Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
85


__ADS_3

Flash back lima jam yang lalu


Gisella pergi ke rumah sakit pagi itu karena hari ini adalah jadwal kontrol kandungannya yang menginjak dua bulan . Perutnya yang masih terlihat rata membuatnya belum mengatakan apapun pada kedua orang tuanya .


Gisella bertekad akan mempertahankan janin dirahimnya walaupun nantinya kedua orang tuanya melarangnya untuk melahirkan bayi di luar nikah . Dia sudah bertekad untuk menjadi orang tua tunggal karena Gibran tak lagi peduli padanya . Dia tidak akan menambahkan dosanya dengan menggugurkan bayi dalam kandungannya .


Karena datang pagi dia mendapat nomor antrian yang lumayan awal , sengaja dia memakai dokter yang sama sekali tidak mengenalnya agar keluarganya tidak mengetahui hal ini sebelum dia siap untuk menceritakan semuanya .


Tanpa dia ketahui seorang wanita diam diam sedang mengambil fotonya dan dikirimkan pada seseorang . Wanita itu malah sengaja duduk di tempat yang tidak terlihat oleh Gisel untuk melihat adegan yang ia nantikan walaupun sebenarnya urusannya di rumah sakit itu sudah selesai .


Tak lama kemudian seorang wanita parubaya datang dengan kawalan dua pria bertubuh besar di belakangnya . Tampaknya wanita itu berasal dari kalangan atas , terlihat penampilannya yang terlihat sangat elegan walau berpakaian sederhana .


" Jeng Darsono .... aduuuhhh maaf lhoh ya jadi ngerepotin begini ! Bukan saya bermaksud adu domba atau apa , tapi tadi saya melihat anak Jeng ada di poli kandungan . Saya khawatir anak Jeng kena penyakit atau apa gitu yang bisa membahayakan dirinya . Siapa tahu Gisela mau menyimpan penyakit itu sendiri !! Kan kasihan Jeng .... " ujar Sofi yang langsung melancarkan jurus sok pahlawannya , padahal dia berharap ada kabar lain yang bisa ' meledakkan ' grup arisannya nanti .


" Saya yang seharusnya berterimakasih karena Jeng Sofi sudah perhatian pada putri saya . Apa poli kandungan ada di sebelah sana !? " tanya Nyonya Darsono menunjuk.ke arah ruangan yang banyak antrian para wanita yang sebagian besar sedang hamil .


" Iya Jeng ayo saya antar !! "


" Tidak usah , terima kasih . Sebaiknya saya sendiri yang menemui Gisela ! " sahut Nyonya Darsono sopan , ia tidak ingin putrinya merasa tidak nyaman jika ada orang lain yang mengetahui keberadaannya di rumah sakit ini .

__ADS_1


Bukan Sofi namanya jika menuruti kata orang lain , dia tetap saja berjalan mengikuti langkah Nyonya Darsono yang mencari putrinya . Dan Gisella ternyata sudah tidak ada di antara antrian itu , satu satunya kemungkinan adalah dia sudah mendapat waktunya untuk diperiksa di ruang dokter .


Nyonya Darsono melangkah menuju ruang dokter tanpa mempedulikan pandangan aneh dari para wanita ditempat itu . Sedang dua pria bertubuh besar tadi tampak berbicara dengan seorang pria petugas rumah sakit , entah apa yang mereka bicarakan .


Dan betapa terkejutnya Nyonya Darsono ketika melihat putrinya ada di ranjang pasien dengan bagian perut yang terbuka . Sangat terlihat jelas jika sang dokter sedang memeriksa perut Gisela .


Begitupun Gisela dan semua orang diruangan itu , mereka saling memandang bingung dengan apa yang sedang terjadi .


" lbu , bagaimana bisa lbu tahu jika aku disini ?? " Gisella menutup bajunya dan kemudian duduk , sedang dokter sepertinya mulai mengerti dengan situasinya .


" Silahkan duduk dulu Nyonya ... " ujar dokter itu ramah .


" Saya adalah dokter dari putri anda tapi saya rasa Nona Gisel yang berhak berbicara tentang keadaannya pada anda . Saya hanya bisa bilang jika keadaan putri anda baik baik saja .... "


" Katakan pada lbu , apa kau sedang hamil ? "


" l-ibu .... aku !! "


" Kau tidak menyangkalnya , itu artinya kau mengakuinya ! Siapa ayah dari janinmu !? "

__ADS_1


" lbu , kita bicarakan ini dirumah ! "


" Tidak , aku ingin mendengarnya sekarang juga .... lbu ulangi pertanyaanku . Siapa ayah dari janinmu ?? "


" Dia Gibran ... Gibran Satya Bagaskara !! "


BRAKKKK....


" TIDAK MUNGKIN !!!! "


Sofi yang dari tadi menguping didepan pintu langsung menerobos ke dalam ketika nama putranya disebut . Gibran masih sangat mencintai Cahaya , tidak mungkin putranya menyentuh wanita yang tidak ia cintai !


" Jeng Sofi .... "


" Gibran masih sangat mencintai mantan istrinya , tidak lama lagi dia pasti akan rujuk dengannya !! Tidak mungkin ia menyentuh wanita selain mantan istrinya ... jangan memfitnah anakku !! " lantang Sofi yang masih berharap Gibran menjadi menantu Wijaya .


" Jeng Sofi kita bicara di luar , kita akan bertanya lebih jauh pada Gisel, " ujar Nyonya Darsono dengan bijak , walau pada awalnya kaget tapi ia masih bisa mengendalikan emosinya .


" Sudah jelas semua bagi saya , Gibran tidak mungkin melakukan hal tercela pada putri anda !!! "

__ADS_1


Gisel mengepalkan kedua tangannya , wanita itu sudah merendahkan dirinya dan ibunya . Dia sudah terima penghinaan Gibran pada dirinya tapi dia tidak akan menerima penghinaan apapun pada ibunya .


__ADS_2