
" Tumben kau mau minum banyak sekali , lagi suntuk ya ?? Tuh tinggal milih satu diantara mereka untuk menemanimu malam ini . Di jamin ilang tuh suntuknya !! " kata seorang teman yang malam ini berkumpul bersama Gibran di sebuah klub malam terkenal di pusat kota . Dia menunjuk para wanita berpakaian seksi yang sedang meliuk liukkan badannya di lantai dansa .
Selama ini Gibran tidak pernah mau menyentuh minuman keras ataupun wanita malam yang ada di klub . Karena dia ada di sana hanya untuk meramaikan , mengingat hubungan pertemanan mereka .
Tapi belakangan ini sedikit demi sedikit Gibran mulai mengikuti jejak temannya , bisa menikmati satu atau dua gelas minuman keras . Kadang malah temannya harus mengantarkan Gibran tidur di hotel karena tak mungkin mengantarkan Gibran pulang dalam keadaan mabuk .
" Aku tidak butuh mereka , aku hanya ingin dia kembali padaku .... " ujar Gibran dengan memejamkan matanya , dia sudah sedikit pusing akibat terlalu banyak minum .
" Sudah sebulan lebih kau tidak bercinta dengan istrimu , kau butuh pelampiasan agar otakmu tetap waras .... pilih salah satu wanita cantik itu ! Jika kurang kau bisa memilih dua atau tiga orang sekaligus ... jadikan hidupmu sebuah petualangan , istrimu hanya masa lalumu ! Come on Gibran , be a man .... "
" Aku hanya mencintai istriku , aku tidak butuh p*lacur !! " racau Gibran yang malah berdiri dan berjalan sempoyongan ke arah lantai dansa . Dalam pandangannya tiba tiba saja ia melihat Gista sedang ada berdiri menunggunya .
Teman temannya hanya bisa geleng geleng kepala , sepertinya cerita sedih tentang perceraian Gibran belum selesai juga . Pria yang mereka kenal tangguh dan pantang menyerah akhirnya jatuh hanya karena seorang wanita .
Gibran menarik tangan seorang wanita hingga kini mereka berdiri berhadapan . Wanita itu tampak terkejut tapi senyumnya mengembang ketika tahu pria yang menarik tangannya adalah seorang pria tampan .
"' Sayang kenapa kau ada di sini ?? Bukannya kau selalu menungguku di rumah !? Ayo pulang , tempat ini tidak baik untukmu . Aku merindukanmu ... setengah mati aku merindukanmu sayaaaanngg !! " racau Gibran yang dalam pandangannya melihat Gista ada di depannya , istrinya sedang tersenyum manis padanya .
__ADS_1
" Aku juga menginginkanmu tampan ! Bawa aku pergi dari sini ... please !! " balas wanita itu sambil mencium sekilas bibir Gibran .
Karena Gibran yang terlalu mabuk wanita itu memanggil salah satu pelayan di klub itu . Dan pelayan itu memberinya sebuah kunci yang sepertinya adalah kunci kamar . Ya , wanita itu menyewa kamar yang ada di lantai atas klub itu .
Wanita itu menuntun Gibran hingga sampai di kamar yang di tuju , sampai di sana dengan tidak sabar ia lucuti semua pakaian Gibran dan pakaiannya sendiri hingga polos sempurna .
Gibran yang memang sudah sangat merindukan istrinya tak membuang kesempatan itu . Dia segera mencumbu wanita yang ia kira adalah Gista , sungguh malam ini dia bahagia karena bisa menyalurkan gejolak rindunya pada wanita yang ia cintai .
Tak hentinya wanita itu berteriak dan menjerit karena nikmat yang luar biasa . Gibran benar benar menggila !! Pria itu bisa membawanya terbang ke langit ke tujuh . Bukan hanya sekali tapi permainan itu berlangsung sebanyak tiga kali hingga keduanya terkapar karena rasa lelah dan rasa puas yang bercampur menjadi satu . Mereka tidur berpelukan tak peduli dengan pakaian mereka yang tersebar di seluruh sudut kamar .
*
" Tentu saja tidak , sebenarnya aku dan ibumu ingin membicarakan ini saat makan malam . Tapi semalam kau pergi , jadi Papa putuskan untuk berbicara padamu sekarang, " ujar Hardian yang sebenarnya tahu semalam putranya berkumpul dengan teman teman pangkalan ojeknya .
" Papa mau bicara tentang apa ? "
" Hidupmu ... sudah sejak dua minggu yang lalu sebenarnya papa dan mama membicarakan ini . Kami tahu kau masih muda , jadi kamipun tidak akan memaksa jika kau belum berkenan, " ujar Hardian yang sebenarnya juga sudah membicarakan ini dengan Lena Wijaya .
__ADS_1
" Jangan berputar putar Pah ! Ini tentang apa !? "
" Pernikahanmu ... "
" Pernikahan !? "
" lbumu sudah menemukan putrinya. " kata Hardian . Dia menyebut lbu untuk Lena karena sejak kecil Bram sudah memanggil sahabat istrinya itu dengan sebutan ibu .
" Ibu menemukan Cahaya !? "
" Ya , ibumu sudah menemukannya . Dan kami sepakat untuk menjodohkan kalian . Tapi kami tidak akan memaksakan hal ini karena kami tahu kalian sudah dewasa . Kalian punya pandangan sendiri sendiri tentang sebuah pernikahan . Jika tidak keberatan setidaknya kalian saling mengenal terlebih dahulu. "
Bram menghela nafasnya , dia tak mungkin langsung menolak usulan papanya kali ini karena menyangkut hubungan baik dua keluarga . Di hatinya sudah ada sebuah nama dan tak pernah akan bisa tergantikan walau apapun yang terjadi .
Tapi setidaknya papanya sudah bilang tidak akan memaksanya untuk menikahi wanita itu . ltu artinya jalannya untuk menikahi Gista tidak ada kendala yang berarti , dia yakin Lena bisa mengerti posisinya .
" Kapan kau punya waktu ?? "
__ADS_1
" Untuk bertemu Cahaya ?? Malam ini juga aku akan ke kediaman Wijaya . Sudah lama juga aku tidak mengunjungi ibu di rumahnya . Kemarin Bram bertemu lbu di restorannya yang ada di Jalan Panjaitan , tapi sayang waktu itu Bram terburu buru karena ada meeting lagi di kantor dengan Papa . Aku juga ingin bertemu dengan Cahaya ... kurasa aku dan dia bisa berteman baik. "
" Baik aku akan mengabari ibumu tentang hal ini , dia sangat berharap sekali jika penyatuan ini bisa lebih mendekatkan keluarga kita . Dan akan sangat baik imbasnya untuk kedua perusahaan, " Hardian berharap putranya bisa berpikir jernih dan memikirkan hal ini dengan matang . Perjodohan ini akan baik pengaruhnya bagi mereka baik untuk merekatkan hubungan baik mereka atau kemajuan dua perusahaan .