
" Hei sayang !! Akhirnya datang juga , tidak bersama ibu kalian ?! " Sartika menyambut hangat menantunya yang baru saja datang bersama putranya sore ini .
" Maaf tapi ibu tidak bisa ikut karena masih sangat lelah pulang dari kantor . Baru besok Cahaya berangkat ke kantor sekalian serah terima jabatan ... "
Dua wanita beda generasi itu saling berpelukan , Sartika menggandeng tangan Cahaya untuk duduk di sofa ruangan karena ingin bicara lebih banyak dengan menanti kesayangannya . Dia bahkan lupa jika ada pria muda yang menatap mereka dengan sebal .Bibirnya terdengar lirih menggerutu karena merasa diabaikan .
" Papa belum pulang Mah !? Kok sepi ... " tanya Cahaya yang tidak melihat keberadaan Hardian . Biasanya disitu ada mana mertuanya pasti disitu juga ada papa mertuanya .
" Papa masih di luar kota , biasanya tengah malam nanti baru sampai ke rumah . Makanya kalian cepet kasih cucu yang banyak biar Mama nggak kesepian lagi !! Kalian tidak dengan sengaja menundanya kan !? " tanya Sartika yang membuat Cahaya sedikit salah tingkah . Dia merasa belum nyaman jika membicarakan tentang anak karena dari dulu pun ia tak pernah dengan sengaja menundanya .
" Maahhh !! " Bram mencoba mengingatkan mamanya , ia tahu perasaan istrinya . Tapi Cahaya meraih tangan suaminya dan menggeleng pelan .
" Kami tidak pernah menundanya Mah , tapi kami juga tidak memaksakan diri. "
__ADS_1
Tiba tiba Sartika bangkit dan berjalan ke arah dapur menuju lemari pendingin . Wanita itu tampak mengambil dua kotak cukup besar dengan warna merah muda dan coklat .
" lni untukmu sayang , teman Mama pulang dari luar negeri dan dia membawa oleh oleh ini khusus untukmu . Katanya itu sangat bagus untuk kesuburan dan menambah stamina karena mengandung beberapa vitamin yang sangat bagus untuk tubuh !! "
Cahaya menerima salah satu kotak berwarna merah muda dan membaca kemasannya . Bibirnya tersenyum ketika sudah mengetahui benda apa yang di berikan mertuanya padanya . Dua kotak besar susu pra kehamilan yang banyak digunakan untuk mempersiapkan kehamilan seorang wanita . Sepertinya mertuanya benar benar menghadirkan seorang cucu di tengah tengah keluarga mereka .
" Terimakasih Mah , Cahaya akan meminumnya rutin sesuai anjuran . Doakan saja agar cepat ada si kecil di sini !! " kata Cahaya dengan mengelus pelan perut yang masih terlihat rata itu . Dia tahu Sartika sama sekali tidak bermaksud menyinggungnya , wajar jika mertuanya sangat berharap hal itu .
" Aminn .... "
Dan sesaat kemudian dia meletakkan kotak yang ia pegang dengan sedikit kasar .
" Apa apaan ini Mah ?? Apa maksud Mama memberika susu ini pada istri Bram !? Apa Mama pikir kami tidak bisa memberikan keturunan tanpa susu itu !!? Padahal Cahaya tadi sudah bilang sama Mama ... jika kami memang tidak terburu buru !! Kami nikmati alur yang sudah di gariskan untuk kami jalani !!! "
__ADS_1
" Bee .... "
" Tapi ini salah sayang !! Dengan lbu memberikan ini padamu berarti dia seakan menyangsikan jika kita mampu memberikan cucu untuknya !! " kata Bram dengan nada tersinggung , agar tidak kembali meluapkan kekesalannya Bram bangkit dan pergi berjalan ke arah tangga untuk pergi ke kamarnya di lantai atas .
Cahaya tidak serta merta menyusul sang suami yang berlari ke atas , wanita itu meraih tangan mertuanya yang terlihat sedikit kaget dengan reaksi Bram .
" Maaf ... maafkan Mama ! Sungguh Mama tidak bermaksud menyinggung kalian ! Mama tidak bermaksud memaksamu untuk segera punya momongan . Tapi ... "
" Cahaya mengerti Mah ! Tidak apa apa , tidak ada salahnya untuk berikhtiar . Siapa tahu susu yang Mama berikan ini adalah salah satu jalan yang bisa aku gunakan untuk segera mewujudkan mimpi kita semua . Aku rasa mendengar tangis dan tawa bayi adalah mimpi semua orang di keluarga kita. "
Sartika mengangguk dan memeluk menantu kesayangannya , dia bersyukur putranya memiliki seorang istri yang mampu bersikap dewasa dalam menghadapi masalah . Sikap yang bisa mengimbangi watak temperamen putranya yang selalu berapi api .
" Cahaya baik baik jadi saja Mama tenang ya , sekarang biar Cahaya menyusul ke atas . lni hanya salah paham ... "
__ADS_1
" Terimakasih sayang , ya sudah kau tenangkan dulu suamimu itu, "
Sartika menghembuskan nafasnya berkali kali , seharusnya ia tahu jika hal seperti ini akan memicu kemarahan putranya . Dan walau Cahaya masih bisa tersenyum tapi ia yakin menantunya itu sebenarnya mempunyai hati yang sama dengan putranya . Tersinggung dengan pemberiannya ....