
Seminggu sudah berlalu, dan Bram.sudah bisa beraktivitas kembali seperti sebelumnya walau luka gores di telapak tangannya masih harus di bebat , luka di bagian itu memang yang terparah hingga memerlukan perlakuan khusus . Tiga hari sekali ia juga harus kontrol ke puskesmas agar lukanya tidak infeksi .
Waktu itu untung uang hasil kemenangannya masih aman di bawa salah satu temannya bernama Darto hingga selama seminggu ini bisa menopang kebutuhannya sehari-hari .
" Untung saja waktu itu tidak ada seorangpun diantara kita yang tertangkap polisi , kalau iya bisa panjang urusannya. "
" Kucir dan teman temannya memang b*rengsek !! Selalu saja bikin onar kalau kalah . Bagaimana kalau malam ini kita datangi tempat mereka mangkal !? Kita balas perlakuan mereka pada Mas Bram !! "
" Setuju !!! " pekik para tukang ojek dan beberapa supir angkot yang berkumpul dipangkalan ojek dekat pasar , dari awal mereka memang sudah merencanakan pembalasan pada rival Bram bernama Kucir . Mereka masih merasa tidak terima atas kejadian yang menimpa Bram .
Selama seminggu ini mereka mengumoulkan orang orang agar jumlahnya cukup untuk dibawa melawan orang orang Kucir. Rencana juga mereka matangkan agar kemenangan ada di pihak mereka .
__ADS_1
" Bagaimana Mas Bram ??? Kita akan lakukan penyerangan kapan !? Kami sudah sangat siap baik jumlah maupun senjata ... " tanya Darto selaku orang pertama yang ada di garda depan untuk ' pertempuran ' kali ini . Dia tidak suka dengan Kucir cs yang selalu tidak bisa menerima kekalahan .
" Saya ikut saja , yang penting berangkatnya jangan barengan berkumpul seperti ini . Bahaya !! Bisa bisa kita ketangkap polisi sebelum sampai ke terminal sebelah, " jawab Bram , walau sebenarnya kurang setuju dengan penyerangan kali ini tapi ia berusaha tetap mendukungnya .
Bukankah mereka melakukan semua ini demi dirinya ? Begitu pikirnya . Penyerangan seperti ini pasti akan beresiko besar dan ujung ujungnya malah berbuntut panjang , bisa saja suatu saat orang orang Kucir melakukan hal yang sama pada mereka yaitu melakukan penyerangan tiba tiba saat malam hari .
" Mas itu mobil yang antar jemput Mbak Gista !! " salah seorang teman ojeknya menyeletuk dengan menunjuk mobil SUV mewah yang sedang melaju pelan masuk ke perkampungan yang ada di depan mereka .
" Hebat euy !! Baru kemarin minta di antar cari kerja ke kota sekarang sudah antar jemput mobil mewah !! " seru teman yang lain yang sepertinya malah sengaja memprovokasi emosi Bram .
" Bukan urusanku !! Mulai hari ini jangan sebut nama wanita itu di depanku , atau aku akan membuat kalian benar benar tak bisa berbicara lagi !! " kata Bram dengan nada datar , tapi sangat terlihat kebencian di matanya .
__ADS_1
Darto menepuk keras lengan dua pria yang sengaja membakar emosi Bram . Pria pria itu hanya bermaksud untuk membuat Bram ' on ' agar malam ini bisa bertarung dengan maksimal . Mereka tahu Gista adalah salah satu kelemahan Bram , walau pria muda itu selalu menyangkal perasaannya tapi orang orang di sekitarnya tahu jika Bram sebenarnya sangat perhatian dengan janda muda itu .
" Jangan dengarkan mereka Mas , wajar kalau perusahaan besar memberi fasilitas seperti itu sama karyawannya . Masa iya perusahaan gede kasih fasilitas ojek kaya kita sih !! Bisa bisa bedak sama lipstiknya luntur kena angin , ya kan Mas !? "
Niat Darto untuk membuat adem suasana malah membuat hati Bram bertambah panas . Nyatanya janda muda itu mencari kenyamanan hidup pada pria pria kaya hidung belang dengan kedok bekerja . Sudah dua hari ini tanpa sepengetahuan teman temannya sebenarnya dia sudah memperhatikan Gista ketika berangkat dan pulang kerja .
Seorang pria parubaya yang bahkan lebih pantas menjadi ayah dari wanita itu selalu membukakan pintu mobil untuk Gista layaknya seorang kekasih yang sangat mencintai wanitanya . Gista diperlakukan dengan sangat istimewa dan itu terlihat menjijikkan untuknya .
" Mas Darto , nanti tolong asahkan belati yang ada di kosan . Malam ini kita akan berpesta bersama sama ! Kita akan buat Kucir dan teman temannya nangis darah .... "
Dua teman yang tadi sengaja memprovokasi bertos high five , usaha mereka ternyata tidak sia sia . Harimau muda itu sudah mulai mengeluarkan cakar dan taringnya . Sedang Darto hanya bisa menghela nafasnya , walau penyerangan ini adalah usulnya tapi jujur saja ia ngeri dengan amarah yang terpancar di mata Bram .
__ADS_1
Sorot mata itu seakan berkata akan meluluh lantakkan semua yang ada di depannya malam ini .