
Siang ini Hardian dan istrinya di undang secara pribadi oleh Lena Wijaya untuk makan siang bersama di kediaman Wijaya . Mereka ingin menjadi saksi kebahagiaan CEO Wijaya atas pertemuannya dengan putri satu satunya atau pewaris tunggal dari Wijaya Group bernama Cahaya Cinta Wijaya .
Putri yang sempat hilang selama dua puluh lima tahun yang bahkan tak bisa ditemukan walau orang orang terbaik sudah di kerahkan . Dan Allah mempertemukan mereka dalam sebuah ketidaksengajaan , akhirnya takdirlah yang menyatukan mereka kembali .
" Seperti mimpi mendengar Mbak Lena bertemu kembali dengan putrinya ya Mah ! Padahal dulu kita sempat membantunya tapi tetap saja nihil, " ujar Hardian yang siang itu membawa mobilnya sendiri . Dia dan Karta Wijaya yang merupakan mendiang suami Lena juga bersahabat dekat , mereka bahkan pernah merintis bisnis bersama walau akhirnya mendirikan perusahaan masing masing .
Setelah Karta Wijaya meninggal Hardian merasa punya tanggung jawab tersendiri pada Wijaya . Secara tidak langsung ia ikut menjaga kestabilan perusahaan itu dengan berbagai cara . Salah satunya dengan turut memantau perkembangan Wijaya Group atas seijin Lena sebagai pemiliknya .
" Pasti dia cantik sekali seperti Mbak Lena , andai saja seumuran sama Bram mending kita jodohkan saja ya Pah ! Sekarang Cahaya sudah berumur sekitar dua puluh empat tahunan itu artinya kemungkinan besar dia sudah bersuami, " kata Sartika dengan menghela nafasnya dalam dalam .
Dia dan suaminya tahu jika putra mereka sedang mengejar seorang wanita . Orang orang mereka pernah mengambil foto Bram dan seorang wanita ketika sedang berbicara di depan sebuah warung bakso . Dan sayangnya Hardian dan Sartika kurang jelas melihat wajah wanita idaman putra mereka karena waktu itu fotonya diambil dari arah samping .
Niat Sartika untuk menjadikan keluarga mereka menjadi lebih dekat sepertinya akan sia sia . Tidak mungkin putranya menikahi wanita yang masih bersuami .
Tak lama kemudian mereka sampai juga di kediaman Wijaya . Sebuah bangunan megah bergaya Eropa yang mempunyai halaman depan yang sangat luas . Rumah peninggalan turun temurun dari keluarga Wijaya yang merupakan seorang pejabat di masanya .
__ADS_1
" Sartika .... Hardian !! " sambut Lena ketika melihat dua orang terdekatnya datang dari arah pintu depan .
" Mbak Lena , mana Cahaya ?? " tanya Sartika sangat antusias .
" Mahhh .. setidaknya tanya kabar Mbak Lena dulu , ini kok langsung tanya Cahaya, " kata Hardian memperingatkan istrinya .
" Tidak apa apa , semalam Sartika juga datang untuk menyambut Cahaya . Tapi ternyata putriku baru bisa pulang tadi pagi . Jadi jangan salahkan jika dia sangat bersemangat !! Kau tidak ke kantor ?? "
" Sebenarnya sudah ingin istirahat di rumah Mbak , tapi Bram masih perlu belajar banyak . Mungkin satu atau dua tahun lagi aku baru bisa percayakan Sadewo padanya, " jawab Hardian sambil berjalan mengikuti langkah dua wanita cantik di depannya .
" Kami yang salah Mbak , sebagai orang tua harusnya kami lebih mengerti perasaannya . Kami memutuskan sesuatu yang besar tanpa sepengetahuannya , wajar jika dia kecewa pada kami ! " sahut Sartika dengan kepala tertunduk .
Tapi sejurus kemudian mata Sartika terbelalak melihat seorang wanita berjalan ke arahnya . Sungguh wanita itu sangat mirip dengan Lena ketika masih muda dulu !! Begitupun Hardian yang juga berdiri terpaku seperti tak percaya dengan apa yang dilihatnya .
" Dia Cahaya .... dia putriku Cahaya Cinta Wijaya ! " kata Lena berjalan mendekat ke arah putrinya .
__ADS_1
" Sayang , mereka adalah teman baik ibu dan ayah . Mereka sudah menjadi bagian dari keluarga Wijaya . Mereka Hardian Sadewo dan istrinya Sartika. "
Gista mengangguk hormat kepada dua orang yang diperkenalkan oleh ibunya . Pandangan itu sama persis seperti pandangan ibunya atau Pak Alif ketika pertama kali melihatnya .
" Ya Allah Mbak , dia benar benar sangat mirip denganmu ! Sini sayang ... "
Sartika memeluk erat wanita yang menjadi putri dari sahabatnya dan Hardian pun mengelus sayang kepalanya .
" Mana suami dan anakmu sayang , mereka ikut juga kesini kan !? " tanya Sartika yang belum mengetahui kisah kehidupan pribadi Gista .
Lena tampak meraih bahu Sartika dan menggelengkan kepalanya pelan , dan Sartika seakan tanggap dengan itu .
" Tapi sebelum kau menjawabnya sepertinya kita harus makan dulu karena aku sudah sangat lapar . lbumu pasti memasak rendang daging dan sayur lodeh , dia sangat tahu makanan kesukaan kami, " ujar Sartika yang merengkuh bahu Gista sebelum putri sahabatnya itu terlalu memikirkan pertanyaan yang sempat ia lontarkan tadi .
Makan siang kali ini terasa sangat menyenangkan , sesekali Hardian atau Sartika bertanya tentang kehidupan Gista sebelumnya . Tentu saja selain anak atau pernikahan karena Lena pun belum mengorek kehidupan putrinya lebih jauh .
__ADS_1
Lena ingin Gista sendiri yang suatu saat bercerita padanya walau dia sebenarnya sudah mendapat laporan lengkap dari Pak Alif tentang putrinya . Tentang kehidupan pernikahan putrinya yang gagal , tentang suaminya yang ternyata adalah seorang pengusaha muda yang sukses.