
TOKKK .... TOOKKKKK
Bram yang baru saja ingin merebahkan tubuhnya di atas kasur tepaksa beranjak untuk membuka pintu kamar kosnya .Tampak salah satu teman ojek ada di depan pintunya .
" Selamat malam Mas Bram !! Ehhmm itu ... "
" Ada masalah di pangkalan ?? Kucir bikin masalah lagi !? " tanya Bram sedikit khawatir jika apa yang di katakan Jarwo tempo hari menjadi kenyataan . Siapa tahu orang orang Kucir tidak terima dan menyerang pangkalan ojek mereka .
" Bukan itu Mas , saya antarkan tamu katanya dia .... "
Sebelum tukang ojek itu menyelesaikan kata katanya seorang pria parubaya datang mendekat padanya .
" lni Papa Bram ..... Papa ingin bicara denganmu ! "
__ADS_1
Bram hanya bisa memutar bola matanya malas , ia tidak mungkin mengusir papanya di depan temannya seperti ini . Sungguh ia belum ingin bicara dengan pria yang sudah mengkhianati mamanya itu .
" Saya permisi dulu Mas ... mari Pak " pamit si tukang ojek ramah walau sebenarnya dia ketakutan melihat raut marah di wajah Bram .
" Terimakasih Pak ... " sahut Hardian .
Setelah itu dia masuk kekamar kos putranya yang menurutnya sangat sempit . Kamar Bram di rumahnya berukuran empat kali lipat dati ukuran kamar kos ini . Karena tidak ada kursi maka Hardian duduk di atas tikar yang ada di samping kasur lantai milik putranya .
" Sudah satu tahun lebih Bram ... belum cukupkah untuk meredam amarahmu !? Tidak kah kau berkeinginan untuk menengok kami orang tuamu !? "
" Tiap hari diam diam mamamu menangis , Sartika tidak pernah menunjukkan kesedihannya padaku ! Saat itu hati Papa terasa sangat sakit Bram , dia menanggung semua kerinduannya sendiri agar tidak membuat papamu ini sedih, " Hardian tampak menghela nafasnya sesaat .
" Aku tahu jika aku salah , tidak apa apa jika kau tidak ingin melihat Papa lagi . Tapi tengoklah Mamamu ! Sudah menjadi beban untuknya ketika mengijinkan aku untuk menikah lagi , ditambah lagi dengan kepergianmu . Mamamu sangat menderita ... Papa mohon pulanglah ! "
__ADS_1
Bram diam , walau sangat ingin bertemu mamanya tapi sakit hatinya belum juga hilang . Dia tak yakin bisa berkumpul menjadi keluarga yang utuh seperti dulu .
" Papa sudah semakin tua Bram , sudah saatnya kau menggantikan Papa memimpin perusahaan. "
" Bram mau pulang ... dan Bram bersedia belajar mengurus perusahaan tapi dengan satu syarat !.Jangan pernah lagi bertemu dengan wanita ular itu !! Jauhkan dia dari kehidupan kami ... "
" Papa sudah melakukan itu sebelum kamu memintanya . Papa bahkan sudah tidak menemuinya lagi sejak kau keluar dari rumah . Jika kau sudah ada di rumah maka Papa akan benar benar membuatnya jauh dari kita . Jujur saja Papa tidak tenang melakukan sesuatu jika Papa tidak leluasa memantaumu ! "
Bram mendengus kasar karena merasa papanya masih menganggapnya anak kecil . Dia sudah berumur hampir dua puluh tahun sekarang , ia merasa sudah bisa bertanggung jawab pada dirinya sendiri .
" Kau bahkan belum genap sembilan belas tahun ketika keluar dari rumah Bram , kau tidak melanjutkan kuliahmu !! "
" Tapi aku sudah cukup dewasa untuk hidup sendiri Pa ! Bram akan melanjutkan kuliah sekaligus belajar terjun langsung ke perusahaan . Aku akan buktikan jika aku bisa menjadi pria yang bisa di andalkan. "
__ADS_1
Hardian bernafas lega , walaupun belum mengatakan kapan akan kembali ke rumah tapi setidaknya putranya sudah berniat untuk pulang . Artinya ia akan melihat kembali senyum istrinya , dan ia bisa secepatnya menceraikan Rachel . Beruntung dia dan Rachel hanya menikah siri hingga proses perceraiannya tidak akan begitu rumit .
Tanpa pria parubaya itu tahu jika putranya bertekad kembali dan menjadi pengusaha karena terdorong oleh seseorang . Bram ingin menjadi pria hebat agar bisa mendapat perhatian dari wanita pencuri hatinya . Dia akan membuktikan jika diapun bisa menjadi pria seperti yang diinginkan oleh wanita itu , sukses dan kaya raya .