
" Vin nanti malam Zacky ulang tahun , pestanya akan diadakan di rooftop hotel XX ! Nanti malam aku jemput ya .... " seru Sherly bersemangat , gadis itu adalah salah satu sahabat Vina di kampusnya .
" Aku nggak bisa ikut , kan kamu tahu sekarang Kak Gibran seperti apa ! Lagian sekarang kemana mana aku di antar supir , nggak bakal mungkin aku datang ke acara hura hura seperti itu lagi .... " jawab Vina apa adanya . Sejak kejadian pesta ulang tahun di rumah Sherly dia tak lagi bebas seperti dulu .
Selain memberlakukan jam malam , Vina juga dilarang datang ke acara yang tidak ada hubungannya dengan kegiatan kampus . Pada awalnya Vina sulit untuk menjalani semua aturan ketat kakaknya , tapi lama lama ia malah bisa menikmatinya . Hidupnya menjadi lebih teratur dan lebih tenang , tak lagi dipusingkan dengan segala hal tentang fashion atau apapun yang berhubungan dengan sebuah pesta . Vina juga mulai bisa mengatur keuangannya sendiri .
" Nggak asik banget sih !! Sepertinya hidupmu nggak adil banget Vin , aku sering lihat Kak Gibran kumpul sama teman temannya di klub malam !! Kenapa dia melarang kamu kalau dia sendiri sering mabok mabokan di sana !!?? " kata Sherly masih berusaha membujuk sahabatnya .
Vina menghela nafas panjang , sampai sekarang pun kakaknya masih menyesali apa yang sudah diperbuatnya pada kakak iparnya . Hanya waktu yang akan bisa menyembuhkan semua luka di hati kakaknya , apalagi Vina sudah mendengar jika mantan kakak iparnya sudah kembali menikah . Dan ibunya juga bercerita jika kakak iparnya ternyata adalah putri tunggal dari keluarga Wijaya . Salah satu keluarga pengusaha yang kaya raya , bahkan perusahaan keluarganya bukan tandingan keluarga Wijaya .
" Tapi aku tetap tidak bisa datang Sher .... aku tidak mau cari masalah lagi ! Kamu kan bisa datang bersama teman teman lainnya . Banyak tuh yang bakalan seneng di ajak pesta pesta . Zacky pasti juga mengundang semuanya .... "
Pembicaraan mereka terhenti ketika seorang laki laki tampan terlihat melewati mereka tanpa sedikitpun melirik ke arah dua gadis cantik yang sedang memperhatikannya .
" Hissshhh ... ganteng ganteng rabun !! Masa iya sih sudah dandan seksi begini nggak kelihatan sama dia !! Jangan jangan punya kelainan dia, " gerutu Sherly yang sudah terbiasa menjadi pusat perhatian para pria di kampusnya .
__ADS_1
" Ya mana mau Kak Martin melihat kita !! Dia tuh maunya yang kayak mereka ... level tinggi itu sih ! " tunjuk Vina pada sekumpulan mahasiswi yang berpakaian tertutup lengkap dengan kerudungnya .
" Jadi menurut kamu level kita rendah ?? Enak saja !! Cupu gitu dibilang level tinggi ... "
Vina hanya tertawa mendengar protes dari sahabatnya , dulu dia juga sama seperti Sherly . Senang jika bisa menjadi pusat perhatian dari para pria di kampusnya , semakin banyak pria yang mengajaknya kencan maka ia akan lebih bersemangat untuk tampil lebih ' berani ' .
" Aku mau cari buku referensi dulu di perpustakaan , ikut ?? "
" Ogahhh !! Tidak ada cowok kece di sana , sesak nafas bisa bisa kalau aku ada di tempat seperti itu ! Ya udah aku mau ke tempat Zacky dulu ... Bye bye cintaahhhh " jawab Sherly yang kemudian melangkah pergi dari tempat itu .
Satu persatu ia menelusuri rak rak untuk mencari buku yang bisa ia gunakan untuk membuat tugasnya . Saking seriusnya ia menjadi tidak memperhatikan sekitarnya . Vina terus saja menelusuri rak rak buku hingga dia mendengar suara ...
" Awwwsshhh .... "
" Ehhh , maaf aku tidak sengaja !!! " Vina spontan meminta maaf karena merasa menginjak kaki seseorang walau belum sempat melihat siapa laki laki itu .
__ADS_1
" Lain kali lihat lihat kalau jalan .... " walau tidak bersuara keras tapi Vina bisa merasakan nada sinis dalam kata kata itu .Wajahnya langsung tertunduk ketika sudah melihat laki laki disampingnya .
" Kak Martin ... maaf ! " setelah berkata seperti itu Vina bermaksud ingin pergi . Dia tahu Martin sangat tidak menyukainya apalagi setelah pria itu tahu dia pernah datang ke pesta Sherly yang ' gila gilaan ' . Pria itu pasti mengira jika dia adalah gadis gampangan . Tapi Vina tidak bisa menyalahkan itu karena dia memang hampir saja terjerumus dalam pergaulan bebas .
" Mau kemana kau ??! "
" Ehhh ... ehhmm ... mau ke bangku di sebelah sana Kak , mau bikin referensi sebentar . Kalau Kak Martin merasa terganggu aku bisa bawa pulang saja bukunya . Permisi. "
Vina semakin menunduk diam ketika merasa Martin melangkah mendekat padanya , pria itu pasti akan memarahinya lagi . Pria yang menjabat ketua Mahasiswa itu memang terkenal sangat tegas dan galak pada siapapun .
" Pergi saja !! Kau memang selalu mengganggu pandanganku ... " kata pria bernama Martin dengan nada datar ketika melangkah melewati Vina yang masih berdiri terpaku .
Ada satu butir air mata yang jatuh dari salah satu sudut gadis itu . Karma .... ia sedang mendapatkan buah yang ia dapat karena dulu memperlakukan buruk kakak iparnya . Dia membenci Cahaya karena ingin kasih sayang Gibran hanya tercurah padanya .
Setelah berkali kali menghela nafas dan bisa menenangkan diri , Vina segera keluar dari perpustakaan . Dia harus bisa kuat sebagaimana kakak iparnya dulu , Vina menganggap hal seperti ini mungkin adalah bagian dari proses pendewasaan dirinya .
__ADS_1
Tanpa ia sadari sepasang mata terus saja memperhatikannya ....