
" Ada apa Ra ?? Sudah aku bilang kan jangan telpon selagi aku ada di rumah ataupun di kantor !! Apa uang yang aku kirimkan kurang !? " tanya Hardian pada Rachel yang siang itu mengancam akan datang ke rumah baru yang sudah ditinggali Hardian dan istrinya sekarang ini .
Sejak peristiwa setahun yang lalu Hardian dan Sartika memutuskan untuk pindah rumah untuk memulai semua dari awal . Rachel pun sudah tidak bekerja sebagai sekretaris di perusahaan Sadewo . Semua dilakukan Hardian demi mengembalikan keluarganya seperti semula .
Tapi Hardian belum menceraikan Rachel karena beberapa hal , salah satunya untuk keselamatan putranya yang masih berkeras hidup di luar . Dia tahu semakin ia memaksa Bram untuk pulang , maka putranya akan semakin pergi jauh .
" Mas !! Aku ini juga istri Mas , apa aku tidak boleh sekedar bertemu denganmu ?? Aku kangen !! "
" Kau tahu aku sibuk dengan pekerjaanku, " kata Hardian sambil menepis tangan Rachel yang ingin memeluknya . Dia tidak akan mau menyentuh wanita yang sudah disentuh pria lain .
" Aku wanita normal Mas , bukan hanya uang yang aku inginkan dari suamiku . Aku juga butuh sentuhan ... kehangatan .... kasih sayang !! Dulu hampir tiap hari kita bercinta di dalam kantor , di hotel bahkan di private room restoran . Aku ingin mengulang masa masa itu Mas .... sentuh aku lagi, " rajuk Rachel mulai memainkan perannya sebagai istri yang tersakiti .
Hardian mendesah kasar , dulu ia menuruti Sartika untuk menikah lagi karena berpikir semua akan baik baik saja . Rachel sekretaris yang baik , semua pekerjaan bisa wanita itu tangani dengan sangat baik .
Sambil menyelam minum air , Hardian berpikir jika memperistri Rachel maka bisa berdampak baik untuk perusahaannya . Selama menjadi istrinya pun Rachel tidak pernah meminta hal yang aneh aneh . Tak sekalipun Rachel meminta barang barang mahal seperti wanita kebanyakan .
Tapi makin kesini matanya semakin terbuka , satu persatu kebusukan wanita itu terkuak juga . Deki , pria teman kumpul kebo Rachel adalah mantan asistennya yang pernah dia pecat dari perusahaannya gara gara kasus penggelapan dana .
" Aku sedang lelah , jika tak ada yang ingin kau bicarakan lagi maka aku pergi sekarang !! Jika kau masih ingin menjadi istriku maka bersikaplah dengan baik. "
__ADS_1
" Tunggu Mas !! "
" Apa lagi !? "
" Aku bertemu dengan Bram semalam, "
Sukses !! Nama putranya berhasil membuat pria parubaya itu urung meninggalkan apartemennya . Hardian menatap nanar wanita didepannya karena diam diam dia sudah mengetahui rencana busuk wanita itu untuk menyingkirkan satu satunya pewaris Sadewo . Hardian cuma belum menemukan bukti akurat yang bisa menyeret istrinya dan Deki ke penjara . Rencana mereka benar benar tersusun secara rapi .
" Aku mendengarkan .... "
" Duduklah dulu dan minum kopimu sebelum dingin Mas ! Bukankah sudah lama kau tidak meminum kopi buatanku !? "
" Semalam aku melihatnya di daerah pinggiran kota Mas , Bram terlihat sedikit kurus . Aku memang sengaja tidak menemuinya , takut kalau dia masih marah padaku ! Aku lihat tangannya terluka dan ada sedikit lebam di pipi sebelah kanannya . Sepertinya putramu habis berkelahi dengan temannya. "
Ternyata sampai sedetil itu Rachel memperhatikan putranya , itu artinya wanita ular itu dan pria simpanannya sudah tahu tentang perkelahian Bram di terminal waktu itu . Malam itu orang suruhannya melaporkan jika ada satu orang penyusup yang ikut dalam baku hantam itu hanya untuk menyerang Bram . Tapi untung saja terlambat karena Bram dan teman temannya keburu pergi meninggalkan terminal itu .
Sayang mereka tidak bisa menggunakan itu untuk alat menangkap Rachel dan Deki karena orang itu sama sekali belum menyentuh Bram .
" Apa Bram sempat melihatmu ?? "
__ADS_1
" Tidak .... " jawab Rachel dengan tangan yang mulai aktif menyentuh titik titik sensitif suaminya .
Hardian menggeram nikmat , dia adalah pria dewasa dan dia tahu Rachel adalah pemain ulung . Wanita itu sangat tahu bagaimana cara memanjakan pasangannya . Perlahan Rachel naik ke pangkuan Hardian , dan dengan gerakan slow motion ia menanggalkan satu persatu pakaiannya hingga kini sudah polos sempurna .
" Maasss ... kangen !! Touch me please ... "
Perlahan dua tangan Hardian dituntun untuk menyentuh dua bukit yang tergantung di depannya dan pinggul wanita itu sudah mulai bergerak diatas sesuatu yang terlihat mulai mengeras .
" Sudah aku katakan Ra , aku lelah ..... Arrgghhhhh !!! "
Tangan istri sirinya dengan terampil sudah membuka resleting celana dan mengurut lembut apa yang ada di dalamnya . Otak Hardian mulai tidak bisa berpikir ketika nalurinya mulai sedikit demi sedikit menguasai tubuhnya . Tubuhnya butuh pelampiasan ! Suara suara indah Rachel menerbangkan akal sehatnya .
" Mas hanya perlu diam dan menikmatinya , aku benar benar merindukanmu, " lirih Rachel masih memancing naluri Hardian dengan gerakan erotisnya .
BRAAKKKK ...
" Aaakkhhhh ..... Maaasss !! " jerit Rachel kaget ketika tiba tiba Hardian melemparkan tubuhnya kesamping . Padahal baru saja mereka akan bermain intinya , dia sudah memposisikan dirinya untuk permainan yang sebenarnya .
Pria itu terlihat membenahi bajunya yang sedikit berantakan , setelah itu dengan langkah tergesa segera pergi meninggalkan apartemen itu tanpa berkata apapun .
__ADS_1
" Cihhh ... aku tahu kau masih menginginkan tubuhku Hardian !! Mungkin kali ini gagal tapi besok aku pastikan kau akan mengemis di ranjangku .... "