
" Apa semua dokumennya sudah siap ?? "
" Sudah Nyonya , saya sudah siapkan semuanya . Nona Cahaya tinggal menandatangani saja , surat hak waris sekaligus dokumen pernyataan bahwa Nona adalah putri kandung Nyonya, " jawab seorang pengacara pribadi keluarga Wijaya .
Lena Wijaya ingin semua berjalan cepat , bukti tes DNA akan keluar siang ini itu artinya secara hukum ia bisa memproses pengakuan jika Gista adalah Cahaya Cinta Wijaya putri kandungnya . Sudah hampir dua puluh lima tahun putrinya menderita seorang diri , ia berharap nantinya Gista bisa menerima semuanya .
" Tapi bagaimana jika Nona Cahaya menolak untuk menandatangani ini semua . Apa tidak terlalu tiba tiba untuknya ?? " tanya Pak Alif yang pagi itu mendampingi Lena di kantor pengacaranya .
" Hari ini juga aku akan bicara padanya , tes DNA akan menguatkan ceritaku . Lagipula dia adalah wanita berhati lembut , aku yakin dia akan mengerti, " ujar Lena yang sedikit demi sedikit mulai tahu sifat dan watak putrinya .
" Ya sudah aku akan kembali ke perusahaan dan berbicara dengannya . Siang nanti kau ke sana sekalian membawa hasil tesnya sebagai penguat, "
" Baik Nyonya ! " jawab sang pengacara .
__ADS_1
Setelah itu Lena dan Pak Alif segera keluar untuk kembali ke perusahaan . Setelah keluar gedung langkah mereka terhenti ketika melihat seorang wanita yang sangat ia kenal sedang berdiri di gedung sebelah yang merupakan toko kue langganannya .
Wanita itu tampak sedang bersitegang dengan wanita yang jauh lebih muda darinya . Dan Lena juga tahu wanita muda itu punya niat tidak baik pada wanita sahabatnya .
Dengan langkah tergesa ia segera menghampiri mereka .
" Sartika ada apa ?? Apa wanita ular ini mengganggumu lagi !? " tanya Lena merengkuh pundak sahabatnya .
" Alhamdulilah , anak nakal itu mau pulang juga ! Ayo aku temani kau ke dalam , jangan gubris setan itu !! "
" Cihh satu lagi nenek nenek datang , kalian pikir aku tahun menghadapi kalian !!! Setan .. kau sebut aku setan ?? Tanyakan pada suaminya bagaimana setan ini bisa membuatnya menjerit puas semalam . Mas Hardian terpaksa pulang hanya agar tidak membuat wanita lemah sepertimu menangisinya !! " sinis Rachel , menjadi kesenangannya ketika bisa memprovokasi istri sah dari suami sirinya .
Sartika menarik tangan Lena yang ingin melangkah maju dan menampar Rachel . Pagi tadi Hardian sudah menceritakan semua , jika dia terpaksa datang ke apartemen Rachel karena wanita itu mengancam akan membuat keributan di rumah kediamannya .
__ADS_1
Hardian juga meyakinkan dirinya jika ia masih memegang janjinya untuk tidak menyentuh tubuh Rachel apapun yang terjadi . Dan Sartika mempercayai suaminya walau sebenarnya ia tak pernah melarangnya karena mau tidak mau Hardian dan Rachel masih terikat pernikahan .
" Biar aku remat mulutnya yang pedas itu Sar !! Kau lihat saja sebentar lagi Hardian akan meninggalkanmu , dan dia akan membuatmu hidup di jalanan setelah Bram pulang ! Kau pikir dia akan memilihmu daripada memilih pewaris tunggal Sadewo ?? Mimpimu terlalu tinggi p*lacur !! "
" Mas Hardian akan memilihku !! Kalian akan melihatnya nanti !! " pekik Rachel , dia semakin bertekad untuk membuat Hardian tidur dengannya apapun caranya . Anak dalam kandungannya akan menjadi senjata untuk mendapatkan kemenangannya . Anak dalam kandungannya yang nantii bisa menyingkirkan Bram .
Sedang Sartika berhasil membuat Lena melangkah masuk ke toko roti untuk menghindari keributan yang lebih besar . Dia ingin membeli semua kue kesukaan putranya , tadi pagi dia juga sudah berbelanja untuk menyiapkan makan malam istimewa . Entah kenapa tapi firasatnya kuat jika Bram akan pulang malam ini juga .
" Sudah Mbak jangan diladeni , bisa ikut gila kita nanti ! Mas Hardian sudah cerita kok kalau semalam memang datang ke apartemen Rachel "
" Ckk kenapa bisa Hardian masih begitu bodoh !! Mau maunya dia datang ke tempat p*lacur itu , bagaimana kalau itu hanya jebakan !? Hardian bisa saja di jebak agar bisa tidur lagi dengannya , wanita itu tidak akan cukup dengan hanya menikmati uang bulanan yang di kirim suamimu selama ini . Tujuan utamanya adalah menguasai seluruh harta milik kalian , untung saja Bram mau pulang ! Aku jewer anak itu jika nanti aku bertemu dengannya , setahun sudah membuatmu dan Hardian kalang kabut ! " gerutu Lena sambil membantu memilih kue kesukaan Bram . Dia juga memilih kue yang nanti akan ia berikan pada putrinya .
Sartika hanya tertawa kecil mendengarnya , sejak kehilangan putrinya Lena Wijaya memang sudah menganggap Bram sebagai putra kandungnya .
__ADS_1