
" Besok pagi kita terbang ke Swiss , sebaiknya kita beli beberapa potong baju hangat untuk persiapan . Tadi aku sudah konfirmasi dengan agen perjalanan kita untuk membatalkan wisata saljunya . Bisa bisa kamu tambah meriang disana ! Bee ... kamu dengar aku kan !? " tanya Cahaya uang malah merasakan nafas teratur suaminya di pangkuannya .
" Hissshhh ... menyebalkan !! Kalau udah rebahan pasti merem bawaannya . Gimana mau jalan jalan Bee kalau setiap saat kamu tidur terus " gemas Cahaya pada suami manjanya .
Karena merasa lapar Cahaya memesan makanan dari layanan telpon hotel . Dia tak ingin berbuat kesalahan yang sama dengan pergi tanpa ijin dari suaminya . Dia memesan kudapan untuk pengganjal perutnya karena rencananya malam ini dua dan Bram akan makan malam romantis di restoran mewah yang berada di pusat kota .
Tak berapa lama pesanannya datang dan cahaya sengaja membawa troli makanannya ke balkon kamar mereka agar baunya tidak mengganggu istirahat suaminya . Akhir akhir ini suaminya sangat sensitif dengan bau yang menyengat . Bram hanya suka dengan aroma tubuh istrinya , dan bagi Cahaya itu adalah bagian dari modus suaminya . Jika merasa pusing atau mual pasti Bram akan terus terusan memeluk dirinya .
Baru membuka satu persatu tudung saji suara ponselnya terdengar berdering , wanita itu tersenyum ketika nama ibunya ada di layar pipihnya .
" Halo Bu ... "
" Halo sayang , bagaimana kabar kalian ?? Apa kalian masih ada di Paris !? "
" Alhamdulilah kabar kami baik Bu , tapi suami Cahaya sedang sedikit tidak enak badan . Jika pagi selalu saja merasa mual apalagi jika sarapannya ada aroma telor atau dagingnya , sepertinya dia masuk angin karena hawa disini dingin sekali ! " ujar Cahaya menjelaskan kondisi suaminya .
" Sudah dikerok ?? Jika sudah dikerok dan berkeringat suruh dia minum air jahe hangat tanpa gula . Jika tidak sembuh juga segera bawa dia ke dokter , lbu khawatir terjadi apa apa pada suamimu ! "
" lya Bu , Cahaya mengerti ... "
__ADS_1
Mereka berbicara untuk beberapa saat , banyak hal yang mereka bahas salah satunya mengenai perusahaan . Sampai Lena menutup sambungan telponnya agar putrinya bisa menikmati kudapan sore yang tadi dipesan .
" Sayang .... "
" Kamu sudah bangun Bee !? "
" Tadi siapa yang telpon ? Tadi aku dengar kau berbicara dengan seseorang, " ujar Bram yang duduk di samping istrinya dengan menutup kembali hidangan yang ada di troli karena ada beberapa makanan yang belum di habiskan Cahaya . Pria itu terganggu dengan bau dari macam macam makanan tersebut .
" Ibu menanyakan kabar kita , kamu masih nggak enak badan ?? "
" Dingin ... " lirih Bram memeluk erat tubuh istrinya , tiba tiba saja ia ingin sedikit berolah badan agar sedikit berkeringat .
" Bee ... buka bajunya , terus kamu tiduran dulu ! Aku mau siap siap dulu , kamu punya koin ?? "
" Koin ?? Tapi aku tidak pernah menyimpan koin , memangnya untuk apa sayang !? " tanya Bram mulai melepas kaos yang di kenakannya .
" Ya , buat sembuhin kamu ! Awas nanti jangan teriak teriak ... malu maluin dikira aku apa apain !!
Bram tersenyum lebar mendengar perkataan istrinya , tubuhnya tiba tiba terasa ringan dan sangat bersemangat . Walau dia tidak tahu apa hubungannya koin dengan keringat tapi semangatnya sudah berkobar hebat .
__ADS_1
Cahaya menepuk keningnya sendiri ketika melihat tubuh polos suaminya yang sudah tidur tengkurap seperti permintaannya . Pasti pria itu sudah memikirkan hal mesum seperti biasanya . Perlahan diambilnya selimut untuk menutup tubuh bagian bawah suaminya .
" Lhohh kok ditutup sih ?? "
" Sepuluh menit ke depan kamu wajib diem Bee !! Jangan teriak teriak atau nguler ngulet biar cepet selesai ... "
" Hanya sepuluh menit ?? Ckk ... biasanya kan lebih lama sayang . Tapi nggak apa apalah , yang penting bisa berkeringat ... Aaaakkhhhh !!! Apa yang kau lakukan !! "
Cahaya mulai mengoles minyak dan mengerok punggung suaminya dengan menggunakan koin , dia sengaja menekan dengan keras karena gemas dengan suaminya .
" Aaaakkhhhh ... pelan sayaaannggg !! Jangan terlalu dalam menekannya !! Sakiiitt !! "
" Hissshhhh sudah aku bilang kan , diam sepuluh menit Bee !! Susah ngeroknya kalau badan kamu gerak gerak gini ... " gerutu Cahaya semakin kuat menekan koinnya agar kulit Bram lebih cepat memerah .
" Nyiksa banget sih cara cari keringetnya , memang enggak ada yang lebih enak ??! " keluh Bram karena semakin ia berteriak maka Cahaya akan semakin cepat dan semakin kuat menggerakkan koinnya .
" Itu sih maunya kamu Bee ... diem ihhh !! "
" Sayaaannggg ...."
__ADS_1