Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
105


__ADS_3

Gisel benar benar melangkah ke halaman belakang , disana biasanya sang ayah menyalurkan hobinya yaitu merawat burung dan banyak sekali tanaman hias . Ada sebuah gazebo cukup besar yang ditempatkan di tengah taman milik ayahnya , biasanya digunakan untuk makan siang semua keluarga kebetulan berkumpul . Ya , setelah menyandang status janda Gisel tinggal di apartemennya untuk menghindari suasana canggung dengan sang ayah .


Gisel hampir saja tergelak ketika melihat pemandangan di kebun belakangnya . Awalnya dia mengira ayah dan ayah dari calon bayinya sedang bermain catur seperti kata ibunya . Tapi nyatanya Gibran sedang membersihkan kandang sekaligus memberi makan salah satu koleksi burung kesayangan ayahnya . Wanita itu juga mendengar Heru sedang memberi arahan dan penjelasan tentang burung yang sedang dirawat oleh Gibran .


Gisel hanya melihat mereka dari balik pintu , ia ingin lebih leluasa melihat pemandangan yang baginya terasa menyenangkan . Dia yakin Gibran memang sedang ' ditindas ' oleh ayahnya . Dan dia yakin akan ada banyak penindasan lain yang lebih menyenangkan untuk dilihat olehnya .


" Jika ingin memelihara burung maka pastikan kebersihan kandangnya . Seperti juga manusia mereka butuh rumah yang nyaman untuk ditinggali . Dan perhatikan juga pakannya , tidak semua burung makan dengan jenis makanan yang sama ! " kata Heru yang sesekali memberi penjelasan tentang burung burung koleksinya .


" Saya mengerti Tuan .... "


" Kau panggil aku apa tadi !? "


" Maaf , maksud saya Tuan Heru .... " ucap Gibran kikuk , dia merasa harus memberikan kesan baik agar bisa meraih simpati calon mertuanya itu . Satu kesalahan bisa membuyarkan semua impiannya .


" Ckk aku bukan tuanmu .... panggil saja aku seperti putriku memanggilku !! "

__ADS_1


" Ya A-ayah .... iya maksud saya Ayah !! "


DEGGHHH ....


Ayah ... bahkan Heru Darsono sudah mengijinkan Gibran untuk memanggil dengan sebutan ' ayah ' ! Gisel yakin sesuatu sudah terjadi pada ayahnya dan Gibran tanpa sepengetahuannya . Walau begitu ada rasa bahagia ketika ayahnya terlihat akrab dengan pria menyebalkan itu .


PYAARRRRR ...


" Akkhhh .....!! "


Tanpa aba aba Heru dan Gibran berlari mendekat untuk melihat apa yang terjadi . Dan keduanya bisa bernafas dengan lega ketika tak melihat satu luka pun ditubuh Gisella .


" Kau tak apa apa ?? " tanya Gibran terlihat sedikit khawatir , sangat terlihat jika pria itu sedang menjaga jarak dengan ibu dari anaknya . Dia hanya tidak ingin Gisel kurang nyaman dengan kehadirannya , secara dia tahu jika wanita itu masih sangat membencinya .


" Apa kau terluka !? " tanya Heru hampir bersamaan dengan pertanyaan Gibran .

__ADS_1


" Aku tidak apa apa Ayah , jangan khawatir ! " jawab Gisel tanpa menjawab pertanyaan dari Gibran . Terasa menyebalkan ketika melihat pria itu seperti sedang menghindarinya , mungkin bentuk tubuhnya yang mulai berubah membuat pria itu tidak menyukainya . Sejak tri semester pertama kehamilannya bobot tubuhnya semakin lama semakin naik dengan signifikan . Dan ia yakin ia tidak secantik dulu lagi .


Sedangkan Gibran tahu diri , dia berpikir wajar jika Gisel tidak menjawab pertanyaannya . Mengetahui bahwa wanita itu baik baik saja sudah cukup melegakan untuknya .


" Kalian ikut Ayah ... sekarang !! "


Suara bariton Heru membuat dua orang yang sedang terpaku itu melonjak kaget , tapi mereka mengikuti langkah Heru ke arah gazebo . Gibran dan Gisel duduk berdampingan tepat di depan Heru .


" Ayah tahu apa yang sedang ada di otak kalian ! Maka dari itu Ayah ingin kalian bicara disini . Ayah ingatkan pada kalian jangan pernah pergi dari sini jika masalah kalian belum selesai ! Ayah tidak ingin permusuhan kalian berimbas pada cucuku . Lusa kalian menikah jadi tidak baik jika kalian terus terusan bersikap seperti ini, "


" Apa Ayah ??! Siapa yang akan menikah !? " tanya Gisel merasa salah dengar .


" Tentu saja kalian !! Kau pikir Ayah akan biarkan cucuku tidak mempunyai orang tua yang lengkap !? Lusa kalian akan menikah dan setelah kelahiran si kecil kalian akan mengulangi pernikahan kalian . Dan itu keputusan Ayah ..... "


" Tapi Gisel .... "

__ADS_1


" ltu sudah menjadi keputusan Ayah !! "


__ADS_2