Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
113


__ADS_3

" Sayaaanngg dingin banget !! " lirih Bram yang sudah menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut . Sedang Cahaya dengan setia duduk bersandar kepala ranjang karena kepala suami manjanya ada di pangkuannya .


Sejak semalam Bram mengeluh kedinginan dan perutnya mual , tak sedetikpun ia melepas istrinya . Pria itu ingin selalu ingin ada dipelukan istrinya .


" Hissshhh ... kena hawa dingin beberapa hari seperti ini saja tepar Bee ! Sok sokan mau honeymoon setahun .... " kata Cahaya mencubit lembut pipi suaminya .


" Sayaanngg ... pengen kue cubit yang anget , yang diatasnya ada toping keju sama coklat . Terus minumnya jaesu angkringan yang ada di ujung jalan, "


" Kamu mengigau ?? Ya mana ada angkringan disini Bee !! Kita ada di Paris sekarang ... " gerutu Cahaya dengan permintaan aneh suaminya .


" Ya sudah kamu tunggu di sini dulu ya , aku ke bawah sebentar cari yang anget anget buat kamu . Aku cari ginger tea sama kue yang setidaknya mirip dengan yang kamu pengen , kemarin aku lihat di kafe bawah menyediakan berbagai macam kue, " kata Cahaya mengangkat pelan kepala suaminya agar dia bisa beranjak .


" Kan bisa pesen lewat telpon saja sayang , aku nggak ijinin kamu pergi sendirian ! Kalau kamu hilang bisa bisa aku dimarahi sama lbu ! " ujar Bram meraih kembali tubuh istrinya , sebenarnya dia memang enggan ditinggal sendirian di kamar .


Cahaya mengalah , dielusnya kepala sang suami hingga beberapa saat kemudian pria itu tertidur . Diciumnya pelan kening suaminya sebelum ia beranjak dari ranjang mereka . Dia berniat akan ke kafe bawah sebentar untuk mencari apa yang diinginkan suaminya .

__ADS_1


Cahaya berniat mencari minuman jahe hangat dan beberapa kue dengan rasa yang tak jauh dari kue yang di inginkan suaminya . Setelah memakai mantel hangat dia segera keluar kamar untuk menuju kafe yang ada di lantai bawah hotel tempatnya menginap . Dia berpikir tak masalah ia pergi selama tidak terlalu jauh .


Suasana tampak tidak terlalu ramai , hanya ada beberapa pasang orang di meja kafe . Tampaknya mereka juga sepasang kekasih atau suami istri yang sedang menikmati suasana malam di Paris .


Cahaya segera menuju etalase kaca yang berisi bermacam roti berbagai varian . Dia memilih roti rasa pandan dengan toping keju dan coklat , sepertinya rasanya tidak beda jauh dengan kue cubit yang di inginkan suaminya . Dia juga memesan ginger tea untuk mengurangi rasa mual yang di alami suaminya .


Setelah pelayan selesai membungkus pesanannya Cahaya segera membayar dan berniat kembali ke kamar secepatnya . Bayi besarnya akan marah jika mengetahui dia keluar sendirian seperti ini .


" Aaakkhhh ... maaf !! "


" Anda tidak apa apa Tuan , maafkan saya ... saya benar benar tidak sengaja ! " kata Cahaya dengan wajah panik , ia khawatir jika air panas yang tadi tumpah menyakiti pria di depannya .


Pria itu terlihat mengibaskan jas semi formal yang dikenakannya . Dia terdengar dia sedikit menggerutu , tapi matanya terpaku ketika mendongakkan kepala dan melihat siapa yang ada di depannya . Seorang bidadari berwajah sangat cantik dengan mata bening terlihat sedang khawatir melihatnya .


" Anda tidak apa apa ?? "

__ADS_1


" Saya tidak apa apa , anda dari lndonesia !? " tanya pria bertubuh tinggi besar itu .


" Ya , saya bersama suami saya datang untuk berbulan madu, " jawab Cahaya sopan .


" Woohooo selamat jika begitu , berarti anda adalah seorang pengantin baru ! Saya Ken dan saya juga ada darah lndonesia , nenek saya berasal dari sana . ltu sebabnya saya tertarik untuk mempelajari lndonesia termasuk bahasanya . Nenek saya berasal dari Surabaya " kata pria bernama Ken itu .


" Terimakasih, sekali lagi saya minta maaf dengan kejadian tadi . Tapi saya harus kembali ke atas sebelum tehnya dingin ! "


" Silahkan , saya mengerti .... " sahut Ken dengan sedikit menundukkan kepalanya sebagai tanda mempersilahkan wanita itu pergi .


Tapi langkah Cahaya terhenti ketika melihat Bram yang ternyata sudah ada di belakangnya . Pria itu melihatnya dan pria bernama Ken bergantian dengan tatapan nanar .


" Bee ... kau sudah bangun !!? "


" Kenapa kau tidak mendengarkan aku !!? Sudah aku bilang jangan keluar tanpa aku !!! "

__ADS_1


__ADS_2