Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
75


__ADS_3

" Hei ... ada yang kau pikirkan ?? Kamu dari tadi diam Bee, " kata Cahaya pada suaminya yang sedang berbaring di sampingnya . Dia sempat mengira mereka akan melewati malam panas lagi di kamar hotel ini , tapi nyatanya setelah masuk kamar Bram langsung merebahkan badannya dan mendiamkannya .


" Maaf sayang , tapi aku sedang lelah ! Aku ingin tidur ... hanya itu. "


" Kau tidak mandi dulu ?? "


Cahaya menghela nafas ketika Bram tidak menjawabnya , pria itu tidur dengan badan memunggunginya . Tapi ia mencoba memakluminya karena ia pun sebenarnya merasakan hal yang sama , acara mereka dua hari berturut turut ini sudah membuat tenaganya terkuras . Setelah mengecup pipi suaminya Cahaya juga segera memejamkan matanya .


Untuk tiga hari ke depan Lena memberinya cuti untuk istirahat , dan ia yakin suaminya tidak akan membuat harinya menjadi mudah . Bram selalu saja kesetanan jika menyentuhnya , pria itu tak akan pernah cukup sekali dua kali ! Mungkin sepanjang hari akan ia habiskan untuk bergerak di atas ranjang pengantin mereka .


Mata Cahaya mengernyit ketika tak mendapati suaminya saat bangun dari tidurnya . Ponsel dan setelan jas yang semalam di pakai pun sudah tidak ada , dia menyiapkan masing masing hanya satu baju tidur karena mereka berencana menginap satu malam saja di hotel tempat penyelenggaraan resepsi pernikahan mereka .

__ADS_1


Beberapa kali mencoba menghubungi tapi Bram tidak juga menjawabnya . Pesan darinya pun juga belum juga terbaca . Hingga dia kemudian memutuskan untuk pulang ke kediaman Wijaya , karena di sana masih saja ada satu dua tamu yang menemui ibunya . Dia ingin membantu Lena jika memang ada hal yang bisa dia lakukan . Lagipula semua pakaian dan barang barangnya belum ada yang di bawa ke kediaman Sadewo .


Setelah membersihkan dirinya , Cahaya menelpon supir untuk mengantarkannya pulang . Sampai di rumah Lena terlihat berjalan menghampirinya dengan tatapan penuh tanya .


" Kau pulang sendiri ? Mana suamimu sayang !? "


" Kami pulang bersama Bu , hanya saja dia dia mampir ke kantor terlebih dahulu dan aku malas untuk menemaninya . Badanku sangat lelah Bu .... "


" Ya sudah , jika begitu pergi ke kamarmu dan beristirahatlah ! lbu ingin keluar sebentar karena tadi Pak Alif menelpon ibu untuk pergi ke perusahaan sebentar, " ujar Lena sambil mengelus lembut lengan putrinya .


" Ada masalah dengan perusahaan ?? Biar Cahaya yang kesana , ibu di rumah saja . lbu pasti juga sangat lelah sudah menyiapkan semua ini ! "

__ADS_1


" Tidak ada masalah sayang , ada berkas yang harus lbu tanda tangani .... hanya itu . Sekarang istirahatlah ! Tiga hari kedepan kau sudah di lantik menjadi CEO Wijaya , itu artinya harimu akan bertambah sibuk . Begitupun Bram yang tak lama lagi juga memegang tampu pimpinan perusahaan Sadewo . Ke depannya kalian akan sibuk dengan pekerjaan masing masing , tapi ibu harap kau tidak pernah melupakan tugasmu sebagai seorang istri . Tugas utamamu adalah melayani suamimu ! Kau bisa mengangkat atau mencari seseorang yang bisa menjadi wakilmu di perusahaan . Seseorang yang bisa berbagi tugas untuk menyelesaikan masalah perusahaan . Walau masih ada Pak Alif tapi ada baiknya ada satu orang lagi yang membantumu . Kau bisa bicarakan ini dengan Pak Alif , tentang siapa kandidat wakil CEO di Wijaya ! "


" Baik Bu ... "


Setelah melihat ibunya pergi Cahaya segera naik ke kamarnya untuk beristirahat . Ada rasa aneh ketika ia kembali tidur sendiri di kamar , masih teringat jelas semua yang terjadi saat malam pertama pernikahan mereka .


Cahaya merasa ada sesuatu yang terjadi suaminya , tidak mungkin Bram berubah secepat ini jika tidak ada masalah besar di belakangnya . lngin sekali menelpon Sartika tapi ia khawatir mertuanya malah bertanya banyak hal yang belum bisa ia jawab . Mamanya pasti malah bertanya kenapa bisa Bram tidak pamit ketika meninggalkannya . Hardian pasti juga akan menanyakan hal yang sama jika Cahaya mencari Bram ke gedung Sadewo .


Hingga akhirnya ia putuskan untuk benar benar mengistirahatkan tubuh dan pikirannya , dia tak ingin berprasangka buruk . Mungkin saja Bram pergi karena memang ada hal darurat yang harus di kerjakan . Sebelum memejamkan matanya Cahaya meraih ponsel dan mengetik pesan pada suaminya .


Kangen Bee ....

__ADS_1


__ADS_2