satu tetes air mata yang jatuh di pipi Lena , tapi sorot bahagia terlihat diraut wanita yang tidak lagi muda itu . Dia benar benar tak menyangka jika akan bertemu putrinya setelah bertahun tahun mencarinya . Dan pertemuan mereka pun disebabkan faktor ketidaksengajaan .


Kecerobohan manager di salah satu restoran membuatnya bertemu dengan wanita dengan wajah sangat mirip dengannya saat masih muda dulu . Walau yakin jika Gista adalah putrinya yang hilang tapi ia tetap memerlukan bukti untuk memperlancar semua hal yang berkaitan dengan pengakuan resmi anak kandungnya nanti di depan hukum .


Hasil tes DNA itu nantinya juga akan ia perlihatkan pada Gista . Lena sudah siap dengan apapun reaksi wanita yang ternyata adalah putri kandungnya itu . Karena dia tahu pasti Gista sudah melewati dua puluh lima tahun ini dengan cukup berat .


" Aku ingin tahu semua tentang dia Pak Alif , aku ingin tahu kehidupan yang selama ini dia jalani seorang diri. "


" Orang orang kita sudah mencari tahu tentang Nona Cahaya . Untuk laporan lengkap mungkin dua atau tiga hari lagi bisa saya serahkan . Dan mulai saat ini Nona Cahaya akan diawasi sampai saatnya nanti Nona bisa di bawa ke rumah utama . Menurut orang kita Nona tinggal di rumah sempit yang terletak di perkampungan sederhana di dekat terminal . Lingkungan itu sepertinya kurang baik untuk Nona. "

__ADS_1


" Jadi benar dugaanku jika ia berpisah dengan suaminya !? " ujar Lena yang saat pertemuan pertama melihat bekas cincin di jari manis Gista , dia yakin jika putrinya sudah melepas cincin pernikahannya .


" Benar Nyonya , tapi agar lebih jelas kita tunggu laporan orang orang kita saja. "


" Ya sudah , mulai besok berikan fasilitas antar jemput pada putriku . Aku tidak mau dia panas panasan naik angkutan umum untuk bisa bekerja pada ibunya sendiri ... di perusahannya sendiri. "


" Baik Nyonya .... "


*


Sementara itu Gista yang sudah ada di rumah masih merasa tidak enak dengan perlakuan istimewa yang ia dapatkan dari atasan barunya . Lena mengangkatnya sebagai sekretaris pribadinya , mulai tadi Pak Alif sendiri yang mengajari dia tentang jalannya perusahaan Wijaya .


Tapi Lena dan Pak Alif akhirnya bisa membujuknya , karena ia tidak dituntut langsung bisa . Gista bertekad akan belajar pelan tentang semuanya . Jika sudah ada niat pasti semua akan menjadi lebih mudah .


" Mbak Gista !!! "


Teriakan seorang wanita di luar pintu rumahnya membuat Gista tersadar dari lamunannya . Dia segera menuju pintu karena merasa tidak asing dengan suara itu . Benar saja ketika ia membuka pintu Mak Sri sudah ada disana dengan membawa mangkuk ditangannya .


" Mak Sri !? "

__ADS_1


" lya Mbak , ini lho saya bawakan bubur kacang hijau . Mbak Gista belum makan malam kan !? Ini makanan diet biar Embak bisa awet muda seperti saya lho ... "


Gista menerima mangkok bubur yang ternyata masih hangat , kebetulan dia memang belum punya makanan apapun untuk makan malamnya .


" Mari masuk Mak. "


" Saya duduk didepan saja Mbak , lagi gerah banget dari tadi ! Mbak Gista makan saja dulu buburnya di dalam , mumpung anget ! " celetuk Mak Sri yang sebenarnya datang karena penasaran dengan mobil mewah yang sore tadi mengantar tetangga depannya itu pulang kerja .


Dia harus menjadi orang pertama yang tahu ' kebenaran ' agar bisa menyebarkan topik hangat diwarung sayur miliknya besok paginya . Setiap.hari dia harus mendapat kabar fenomenal agar bisa menarik pembeli lebih banyak di warung sayurnya .


" Lhohh sudah selesai Mbak makannya !? Kok cepet bener, " tanya Mak Sri yang melihat Gista sudah duduk di sampingnya .


" Laper banget soalnya Mbak , terimakasih lho buburnya enak banget ! "


" Sama sama Mbak , ngomong ngomong Mbak hebat ya baru berangkat kerja pulangnya sudah diantar mobil mewah. "


Gista tersenyum lebar , sudah ia duga jika mobil mewah yang mengantarnya pulang akan menjadi pusat perhatian orang orang di kampungnya . ltu sebabnya tadi ia sempat menolak ketika Pak Alif ingin mengantarnya pulang .


" Ooooo itu ... alhamdulilah saya diterima bekerja di perusahaan besar Mak . Dan semua stafnya memang di beri fasilitas antar jemput agar lebih memudahkan karyawan sampai di perusahaan . Mak Sri kan tahu kalau pagi dan sore kota ini macet. "

__ADS_1


" Beneran Mbak dikasih fasilitas hebat seperti itu !? Mana supirnya ganteng lagi ... " ujar Mak Sri sambil tersenyum senyum sendiri . Dia masih ingat jika ada pria matang dengan pakaian formal yang turun membuka pintu untuk Gista . Pria matang yang ia lihat sebenarnya adalah Pak Alif .


__ADS_2