Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
33


__ADS_3

TOKKK .... TOOKKKKK


Bram yang baru saja ingin merebahkan tubuhnya di atas kasur tepaksa beranjak untuk membuka pintu kamar kosnya .Tampak salah satu teman ojek ada di depan pintunya .


" Selamat malam Mas Bram !! Ehhmm itu ... "


" Ada masalah di pangkalan ?? Kucir bikin masalah lagi !? " tanya Bram sedikit khawatir jika apa yang di katakan Jarwo tempo hari menjadi kenyataan . Siapa tahu orang orang Kucir tidak terima dan menyerang pangkalan ojek mereka .


" Bukan itu Mas , saya antarkan tamu katanya dia .... "


Sebelum tukang ojek itu menyelesaikan kata katanya seorang pria parubaya datang mendekat padanya .


" lni Papa Bram ..... Papa ingin bicara denganmu ! "

__ADS_1


Bram hanya bisa memutar bola matanya malas , ia tidak mungkin mengusir papanya di depan temannya seperti ini . Sungguh ia belum ingin bicara dengan pria yang sudah mengkhianati mamanya itu .


" Saya permisi dulu Mas ... mari Pak " pamit si tukang ojek ramah walau sebenarnya dia ketakutan melihat raut marah di wajah Bram .


" Terimakasih Pak ... " sahut Hardian .


Setelah itu dia masuk kekamar kos putranya yang menurutnya sangat sempit . Kamar Bram di rumahnya berukuran empat kali lipat dati ukuran kamar kos ini . Karena tidak ada kursi maka Hardian duduk di atas tikar yang ada di samping kasur lantai milik putranya .


" Sudah satu tahun lebih Bram ... belum cukupkah untuk meredam amarahmu !? Tidak kah kau berkeinginan untuk menengok kami orang tuamu !? "


" Tiap hari diam diam mamamu menangis , Sartika tidak pernah menunjukkan kesedihannya padaku ! Saat itu hati Papa terasa sangat sakit Bram , dia menanggung semua kerinduannya sendiri agar tidak membuat papamu ini sedih, " Hardian tampak menghela nafasnya sesaat .


" Aku tahu jika aku salah , tidak apa apa jika kau tidak ingin melihat Papa lagi . Tapi tengoklah Mamamu ! Sudah menjadi beban untuknya ketika mengijinkan aku untuk menikah lagi , ditambah lagi dengan kepergianmu . Mamamu sangat menderita ... Papa mohon pulanglah ! "

__ADS_1


Bram diam , walau sangat ingin bertemu mamanya tapi sakit hatinya belum juga hilang . Dia tak yakin bisa berkumpul menjadi keluarga yang utuh seperti dulu .


" Papa sudah semakin tua Bram , sudah saatnya kau menggantikan Papa memimpin perusahaan. "


" Bram mau pulang ... dan Bram bersedia belajar mengurus perusahaan tapi dengan satu syarat !.Jangan pernah lagi bertemu dengan wanita ular itu !! Jauhkan dia dari kehidupan kami ... "


" Papa sudah melakukan itu sebelum kamu memintanya . Papa bahkan sudah tidak menemuinya lagi sejak kau keluar dari rumah . Jika kau sudah ada di rumah maka Papa akan benar benar membuatnya jauh dari kita . Jujur saja Papa tidak tenang melakukan sesuatu jika Papa tidak leluasa memantaumu ! "


Bram mendengus kasar karena merasa papanya masih menganggapnya anak kecil . Dia sudah berumur hampir dua puluh tahun sekarang , ia merasa sudah bisa bertanggung jawab pada dirinya sendiri .


" Kau bahkan belum genap sembilan belas tahun ketika keluar dari rumah Bram , kau tidak melanjutkan kuliahmu !! "


" Tapi aku sudah cukup dewasa untuk hidup sendiri Pa ! Bram akan melanjutkan kuliah sekaligus belajar terjun langsung ke perusahaan . Aku akan buktikan jika aku bisa menjadi pria yang bisa di andalkan. "

__ADS_1


Hardian bernafas lega , walaupun belum mengatakan kapan akan kembali ke rumah tapi setidaknya putranya sudah berniat untuk pulang . Artinya ia akan melihat kembali senyum istrinya , dan ia bisa secepatnya menceraikan Rachel . Beruntung dia dan Rachel hanya menikah siri hingga proses perceraiannya tidak akan begitu rumit .


Tanpa pria parubaya itu tahu jika putranya bertekad kembali dan menjadi pengusaha karena terdorong oleh seseorang . Bram ingin menjadi pria hebat agar bisa mendapat perhatian dari wanita pencuri hatinya . Dia akan membuktikan jika diapun bisa menjadi pria seperti yang diinginkan oleh wanita itu , sukses dan kaya raya .


__ADS_2