Gelora Cinta Sang Berandal

Gelora Cinta Sang Berandal
38


__ADS_3

" Udah Mah !! Bram sudah kenyang sekali ... " gerutu Bram yang sarapan kali ini dihadapkan dengan berbagai masakan Sartika . Sudah berkali kali wanita itu menambahkan nasi atau lauk di piringnya hingga makanan di depannya tak kunjung habis .


" Tapi kau belum makan rendangnya Bram ! " kata Sartika menyendokkan satu irisan daging yang cukup besar ke piring putranya tapi belum sampai ia memberikan itu pada putranya sendok itu sudah beralih ke piring suaminya .


" Mahhh ... Papa saja yang makan itu jika dia tidak mau, " ujar Hardian sambil menarik piring berisi rendang mendekat padanya , tapi Sartika kembali menarik kembali piring itu menjauh dari suaminya .


" Papa kan lagi diet , tuh perut semakin lama semakin gendut !! Mama sudah buatkan roti bakar seperti biasanya ... "


Bram hanya tertawa melihatnya , Sartika memang sangat menjaga pola makan suaminya dari dulu .


" Sekali kali kan tidak apa apa Mah , sekalian merayakan kepulangan anak nakal itu !! Setelah sarapan ganti bajumu dengan baju yang sedikit formal , mulai hari ini kau ikut Papa ke kantor. "


" Baik Pah ... "


Bram memang tidak ingin menunda lagi keinginannya untuk terjun ke dunia bisnis . Hari ini dia juga akan ke kampus untuk melanjutkan pendidikannya yang sempat terjeda selama satu tahun ini .


Setelah acara sarapan selesai dan sudah mengganti bajunya dengan setelan formal seperti yang di kenakan papanya , Bram segera turun untuk berangkat ke kantor .

__ADS_1


Sartika terlihat terharu ketika melihat ayah dan anak berjalan bersisian , setelah sekian lama doanya terkabul . Akhirnya dia bisa melihat Hardian dan Bram bisa berbicara selayaknya ayah dan anak , bukan musuh .


Wanita itu menepis tanda tanya besar di hatinya tentang apa yang menyebabkan Bram bisa secepat ini berubah . Putranya sangat bersemangat ketika suaminya mengajaknya pergi ke perusahaan . Padahal dulu Bram lebih memilih membantunya di usaha katering miliknya .


*


" Nona yakin akan tinggal disini untuk sementara waktu ?? Apa Nyonya besar mengijinkannya !? " tanya Pak Alif ketika mengantar pulang nona mudanya kembali ke rumah milik lnem . Gista masih ingin tinggal ditempat itu karena dia meminta waktu pada ibunya untuk menata hatinya .


Semuanya begitu cepat , dia menemukan keluarga kandungnya .... menjadi pewaris tunggal perusahaan besar ! Dan untungnya Lena mengerti perasaannya , ibunya tidak memaksanya untuk tinggal di rumah keluarga Wijaya . Wanita itu benar benar menunggu kesiapan putrinya untuk kembali ke rumah keluarganya .


" Sangat yakin Pak , mungkin terlihat sangat sederhana tapi saya nyaman tinggal di dalamnya . Saya juga suka dengan lingkungan rumah ini Pak , semua orang baik disini, " ujar Gista yang tersenyum melihat Mak Sri sedang berjalan ke arah rumahnya , dia tahu jika wanita itu pasti ingin bertemu dengan pria parubaya di depannya .


" Saya mengerti Pak , saya hanya butuh beberapa hari lagi untuk beradaptasi dengan semua . Saya dan lbu juga sudah berbicara banyak tentang hal ini, "


" Mbak Gistaaaa ..... !! "


Pak Alif yang mendengar suara itu langsung mundur beberapa langkah untuk kembali ke mobilnya . Walau terlihat diam tapi dia cukup peka untuk melihat jika tetangga depan nona mudanya itu tertarik padanya .

__ADS_1


" Saya pamit dulu Nona ... "


" Lhohh Pak Mase sudah mau pulang , tadi saya kira mau ngobrol dulu disini . lni saya tadi bikin pisang goreng crispy , coba di cicipi dulu ! "


" Terimakasih tapi saya harus segera kembali ke perusahaan, " jawab Pak Alif sopan , pria itu bergegas naik ke mobil sebelum Gista ikut memaksanya untuk makan pisang goreng buatan tetangganya .


Gista tertawa kecil melihat raut Mak Sri yang cemberut , wanita itu gagal mendapat perhatian dari pria gebetannya .


" Tidak usah sedih Mak , kan besok bisa bikin lagi terus dikasih wadah seperti biasanya ! Pak Alif itu tipe pemalu , jadi dia tidak akan terang terangan makan di depan Emak . Nih buktinya kotak makannya sudah kosong ... lontong opornya habis tak bersisa. "


" Beneran Mbak !? Alhamdulilah ... pria idaman ya kaya gitu Mbak , malu malu tapi mau kalau sama perempuan . Bikin gemesss !! O iya Mbak tadi di pasar ada hot news lhoo , katanya tukang ojek paling ganteng di seantero jagat ngilang Mbak !? Neni saja sampai nangis nangis meratapi nasibnya , dia kan belum kesampaian jadi pacarnya !! "


" Tulang ojek paling ganteng ?? Siapa !? "


" Itu lho yang sering mangkal di pasar !! Katanya sih sempat tawuran sama terminal sebelah sebelum.dia pergi , malah kabarnya dia keciduk di tempat kosnya . Emak kurang tahu namanya , bukan selera Emak soalnya !! Berondong kaya gitu sukanya ngabis ngabisin duit kita saja , beda banget sama Pak Mase ... gaya elite plus berduit !! "


" Bram ?? Tawuran lagi ?? Ya Allah .... "

__ADS_1


~ Novel kali ini alur lambat , Emak bikin beda dari novel sebelumnya yang rata rata alur cepat . Kali ini Emak ingin bikin kisah cinta beda umur ini lebih greget dengan konflik yang sedikit berat ... hanya sedikit loh yaaaa😄😄 . Betewe cekidot terus ya goyang jempol , vote m comen biar Emak semangat mijitin keypadnya ❤️❤️❤️🙏🙏🙏 ~


__ADS_2